Pengelola TTIC Harus Tangguh

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 15 May, 2017

Views: 294

Bogor - Jawa Barat, Untuk meningkatkan motivasi, memberikan semangat dan membangun etos kerja kepada tenaga pengelola Toko Tani Indonesia Center (TTIC), khususnya menghadapi bulan puasa Ramadhan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengadakan pertemuan peningkatan kinerja yang dikemas dalam bentuk OUTBOND di Hotel Bumi Gumati dan Resort, Bogor (10-11/5). Acara ini dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Tata Hubungan Kerja Ir. Baran Wirawan, M.Sc; Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Hubungan Masyarakat Dr. M. Amir Pattu, Staf Ahli Mentan Bidang Bio-Industri Dr. Gardjita Budi, beberapa pejabat Eselon II dan III serta staf. Dalam pertemuan tersebut Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, Ir Mulyadi Hendiawan, MM, mengatakan “Dibutuhkan tenaga pengelola yang tangguh dalam melaksanakan aktivitas pemasokan dan distribusi pangan untuk melayani TTI sebanyak 1.000 unit”, tegasnya. Para Pembina telah memberikan arahan perlunya kerjasama dan bekerja secara sekuat tenaga kepada para pengelola TTIC. Hal ini didasarkan atas target Toko Tani Indonesia (TTI) sebesar 1.000 TTI di wilayah Jabodetabek yang siap dipasok permintaannya. Selain itu, perlu antisipasi menghadapi permintaan pangan yang meningkat pada bulan Ramadhan, yaitu dengan memberikan pelayanan prima kepada konsumen dengan menjual pangan murah berkualitas. Strategi yang tidak kalah penting untuk dilakukan adalah melakukan kontrol terhadap permintaan pangan dari TTI secara periodik, demikian pula pemasokan pangan dari Gapoktan yang tersebar di tujuh propinsi. Untuk membangun kebersamaan dan kekompakan antara Pembina dengan para tenaga pengelola TTIC, pada pertemuan tersebut juga dilakukan senam bersama, ramah tamah, dan berbagai permainan. “Saya merasa senang dengan acara ini, karena selain lebih termotivasi, juga mengetahui tugas dan tanggung jawab sebagai pengelola TTIC,” kata Eko Purwanto, salah satu oeserta outbond. Melalui Outbond, diharapkan memberikan dampak lebih baik lagi dalam membangun komunikasi antara para Pembina dan pelaksana TTIC, sehingga TTIC dan TTI dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan murah dan berkualitas.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...