Pemantauan Lumbung Pangan Masyarakat di Kabupaten Garut

Diterbitkan pada Kegiatan Pada 30 May, 2018

Views: 598

Kelompok LPM Rhineka 

Desa Neglasasi, Kecamatan Kadungora, Kab. Garut

 

Kelompok LPM Rhineka yang diketuai oleh Bapak Enjang Wijaya ini berada di Desa Neglasasi, Kecamatan Kadungora. Kelompok ini mendapatkan bantuan pembangunan fisik lumbung melalui Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian pada tahun 2014, dengan ukuran 6 x 8 meter, sekaligus mendapatkan pembangunan lantai jemur dengan ukuran 10 x 8 meter. Pada tahun berikutnya mendapat fasilitasi pengisian cadangan pangan sebanyak 3,3 ton GKG.

Kelompok LPM Rhineka ini adalah kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan kelompok tani (Gapaoktan) Sejahtera yang pada awalnya mempunyai anggota sebanyak 29 orang dan saat ini telah berkembang menjadi 38 orang. Gapoktan Sejahtera merupakan gabungan 5 kelompoktani yaitu Kelompok tani Rineka, Bojong, Mekarsari, Mekarjaya, Taruna Jaya.

Untuk meningkatkan pemupukan modal, kelompok LPM ini menggalang iyuran dari anggotanya berupa gabah sebanyak 10 kg setiap kali musim panen. Hingga saat ini perkembangan modal kelompok telah mencapai 8 ton gabah. Pada saat kunjungan tersimpan gabah sebanyak 3 ton di gudang, dimana sisanya masih dipinjam oleh anggotanya.

Dengan aktivitas yang tunjukan oleh kelompok ini dalam menjalankan kegiatannya pada tahun 2015, kelompok ini kembali meandapatkan bantuan RMU dari Dana alokasi Khusus Bidang Pertanian.

Dengan kepemimpinan Bapak Enjang Wijaya, yang sekaligus juga ketua Gapoktan Sejahtera, kelompok LPM ini terus berkembang melakukan pengeloalan RMU yang diperolehnya dengan melakukan penjualan beras. Pada tahun 2017 Gapoktan Sejahtera mendapat kepercayaan sebagai pelaksana kegiatan PUPM.



Kelompok LPM Sentosa

 Desa Suko Sono, Kecamatan Sukawening, Kab. Garut

 

Kelompok Lumbung Pangan Masyarakat Sentosa terletak di Kp. Sumur Sari, Desa Suka Sono, kecamatan Sukawening kabupaten Garut, provinsi Jawa Barat. Kelompok ini mempunyai anggota sebanyak 30 orang yang dipimpin oleh ketua Bapak Kuniawan. Lumbung yang dimiliki kelompok dibangun melalui Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian pada tahun 2010.

Dalam pengisian lumbung, kelompok ini mengumpulkan iuran dari anggotanya sebanyak 25 kg setiap musim panen, sampai saat ini telah terkumpul gabah miliki kelompok sebanyak 2,5 yang kemudian dipinjamkan kepada anggota menjelang musim tanam dan dikembalikan ke lumbung setelah panen. Jasa pinjaman sebesar 5 kg per 1 kwintal.

Pada tahun 2015 kelompok ini mendapatkan bantuan RMU dari Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian. Kelompok ini menerima upah penggilingan padi dari anggota dan masyarakat sekitarnya, upah giling yang diterima adalah sebesar 5 kg beras setiap 1 kwintal gabah. Dengan RMU ini kelompok mengembangkan usaha penjualan beras dengan membeli gabah dari anggotanya.

 yang tergabung dalam Gabungan kelompok tani (Gapaoktan) Sejahtera yang pada awalnya mempunyai anggota sebanyak 29 orang dan saat ini telah berkembang menjadi 38 orang. Gapoktan Sejahtera merupakan gabungan 5 kelompoktani yaitu Kelompok tani Rineka, Bojong, Mekarsari, Mekarjaya, Taruna Jaya.

Untuk meningkatkan pemupukan modal, kelompok LPM ini menggalang iyuran dari anggotanya berupa gabah sebanyak 10 kg setiap kali musim panen. Hingga saat ini perkembangan modal kelompok telah mencapai 8 ton gabah. Pada saat kunjungan tersimpan gabah sebanyak 3 ton di gudang, dimana sisanya masih dipinjam oleh anggotanya.

Dengan aktivitas yang tunjukan oleh kelompok ini dalam menjalankan kegiatannya pada tahun 2015, kelompok ini kembali meandapatkan bantuan RMU dari Dana alokasi Khusus Bidang Pertanian.

