Pemantauan Lumbung Pangan Masyarakat di Kabupaten Ciamis

Diterbitkan pada Kegiatan Pada 31 May, 2018

Views: 48

Kelompok LPM Karya Sari V 

Desa Kepel, Kecamatan Cisaga, Kab. Ciamis

 

Lumbung pangan pada masa lalu merupakan sebentuk kearifan lokal dalam menghadapi masa-masa paceklik. Peranannya yang begitu vital telah memberikan bukti kemanfaatan yang nyata bagi masyarakat perdesaan.  Dan hal inilah yang ingin dihadirkan kembali oleh salah satu kelompok lumbung pangan yang berada di Desa Kepel, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis. Nama kelompok tersebut adalah LPM Karya Sari V. Kelompok ini merupakan salah satu LPM binaan Pemda. Ciamis yang telah mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah.

Struktur LPM Karya Sari dibentuk secara organisasi pada tahun 2013. Kelompok ini dipimpin oleh seorang ketua bernama Bapak Enda dengan dibantu Ibu Dasih sebagai sekretaris dan Bapak Udung sebagai Bendahara. Di tahun 2013, seiring dengan pembentukan struktur pengurus, kelompok ini terseleksi mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan fisik lumbung. Bangunan yang didirikan diatas tanah hibah milik salah salah satu pengurus ini memiliki ukuran luas lumbung yakni  4 m x 6 m. Bangunan tersebut juga sekaligus dilengkapi dengan lantai jemur yang dibangun disamping gudang lumbung dengan luasan 3 m x 7 m.  Secara penampakan fisik lumbung, bangunan tersebut hingga saat ini masih berdiri kokoh dan terawat dengan baik.  Adapun terkait dengan kepemilikan asset fisik kelompok, beradasar kondisi yang ada kelompok ini belum memiliki RMU maupun timbangan.  Kedepan mereka berharap agar sekirnya diberikan peluang bantuan sarana fisik lain yang dapat menunjang perkembangan pengelolaan lumbung.

Kelompok lumbung pangan pimpinan Bapak Enda, pada awal pembentukan organisasi telah memiliki anggota sebanyak 72 orang. Dan jumlah tersebut hingga maret 2018 tidak mengalami perubahan. Sebagaimana dengan keberadaan kelompok lain, Kelompok LPM Karya Sari V juga melengkapi struktur organisasinya dengan membuat seksi atau bidang-bidang yang dibutuhkan dalam membantu pengelolaan kegiatan lumbung pangan.

Dari sisi stok ketersediaan cadangan pangan, dengan diberikannya bantuan pemerintah sebesar Rp. 20 juta di tahun 2015, kelompok dapat membeli gabah untuk iron stock sebanyak 3 ton. Dan selama proses pengelolaan stok cadangan, pengurus telah melakukan refresh stok cadangan oleh sebab menghindari penuruan kualitas yang dapat mengakibatkan gabah tidak layak untuk di konsumsi.

“Terkait stok cadangan ini sudah kami ganti pak. Kami jual untuk dibelikan kembali. Karena kalau tidak begitu khawatir kualitas gabah turun seperti berubah warna. Dan kebetulan pas harga jual cukup  bagus, tutur salah satu pengurus.”

Pasca dilakukan refresh tersebut kondisi stok cadangan digudang saat ini ada sebanyak 2,5 ton gabah. Adapun terkait dengan perkembangan harga gabah di wilayah Desa Kepel sekianya menarik untuk dicatat bahwa di desa ini tidak ditemui penduduk yang menjual gabah kering panan (GKP). Warga desa biasanya menjual gabah dalam bentuk GKG dengan kisaran harga Rp. 5000/kg. Sedangkan untuk harga beras kelas medium ditingkat penggilingan yakni pada rentang harga Rp. 8.000 – 9.000/kg sedangkan ditingkat pasar yakni Rp. 10.000/kg.

Perjalanan pengelolaan lumbung pangan Karya Sari hingga saat ini masih sebatas mengelola stok cadangan pangan. Keberadaan kegiatan ini sungguh sangat dirasakan kemanfaatannya bagi anggota utamanya pada masa paceklik atau kondisi sosial tertentu yang mengakibatkan rawan pangan. Adapun untuk kegiatan-kegiatan penunjang  semisal simpan pinjam saat ini belum dilakukan di internal kelompok namun niatan ini sudah mencoba untuk diwujudkan. Harapannya dengan adanya kegiatan bersama tersebut dapat mengikat tanggung jawab dan menguatkan rasa kebersamaan.

Adapun sehubungan dengan kelengkapan administrasi di tingkat kelompok, pengurus telah memiliki beberapa kelengkapan penunjang seperti buku tamu, absensi, notulensi dan buku alur jual beli stok cadangan. Pengurus kedepan bertekad untuk terus mengembangkan dan memajukan kegiatan kelompok dan semakin memberikan manfaat bagi warga khususnya anggota.


Berita Terkait

  • Semangat Lebaran, Sergap Idul Fitri Terus Digiatkan

    Kegiatan Serap Gabah/Beras Petani (Sergap) yang dilakukan Tim Sergap Kementerian Pertanian, TNI-AD, dan Perum Bulog terus diintensifkan sejak H+2 Lebaran. Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, Sergap Idul Fitri dilaksanakan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mendorong realisasi kerja sama kemitraan antara Perum Bulog dengan Gapoktan dan perusahaan penggilingan padi.


    Dalam kesempatan ini Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengatakan "Keberadaan Tim Sergap sangat penting dalam mendukung kedaulatan pangan, utamanya dalam pemenuh...

  • Libur Lebaran: BKP Kementan realisasikan kontrak sergap Sub Divre Surakarta di 6 Kabupaten


    Untuk mengisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Bulog dan satgas sergap terus mempercepat pencapaian target penyerapan gabah (Sergap) di Propinsi Jawa Tengah.


    Seperti hari ini, Selasa (19/6) telah dilakukan penandatangan Order Pembelian (OP) antara Bulog dengan para mitra, termasuk Perpadi di Subdivre Surakarta yang  disaksikan langsung oleh Kepala BKP, Agung Hendriadi.


    "Jajaran Kementerian Pertanian dan Satgas Sergap terus bekerja saat libur lebaran ini, dan hari ini Kita menyaksikan penandatangan OP, kontrak menc...

  • Dari Pantauan BKP Kementan, Pasca Lebaran Stok dan Harga Pangan Stabil


    Dari hasil pantauan Tim P2H (Pemantau Pasokan dan Harga Pangan) Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian di sejumlah pasar di beberapa provinsi 3 hari pasca lebaran idulfitri, stok dan harga pangan stabil bahkan cenderung turun.


    Hal ini bisa dilihat dari hasil pantauan kepasar-pasar yang dilakukan pada tanggal 17 Juni 2018 sebagaimana dilaporkan berikut ini.


    Di Pasar Tamanan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pasokan pangan aman dan harga stabil, bahkan menurut para pedagang cenderung turun dibanding sebelum Idul Fitri, terutama telur ayam ras turun dari Rp. 20.500,-...