Pemantauan Lumbung Pangan Masyarakat di Kabupaten Ciamis

Diterbitkan pada Kegiatan Pada 31 May, 2018

Views: 103

Kelompok LPM Karya Sari V 

Desa Kepel, Kecamatan Cisaga, Kab. Ciamis

 

Lumbung pangan pada masa lalu merupakan sebentuk kearifan lokal dalam menghadapi masa-masa paceklik. Peranannya yang begitu vital telah memberikan bukti kemanfaatan yang nyata bagi masyarakat perdesaan.  Dan hal inilah yang ingin dihadirkan kembali oleh salah satu kelompok lumbung pangan yang berada di Desa Kepel, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis. Nama kelompok tersebut adalah LPM Karya Sari V. Kelompok ini merupakan salah satu LPM binaan Pemda. Ciamis yang telah mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah.

Struktur LPM Karya Sari dibentuk secara organisasi pada tahun 2013. Kelompok ini dipimpin oleh seorang ketua bernama Bapak Enda dengan dibantu Ibu Dasih sebagai sekretaris dan Bapak Udung sebagai Bendahara. Di tahun 2013, seiring dengan pembentukan struktur pengurus, kelompok ini terseleksi mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan fisik lumbung. Bangunan yang didirikan diatas tanah hibah milik salah salah satu pengurus ini memiliki ukuran luas lumbung yakni  4 m x 6 m. Bangunan tersebut juga sekaligus dilengkapi dengan lantai jemur yang dibangun disamping gudang lumbung dengan luasan 3 m x 7 m.  Secara penampakan fisik lumbung, bangunan tersebut hingga saat ini masih berdiri kokoh dan terawat dengan baik.  Adapun terkait dengan kepemilikan asset fisik kelompok, beradasar kondisi yang ada kelompok ini belum memiliki RMU maupun timbangan.  Kedepan mereka berharap agar sekirnya diberikan peluang bantuan sarana fisik lain yang dapat menunjang perkembangan pengelolaan lumbung.

Kelompok lumbung pangan pimpinan Bapak Enda, pada awal pembentukan organisasi telah memiliki anggota sebanyak 72 orang. Dan jumlah tersebut hingga maret 2018 tidak mengalami perubahan. Sebagaimana dengan keberadaan kelompok lain, Kelompok LPM Karya Sari V juga melengkapi struktur organisasinya dengan membuat seksi atau bidang-bidang yang dibutuhkan dalam membantu pengelolaan kegiatan lumbung pangan.

Dari sisi stok ketersediaan cadangan pangan, dengan diberikannya bantuan pemerintah sebesar Rp. 20 juta di tahun 2015, kelompok dapat membeli gabah untuk iron stock sebanyak 3 ton. Dan selama proses pengelolaan stok cadangan, pengurus telah melakukan refresh stok cadangan oleh sebab menghindari penuruan kualitas yang dapat mengakibatkan gabah tidak layak untuk di konsumsi.

“Terkait stok cadangan ini sudah kami ganti pak. Kami jual untuk dibelikan kembali. Karena kalau tidak begitu khawatir kualitas gabah turun seperti berubah warna. Dan kebetulan pas harga jual cukup  bagus, tutur salah satu pengurus.”

Pasca dilakukan refresh tersebut kondisi stok cadangan digudang saat ini ada sebanyak 2,5 ton gabah. Adapun terkait dengan perkembangan harga gabah di wilayah Desa Kepel sekianya menarik untuk dicatat bahwa di desa ini tidak ditemui penduduk yang menjual gabah kering panan (GKP). Warga desa biasanya menjual gabah dalam bentuk GKG dengan kisaran harga Rp. 5000/kg. Sedangkan untuk harga beras kelas medium ditingkat penggilingan yakni pada rentang harga Rp. 8.000 – 9.000/kg sedangkan ditingkat pasar yakni Rp. 10.000/kg.

Perjalanan pengelolaan lumbung pangan Karya Sari hingga saat ini masih sebatas mengelola stok cadangan pangan. Keberadaan kegiatan ini sungguh sangat dirasakan kemanfaatannya bagi anggota utamanya pada masa paceklik atau kondisi sosial tertentu yang mengakibatkan rawan pangan. Adapun untuk kegiatan-kegiatan penunjang  semisal simpan pinjam saat ini belum dilakukan di internal kelompok namun niatan ini sudah mencoba untuk diwujudkan. Harapannya dengan adanya kegiatan bersama tersebut dapat mengikat tanggung jawab dan menguatkan rasa kebersamaan.

Adapun sehubungan dengan kelengkapan administrasi di tingkat kelompok, pengurus telah memiliki beberapa kelengkapan penunjang seperti buku tamu, absensi, notulensi dan buku alur jual beli stok cadangan. Pengurus kedepan bertekad untuk terus mengembangkan dan memajukan kegiatan kelompok dan semakin memberikan manfaat bagi warga khususnya anggota.


Berita Terkait

  • Bangka Belitung Gaungkan Diversifikasi Pangan

    Upaya peningkatan diversifikasi konsumsi pangan masyarakat terus digalakkan pemerintah. Kali ini dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung digaungkan Gerakan Makan Sayuran, Buah, Umbi-umbian, Kacang-kacangan, dan Ayam Merawang atau yang disingkat GEMA SABUK AMANG.


    Launching gerakan resmi dituangkan dalam Peraturan Gubernur Bangka Belitung No.30 Tahun 2018,  disambut antusias aparat daerah dan masyarakat.


    Dalam sambutannya, Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, menghimbau kepada para pimpinan kabupaten/kota se-Bangka Belitung agar menindaklanjuti gerakan ini secara masif di daerah...

  • Kepala BKP Kementan Jelaskan Tantangan Ketahanan Pangan Indonesia


    "Fokus kita saat ini bukan hanya feeding the world, tetapi juga bagaimana mencapai sasaran akhir pembangunan ketahanan pangan, yaitu terwujudnya Sumberdaya Manusia yang tangguh, sehat, aktif dan produktif," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi,

    dihadapan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Fakultas Teknologi Pertanian pada Seminar Teknologi Pertanian Jabodetabek di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BB Mektan) Serpong-Banten, Kamis   (09/08).


    Menurut Agung, beberapa tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia, ...

  • Sagu Indonesia Untuk Dunia


    Sagu telah dikenal sejak lama menjadi salah satu pangan sumber karbohidrat bagi masyarakat Indonesia. Potensi sagu kini tidak hanya dikembangkan di wilayah timur Indonesia saja, akan tetapi telah meluas ke wilayah sumatera khususnya Provinsi Riau.


    Melalui Seminar Sagu Asean ke IV yang dilaksanakan 7-9 Agustus 2018 di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau ingin menyampaikan pesan bahwa, sagu Riau siap menjadi salah satu komoditas pangan strategis di Indonesia bahkan dunia.


    Acara seminar dibuka  Gubernur Riau,  dihadiri  peserta dari seluruh Indonesia dan pembicara dari Jepang dan Mala...