Pemerintah Kembali Naikkan HBP Kedelai Juli-September 2014

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 21 Aug, 2014

Views: 172

Kebijakan Pemerintah tentang Program Stabilisasi Harga Kedelai (Program SHK) antara lain dengan menentukan harga pembelian kedelai petani (HBP) yang diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi petani. Penetapan HBP kedelai sudah di keluarkan sebanyak 5 (lima) kali sejak digulirkannya kebijakan SHK pada pertengahan tahun 2013, yaitu: (1) periode Juli-September 2013 sebesar Rp 7.000/kg (Permendag No.25 tahun 2013); (2) periode Oktober-Desember 2013 sebesar Rp 7.400/kg (Permendag No.59 tahun 2013) naik sekitar 5,71 persen; (3) periode Januari-Maret 2014 sebesar Rp 7.500/kg (Permendag No.84 tahun 2013) naik sekitar 1,4 persen; (4) periode April-Juni 2014 sebesar Rp 7.500/kg (Permendag No. 18 Tahun 2014), masih tetap dengan peridoe sebelumnya; dan (5) periode Juli-September 2014 sebesar Rp 7.600/kg (Permendag No. 38 Tahun 2014), naik sekitar 1,33 persen dari periode sebelumnya.

Peningkatan HBP kedelai periode Juli-September 2014 antara lain berdasarkan pertimbangan adanya peningkatan harga benih kedelai ditingkat petani sekitar Rp 100/kg. Selain itu, peningkatan harga sarana produksi (pupuk, obat-obatan, dan tenaga kerja) juga membuat biaya usahatani tanaman kedelai menjadi lebih mahal, sehingga dengan HBP kedelai periode sebelumnya, keuntungan petani kedelai yang diperoleh menjadi berkurang.

Dengan adanya peningkatan HBP kedelai, diharapakan dapat merangsang dan mendorong petani untuk tetap menanam kedelai, serta upaya pemerintah untuk melindungi petani dari harga jatuh pada saat panen raya. Namun demikian, hal yang perlu diantisipasi adalah peningkatan HBP kedelai juga berpotensi mendorong harga eceran kedelai meningkat sehingga dikhawatirkan akan menyulitkan para produsen pengolahan kedelai (tahu dan tempe). Hal lainnya adalah harga kedelai internasional yang cenderung turun akan berdampak pada masuknya kedelai impor dalam jumlah yang cukup besar sehingga akan berpotensi harga kedelai ditingkat petani menjadi anjlok sehingga petani kembali dirugikan (@MDH).

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...