Pemantauan Lumbung Pangan Masyarakat di Kabupaten Ciamis

Diterbitkan pada Kegiatan Pada 31 May, 2018

Views: 187

Kelompok LPM Karya Sari V 

Desa Kepel, Kecamatan Cisaga, Kab. Ciamis

 

Lumbung pangan pada masa lalu merupakan sebentuk kearifan lokal dalam menghadapi masa-masa paceklik. Peranannya yang begitu vital telah memberikan bukti kemanfaatan yang nyata bagi masyarakat perdesaan.  Dan hal inilah yang ingin dihadirkan kembali oleh salah satu kelompok lumbung pangan yang berada di Desa Kepel, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis. Nama kelompok tersebut adalah LPM Karya Sari V. Kelompok ini merupakan salah satu LPM binaan Pemda. Ciamis yang telah mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah.

Struktur LPM Karya Sari dibentuk secara organisasi pada tahun 2013. Kelompok ini dipimpin oleh seorang ketua bernama Bapak Enda dengan dibantu Ibu Dasih sebagai sekretaris dan Bapak Udung sebagai Bendahara. Di tahun 2013, seiring dengan pembentukan struktur pengurus, kelompok ini terseleksi mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan fisik lumbung. Bangunan yang didirikan diatas tanah hibah milik salah salah satu pengurus ini memiliki ukuran luas lumbung yakni  4 m x 6 m. Bangunan tersebut juga sekaligus dilengkapi dengan lantai jemur yang dibangun disamping gudang lumbung dengan luasan 3 m x 7 m.  Secara penampakan fisik lumbung, bangunan tersebut hingga saat ini masih berdiri kokoh dan terawat dengan baik.  Adapun terkait dengan kepemilikan asset fisik kelompok, beradasar kondisi yang ada kelompok ini belum memiliki RMU maupun timbangan.  Kedepan mereka berharap agar sekirnya diberikan peluang bantuan sarana fisik lain yang dapat menunjang perkembangan pengelolaan lumbung.

Kelompok lumbung pangan pimpinan Bapak Enda, pada awal pembentukan organisasi telah memiliki anggota sebanyak 72 orang. Dan jumlah tersebut hingga maret 2018 tidak mengalami perubahan. Sebagaimana dengan keberadaan kelompok lain, Kelompok LPM Karya Sari V juga melengkapi struktur organisasinya dengan membuat seksi atau bidang-bidang yang dibutuhkan dalam membantu pengelolaan kegiatan lumbung pangan.

Dari sisi stok ketersediaan cadangan pangan, dengan diberikannya bantuan pemerintah sebesar Rp. 20 juta di tahun 2015, kelompok dapat membeli gabah untuk iron stock sebanyak 3 ton. Dan selama proses pengelolaan stok cadangan, pengurus telah melakukan refresh stok cadangan oleh sebab menghindari penuruan kualitas yang dapat mengakibatkan gabah tidak layak untuk di konsumsi.

“Terkait stok cadangan ini sudah kami ganti pak. Kami jual untuk dibelikan kembali. Karena kalau tidak begitu khawatir kualitas gabah turun seperti berubah warna. Dan kebetulan pas harga jual cukup  bagus, tutur salah satu pengurus.”

Pasca dilakukan refresh tersebut kondisi stok cadangan digudang saat ini ada sebanyak 2,5 ton gabah. Adapun terkait dengan perkembangan harga gabah di wilayah Desa Kepel sekianya menarik untuk dicatat bahwa di desa ini tidak ditemui penduduk yang menjual gabah kering panan (GKP). Warga desa biasanya menjual gabah dalam bentuk GKG dengan kisaran harga Rp. 5000/kg. Sedangkan untuk harga beras kelas medium ditingkat penggilingan yakni pada rentang harga Rp. 8.000 – 9.000/kg sedangkan ditingkat pasar yakni Rp. 10.000/kg.

Perjalanan pengelolaan lumbung pangan Karya Sari hingga saat ini masih sebatas mengelola stok cadangan pangan. Keberadaan kegiatan ini sungguh sangat dirasakan kemanfaatannya bagi anggota utamanya pada masa paceklik atau kondisi sosial tertentu yang mengakibatkan rawan pangan. Adapun untuk kegiatan-kegiatan penunjang  semisal simpan pinjam saat ini belum dilakukan di internal kelompok namun niatan ini sudah mencoba untuk diwujudkan. Harapannya dengan adanya kegiatan bersama tersebut dapat mengikat tanggung jawab dan menguatkan rasa kebersamaan.

Adapun sehubungan dengan kelengkapan administrasi di tingkat kelompok, pengurus telah memiliki beberapa kelengkapan penunjang seperti buku tamu, absensi, notulensi dan buku alur jual beli stok cadangan. Pengurus kedepan bertekad untuk terus mengembangkan dan memajukan kegiatan kelompok dan semakin memberikan manfaat bagi warga khususnya anggota.


Berita Terkait

  • Kepala BKP dan Atase Pertanian Jepang bahas Isu Ketahanan Pangan

    Dalam rangka membahas situasi, kebijakan serta isu-isu pangan dan pertanian di Indonesia, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi menerima kunjungan Atase Pertanian Jepang untuk Indonesia Mr. Yusuke Shimizu di Jakarta (9/10).

    Pada kesempatan ini, Kepala BKP menjelaskan tentang upaya-upaya yang telah dan akan dilakukan oleh Kementerian Pertanian untuk menjamin ketersediaan pangan yang cukup dan stabilitas harga pangan.

    “Beberapa terobosan yang sudah dilakukan termasuk target capaian adalah kebijakan pengurangan impor 9 komoditas yakni daging sapi, gula tebu, susu sapi, kapas, kedela...

  • Produksi Pertanian Setiap Tahun Meningkat


    "Melalui berbagai kegiatan yang kami lakukan, data menunjukkan tiap tahun produksi pertanian meningkat, sehingga pangan kita cukup terutama beras," ujar Kepala Badan Ketahanan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi dalam Rountable Ketahanan pangan Nasional tahun 2019 di Menara Kadin Indonesia, Senin (24/9).


    Dalam acara yang penyelenggaraannya bertepatan dengan Hari Tani Indonesia ini, Agung tampil mewakili Menteri Pertanian.


    Dalam paparannya Agung menjelaskan beberapa produksi pertanian  meningkat,  eksport pangan juga meningkat.


    Selain itu, menurut Agung, Kementan juga...

  • Kawasan Mandiri Pangan Kementan dapat Meningkatkan Pendapatan dan Entaskan Kemiskinan


    "Melalui pemberdayaan masyarakat dan pembangunan ekonomi di Kawasan Mandiri Pangan, saya yakin dapat  meningkatkan pendapatan yang pada akhirnya juga berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi saat mengunjungi Kawasan Mandiri Pangan (KMP) di Kabupaten Gianyar, Bali, Jum’at (21/9).


    Kawasan Mandiri Pangan merupakan kegiatan prioritas nasional BKP yang dilaksanakan pada daerah rentan rawan pangan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan dan dukungan lintas sektor unt...