Pentingnya Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 02 Sep, 2013

Views: 124

Jakarta, 28 Agustus 2013 - Undang-undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menjadi awal baru bagi Pemerintah dan masyarakat Indonesia di dalam memproses informasi. Paradigma lama yang menyatakan “informasi merupakan milik pemerintah, kecuali yang dibuka kepada masyarakat”, kini telah menjadi “informasi milik masyarakat, kecuali yang dinyatakan tertutup/rahasia oleh pemerintah”. Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi aparatur pemerintah agar mampu mengelola informasi publik dengan baik kepada publik, sehingga tidak ada penyalahgunaan informasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Mengingat pentingnya masalah tersebut, untuk merespon dan memberikan pemahaman kepada para pejabat lingkup Badan Ketahanan Pangan sebagai salah satu unit kerja di Kementerian Pertanian, pada hari Selasa, 27 Agustus 2013 telah dilakukan Sosialisasi Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik, dengan narasumber dari Biro Hukum dan Informasi Publik Kementerian Pertanian.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung E Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian ini di buka oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan yang diwakikan kepada Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan dihadiri oleh seluruh pejabat lingkup Badan Ketahanan Pangan. Melalui sosialisasi, diharapkan seluruh pejabat, khususnya di Badan Ketahanan Pangan memahami dengan baik tentang pengelolaan informasi publik, sehingga ada persamaan persepsi dalam pengelolaannya.

Dalam pengarahannya, Kepala Badan menyatakan Badan Ketahanan Pangan telah berkomitmen untuk mengelola informasi dan dokumentasi secara profesional, hal ini tercermin dengan telah ditunjuknya Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Informasi Publik, melalui Surat Keputusan Kepala Badan Ketahanan Pangan.

Acara Sosialisasi Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik yang diikuti sekitar 50 peserta ini menghadirkan narasumber, Kepala Biro Hukum dan Informasi Publik Kementerian Pertanian dengan materi “Implementasi Keterbukaan Informasi Publik” dan Kepala Bagian Pengelolaan Informasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian dengan materi “Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik di Kementerian Pertanian”. (Humas BKP)

 

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...