Penyerahan Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tahun 2014

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 29 Dec, 2014

Views: 211

Presiden Joko Widodo berfoto bersama Gubernur penerima Penghargaan APN 2014

 

Subang, 26 Desember 2014 – Presiden Joko Widodo menyerahkan Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) kepada figur-figur yang telah berprestasi dalam pembangunan ketahanan pangan nasional. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat tani dan aparatur yang telah bekerja keras dan berkontribusi nyata dalam upaya mewujudkan swasembada dan kedaulatan pangan.

Penghargaan APN yang dikoordinasikan oleh Dewan Ketahanan Pangan ini merupakan penghargaan bergengsi, karena untuk memperolehnya melalui proses panjang mulai dari verifikasi ditingkat kabupaten, provinsi, sampai ke tingkat nasional. Tim verifikasi melibatkan Tim Independen dari berbagai profesi seperti akademisi, aparatur pemerintah, profesional, organisasi masyarakat, dan pemerhati ketahanan pangan.

Penerima Penghargaan APN Tahun 2014 sebanyak 94 orang, yang terdiri dari 5 kategori, yaitu:

  1. Pelopor Ketahanan pangansebanyak 5 penerima dengan kriteria (bukan PNS atau tokoh organisasi formal) dan atau kelompok masyarakat yang merintis pemanfaatan sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya finansial, dan atau sumber daya sosial di wilayahnya dalam mewujudkan kemandirian pangan. 
  2. Pemangku Ketahanan pangansebanyak 5 penerima, yaitu tokoh masyarakat (bukan pejabat pemerintah) yang mempunyai pengaruh besar dan berhasil menggerakkan masyarakat di wilayahnya untuk mewujudkan kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan.
  3. Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangansebanyak 42 penerima, terdiri dari: 14 kelompok/gabungan kelomppk produksi pangan; 13 kelompok/gabungan kelompok pemberdayaan masyarakat; dan 15 kelompok. Lembaga dan atau perusahaan industri pengolahan dan perakitan teknologi pengolahan pangan.
  4. Pelayanan Ketahanan Pangan, sebanyak 14 penerima terdiri dari: 5 orang penyuluh/pendamping; 6 orang pengawas/medic veteriner dan pengendali organisme pengganggu tanaman; serta 3 orang peneliti.
  5. Pembina Ketahanan Pangansebanyak 28 penerima terdiri dari: 8 Gubernur; 8 Bupati, 2 Walikota dan 10 Kepala Desa yang berhasil menggerakkan perangkat daerah dan masyarakat dalam mengurangi kemiskinan, kerawanan pangan, gizi buruk, dan meningkatkan produksi pangan serta mempercepat diversifikasi pangan dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan.

Selain kategori di atas, tahun ini juga diberikan Penghargaan Khusus berupa Pin Emas, kepada 4 Gubernur yang telah menerima penghargaan APN tiga tahun berturut-turut, yaitu Gubernur Sulawesi Selatan; Gubernur Jawa Barat; Gubernur Nusa Tenggara barat dan Gubernur Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Presiden selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan sekaligus mengundang para penerima Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara untuk hadir di Istana Negara pada bulan Januari 2015. Presiden berharap melalui pemberian Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara ini dapat memotivasi masyarakat untuk dapat bersama-sama dengan pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional yang mandiri dan berdaulat. Melalui pembangunan ketahanan pangan nasional yang baik maka akan dihasilkan sumber daya manusia yang sehat, aktif, dan produktif.

Download daftar penerima Penghargaan APN Tahun 2014

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...