Dengan kepemimpinan Bapak Enjang Wijaya, yang sekaligus juga ketua Gapoktan Sejahtera, kelompok LPM ini terus berkembang melakukan pengeloalan RMU yang diperolehnya dengan melakukan penjualan beras. Pada tahun 2017 Gapoktan Sejahtera mendapat kepercayaan sebagai pelaksana kegiatan PUPM.




Kelompok LPM Sugih Mukti

 Desa Cigawir, Kecamatan Sela Awi, Kab. Garut

 

Kelompok Lumbung Pangan Sugih Mukti merupakan Lumbung Pangan Masyarakat dibangun melalui dana DAK tahun 2014 dan diisi melalui dana APBN tahun 2015. LPM dikelola oleh Kelompok Tani Sugih Mukti, tepatnya berada di Kp Nenggeng Desa Cigawir Kec. Sela Awi Kab. Garut, Provinsi Jawa Barat. Lumbung Pangan dengan ukuran 6 x 7m saat ini terisi 3.3 ton gabah milik kelompok, sedangkan yang ada di masyarakat sebanyak 2 ton gabah. Menurut Ketua Poktan Sugih Mukti, Bpk Agus Abdul Hakim, Lumbung pangan milik kelompoknya melayani simpan pinjam berupa padi ke anggota poktan.

Anggota kelompok LPM melakukan peminjaman gabah pada saat menjelang tanam dan pengembalian pinjaman tersebut ditetapkan dalam satu musim panen. “Anggota yang meminjam padi satu karung yang berisi 30-50 kg per panen, wajib mengembalikan ke lumbung 35-55 kg per panen .” Ujar Agus.

Pada tahun 2015 kelompok LPM ini mendapatkan bantuan RMU dari Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian. RMU ini dipergunakan untuk menggiling gabah anggotanya  dengan jasa penggilingan per kwintal (100 kg) sebesar 30 ribu rupiah. Rendemen yang dihasilkan RMU ini tergantung dari kwalitas gabah petani, pada umumnya mencapai 60 – 62,5 %.

Dari aktivitas simpan pinjam tersebut, kelompok lumbung pangan yang berdiri tahun 2015 ini berkembang anggotanya. Pada awal berdiri hanya beranggotakan 25 orang telah berkembang menjadi 35 orang. Manfaat LPM yang dirasakan oleh anggotanya dapat membantu anggotanya dalam antisipasi di musim paceklik dengan melakukan peminjaman gabah kepada kelompok.







Berita Terkait

  • TTI Kementan Gelar Operasi Pasar Bawang Merah dan Bawang Putih Pada 46 Titik di Jakarta

    Jakarta (12/04) - Dalam rangka stabilisasi harga bahan pangan pokok, khususnya meredam harga bawang merah dan bawang putih yang cenderung meningkat sejak awal Maret lalu, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menggelar operasi pasar selama 5 hari (12 – 16 April 2019)  di beberapa titik wilayah Jakarta.

    "Operasi pasar ini perlu kami lakukan, karena melihat ada kecenderungan harga bawang merah dan bawang putih yang meningkat. Melalui operasi pasar,  diharapkan harga bisa stabil dan kembali normal," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian  (Kementan) Agung Hendriadi saat m...

  • Kepala BKP Kementan Genjot Serapan Gabah Petani Wilayah Jawa Timur

    "Kita semua mempunyai misi besar untuk mewujudkan ketahanan pangan.  Pertama dari aspek ketersediaan, kedua aspek keterjangkauan, dan ketiga adalah stabilisasi harga dan pasokan," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi saat rapat koordinasi Serap Gabah Petani (Sergap) di Kantor Subdivre Jember, Bondowoso. Selasa (9/4/2019).

    Untuk mendorong percepatan sergap, Agung yang didampingi Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Andriko Noto Susanto, berkeliling ke wilayah Jember sampai Bondowoso untuk memantau sergap dan harga yang terjadi di lapanga...

  • Menteri Pertanian Minta Bulog Cegah Anjloknya Harga Gabah

    Saat ini beberapa daerah sentra produksi beras sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil kerja kerasnya. Oleh karena itu tugas dari Pemerintah dalam hal ini Bulog agar secepatnya melakukan penyerapan agar harga tidak anjlok. Menyikapi hal tersebut, Menteri Pertanian meminta Bulog secepatnya menyerap gabah petani.

    "Harga gabah tidak boleh dibawah Rp.4.070. Itu perintah Presiden," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat panen raya padi seluas 150 hektar di desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu Jawa  Barat, Kamis (4/4/2019).

    Indramayu merupakan salah sat...