Pemerintah Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama Dengan Gapoktan dan Toko Tani Indonesia (TTI)

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 04 Apr, 2016

Views: 190

Bandar Lampung 30 Maret 2016, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Ketahanan Pangan Daerah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) dan Toko Tani Indonesia (TTI) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani, menjaga stabilisasi dan pasokan beras. Penandatanganan itu dilakukan di Hotel Emersia, Kota Bandarlampung, Rabu tanggal 30 Maret 2016. Penandatanganan disaksikan Wakil Gubernur Lampung (Bachtiar Basri) dan dihadiri oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Ketua TP4K, Tim Pembina PUPM Provinsi Lampung, Tim Teknis Kabupaten/Kota PUPM, Ketua Gapoktan, Pendamping Gapoktan dan TTI. Selesai acara penandatanganan Mou, dilanjutkan dengan launching beras TTI. Dalam sambutannya Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri menjelaskan bahwa Program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) atau Toko Tani Indonesia (TTI) merupakan bentuk komitmen dan upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani serta pengendalian inflasi akibat harga pangan. Sehingga, katanya, melalui program ini terjadi keseimbangan harga yang saling menguntungkan, baik di tingkat produsen maupun konsumen. Selanjutnya Wakil Gubernur Lampung mengatakan, Program baru yang diluncurkan ini merupakan program pemerintah pusat yang harus didukung oleh semua pihak, baik pihak pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota maupun petani dan masyarakat. "Jangan sampai program ini bermasalah saat sudah berjalan. Saya ingin ini dilakukan dengan benar-benar sesuai peruntukannya," ujarnya. Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Lampung mengatakan bahwa Lampung merupakan wilayah yang sering terjadi gejolak harga, oleh karena itu TTI nya dipilih di area perkotaan karena merupakan wilayah rawan gejolak harga. Pihaknya pada 2016 akan meluncurkan pengembangan usaha pangan masyarakat (PUPM) untuk 20 gapoktan dan 40 TTI, yang tersebar di beberapa kabupaten, lokasinya berada di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, Tanggamus, Pesawaran, dan Bandar Lampung.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...