Pengelola TTIC Harus Tangguh

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 15 May, 2017

Views: 231

Bogor - Jawa Barat, Untuk meningkatkan motivasi, memberikan semangat dan membangun etos kerja kepada tenaga pengelola Toko Tani Indonesia Center (TTIC), khususnya menghadapi bulan puasa Ramadhan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengadakan pertemuan peningkatan kinerja yang dikemas dalam bentuk OUTBOND di Hotel Bumi Gumati dan Resort, Bogor (10-11/5). Acara ini dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Tata Hubungan Kerja Ir. Baran Wirawan, M.Sc; Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Hubungan Masyarakat Dr. M. Amir Pattu, Staf Ahli Mentan Bidang Bio-Industri Dr. Gardjita Budi, beberapa pejabat Eselon II dan III serta staf. Dalam pertemuan tersebut Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, Ir Mulyadi Hendiawan, MM, mengatakan “Dibutuhkan tenaga pengelola yang tangguh dalam melaksanakan aktivitas pemasokan dan distribusi pangan untuk melayani TTI sebanyak 1.000 unit”, tegasnya. Para Pembina telah memberikan arahan perlunya kerjasama dan bekerja secara sekuat tenaga kepada para pengelola TTIC. Hal ini didasarkan atas target Toko Tani Indonesia (TTI) sebesar 1.000 TTI di wilayah Jabodetabek yang siap dipasok permintaannya. Selain itu, perlu antisipasi menghadapi permintaan pangan yang meningkat pada bulan Ramadhan, yaitu dengan memberikan pelayanan prima kepada konsumen dengan menjual pangan murah berkualitas. Strategi yang tidak kalah penting untuk dilakukan adalah melakukan kontrol terhadap permintaan pangan dari TTI secara periodik, demikian pula pemasokan pangan dari Gapoktan yang tersebar di tujuh propinsi. Untuk membangun kebersamaan dan kekompakan antara Pembina dengan para tenaga pengelola TTIC, pada pertemuan tersebut juga dilakukan senam bersama, ramah tamah, dan berbagai permainan. “Saya merasa senang dengan acara ini, karena selain lebih termotivasi, juga mengetahui tugas dan tanggung jawab sebagai pengelola TTIC,” kata Eko Purwanto, salah satu oeserta outbond. Melalui Outbond, diharapkan memberikan dampak lebih baik lagi dalam membangun komunikasi antara para Pembina dan pelaksana TTIC, sehingga TTIC dan TTI dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan murah dan berkualitas.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...