Pencanangan Peletakan “Batu Pertama Gerakan Perbaikan Jaringan Irigasi” Di Provinsi Yogyakarta

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 23 Jan, 2015

Views: 158

Program Swasembada Pangan Padi Nasional memerlukan strategi serta upaya khusus dalam peningkatan produksi melalui dua pendekatan strategi kegiatan berupa optimalisasi lahan dan pengembangan jaringan irigasi. Dengan dua strategi tersebut, peningkatan produksi padi dapat dicapai dengan peningkatan indeks pertanaman (IP) yang semula hanya dimanfaatkan satu kali tanam diharapkan menjadi dua kali tanam dalam setahun

Kementerian Pertanian berinisiasi melaksanakan pencanangan Peletakan Batu Pertama Gerakan Pengembangan Jaringan Irigasi secara Nasional di seluruh Provinsi dengan lokasi di sentra produksi dengan pelaksana adalah aparat kelompok penerima manfaat dari kegiatan tersebut diatas. 

Provinsi Yogyakarta, pada kegiatan peletakan batu pertama Gerakan Perbaikan Jaringan Irigasi dilakukan di empat kabupaten, yaitu di Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Sleman yang dilaksanakan serentak pada tanggal 20 Januari 2015.

Lokasi peletakan batu pertama Gerakan Perbaikan Jaringan Irigasi dimasing-masing kabupaten sebagai berikut : (1) Kabupaten Bantul di Kelompok Tani Tras Klodas, Dusun Selo Gedong, Desa Argodadi, Kec. Sedayu; (2) Kabupaten Gunung Kidul, Kelompok P3A Sari Tirto Rahayu Simo II, Desa Genjahan, Kec. Ponjong; (3) Kabupaten Kulon Progo, Kelompok P3A Sedyo Makmur, Desa Janten, Kec. Temon; (4) Kabupaten Sleman dilaksanakan di Kelompok Tani Ngaglik, Dusun Ngaglik, Desa Sumbersari, Kec. Moyudan.

Kegiatan Peletakan Batu Pertama Perbaikan Jaringan Irigasi, dihadiri oleh Bupati, Kepala Dinas Pertanian, Dandim, serta undangan-undangan lainnya.

Melalui pencanangan ini diharapkan Kabupaten Sentra Produksi Penerima manfaat akan lebih serius mengajukan Calon Petani dan Calon Lokasi bakal penerima manfaat. Sehingga petani dan lokasi yang diusulkan memenuhi persyaratan sesuai verifikasi dan validasi data penerima manfaat sesuai Pedum Teknis Optimalisasi lahan dan Pedoman teknis Perbaikan jaringan Irigasi.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...