Pencanangan Perbaikan Jaringan Irigasi di Lombok Timur Diposting oleh : Administrator

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 23 Jan, 2015

Views: 121

Dalam rangka mendukung pelaksanaan peningkatan produksi  padi, jagung dan kedelai di NTB, dilakukan salah satunya melalui Program Perbaikan Jaringan  Irigasi dan Sarana Pendukungnya. Untuk mengawali Gerakan Perbaikan Jaringan Irigasi, maka dilakukan pencanangan perbaikan jaringan irigasi di Lombok Timur, pada tanggal 22 Januari 2015 telah dilaksanan kegiatan peletakan batu pertama sebagai tanda Pencanangan Perbaikan Jaringan Irigasi dalam Rangka Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai di Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Kegiatan pencangan dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Timur, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Timur, Komandan Kodim 1615 Kabupaten Lombok Timur beserta jajarannya, Kepala Bidang Distribusi Pangan Badan Ketahanan Pangan dan Staf (Tim penanggunjawab Kabupaten Lotim), Perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat, , Camat Masbagik, Kepala Desa Mas Bagik Utara, Kapolres Lombok Timur, Kapolsek Masbagik, DPRD, Penyuluh Pertanian, petani, tokoh agama dan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut juga dilaporkan bahwa sasaran tanam padi Kabupaten Lombok Timur adalah sebesar 89.381 Ha, sasaran tanam jagung adalah sebesar 1500 Ha, dan sasaran kedelai adalah sebesar 5500 Ha.

Peletakan batu pertama ini dilaksanakan di Kelompok P3A Beriuk Genjer Desa Masbagik Utara. Peletakan batu pertama dilaksanakan oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Wakil Bupati Lombok Timur, dan Komandan Kodim 1615 Kabupaten Lombok Timur. Daerah irigasi yang akan dibangun adalah di lahan seluas 126 Ha.

Pada saat pencanangan ini Wakil Bupati menyatakan kesanggupannya untuk mewujudkan swasembada pangan melalui UPSUS Pajale di Kabupaten Lombok Timur, antara lain dengan melakukan pengawalan penyediaan pupuk agar tepat waktu dan tepat jumlah sesuai kebutuhan petani, serta penyediaan bibit dan penanggulangan hama terpadu disiagakan.

Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan menuju kedaulatan pangan untuk kesejahteraan masyarakat, Komandan Kodim 1615 menyampaikan tugas pengawalan dan pendampingan yang dilakukan Babinsa, antara lain: (1) menggerakkan dan memotivasi petani untuk melaksanakan tanam serentak, perbaikan  dan pemeliharaan jaringan irigasi dan gerakan pengendalian OPT dan panen; (2) melaksanakan pengamanan penyaluran benih, pupuk dan alsintan serta infrastruktur jaringan irigasi; dan (3) melakukan pengawasan terhadap pemberkasan administrasi dan penyaluran bantuan kepada penerima manfaat. Pekerjaan tersebut tentu akan dilaksanakan secara bersama dengan penyuluh lapangan dan dukungan instansi terkait lain.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...