Pencanangan Perbaikan Jaringan Irigasi di Lombok Timur Diposting oleh : Administrator

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 23 Jan, 2015

Views: 148

Dalam rangka mendukung pelaksanaan peningkatan produksi  padi, jagung dan kedelai di NTB, dilakukan salah satunya melalui Program Perbaikan Jaringan  Irigasi dan Sarana Pendukungnya. Untuk mengawali Gerakan Perbaikan Jaringan Irigasi, maka dilakukan pencanangan perbaikan jaringan irigasi di Lombok Timur, pada tanggal 22 Januari 2015 telah dilaksanan kegiatan peletakan batu pertama sebagai tanda Pencanangan Perbaikan Jaringan Irigasi dalam Rangka Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai di Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Kegiatan pencangan dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Timur, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Timur, Komandan Kodim 1615 Kabupaten Lombok Timur beserta jajarannya, Kepala Bidang Distribusi Pangan Badan Ketahanan Pangan dan Staf (Tim penanggunjawab Kabupaten Lotim), Perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat, , Camat Masbagik, Kepala Desa Mas Bagik Utara, Kapolres Lombok Timur, Kapolsek Masbagik, DPRD, Penyuluh Pertanian, petani, tokoh agama dan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut juga dilaporkan bahwa sasaran tanam padi Kabupaten Lombok Timur adalah sebesar 89.381 Ha, sasaran tanam jagung adalah sebesar 1500 Ha, dan sasaran kedelai adalah sebesar 5500 Ha.

Peletakan batu pertama ini dilaksanakan di Kelompok P3A Beriuk Genjer Desa Masbagik Utara. Peletakan batu pertama dilaksanakan oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Wakil Bupati Lombok Timur, dan Komandan Kodim 1615 Kabupaten Lombok Timur. Daerah irigasi yang akan dibangun adalah di lahan seluas 126 Ha.

Pada saat pencanangan ini Wakil Bupati menyatakan kesanggupannya untuk mewujudkan swasembada pangan melalui UPSUS Pajale di Kabupaten Lombok Timur, antara lain dengan melakukan pengawalan penyediaan pupuk agar tepat waktu dan tepat jumlah sesuai kebutuhan petani, serta penyediaan bibit dan penanggulangan hama terpadu disiagakan.

Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan menuju kedaulatan pangan untuk kesejahteraan masyarakat, Komandan Kodim 1615 menyampaikan tugas pengawalan dan pendampingan yang dilakukan Babinsa, antara lain: (1) menggerakkan dan memotivasi petani untuk melaksanakan tanam serentak, perbaikan  dan pemeliharaan jaringan irigasi dan gerakan pengendalian OPT dan panen; (2) melaksanakan pengamanan penyaluran benih, pupuk dan alsintan serta infrastruktur jaringan irigasi; dan (3) melakukan pengawasan terhadap pemberkasan administrasi dan penyaluran bantuan kepada penerima manfaat. Pekerjaan tersebut tentu akan dilaksanakan secara bersama dengan penyuluh lapangan dan dukungan instansi terkait lain.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...