Pemerintah Provinsi Lampung Jalin Kerja Sama Dengan Gapoktan dan Toko Tani Indonesia (TTI)

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 04 Apr, 2016

Views: 236

Bandar Lampung 30 Maret 2016, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Ketahanan Pangan Daerah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) dan Toko Tani Indonesia (TTI) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani, menjaga stabilisasi dan pasokan beras. Penandatanganan itu dilakukan di Hotel Emersia, Kota Bandarlampung, Rabu tanggal 30 Maret 2016. Penandatanganan disaksikan Wakil Gubernur Lampung (Bachtiar Basri) dan dihadiri oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Ketua TP4K, Tim Pembina PUPM Provinsi Lampung, Tim Teknis Kabupaten/Kota PUPM, Ketua Gapoktan, Pendamping Gapoktan dan TTI. Selesai acara penandatanganan Mou, dilanjutkan dengan launching beras TTI. Dalam sambutannya Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri menjelaskan bahwa Program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) atau Toko Tani Indonesia (TTI) merupakan bentuk komitmen dan upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani serta pengendalian inflasi akibat harga pangan. Sehingga, katanya, melalui program ini terjadi keseimbangan harga yang saling menguntungkan, baik di tingkat produsen maupun konsumen. Selanjutnya Wakil Gubernur Lampung mengatakan, Program baru yang diluncurkan ini merupakan program pemerintah pusat yang harus didukung oleh semua pihak, baik pihak pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota maupun petani dan masyarakat. "Jangan sampai program ini bermasalah saat sudah berjalan. Saya ingin ini dilakukan dengan benar-benar sesuai peruntukannya," ujarnya. Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Lampung mengatakan bahwa Lampung merupakan wilayah yang sering terjadi gejolak harga, oleh karena itu TTI nya dipilih di area perkotaan karena merupakan wilayah rawan gejolak harga. Pihaknya pada 2016 akan meluncurkan pengembangan usaha pangan masyarakat (PUPM) untuk 20 gapoktan dan 40 TTI, yang tersebar di beberapa kabupaten, lokasinya berada di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, Tanggamus, Pesawaran, dan Bandar Lampung.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...