Pemantauan Lumbung Pangan Masyarakat di Kabupaten Garut

Diterbitkan pada Kegiatan Pada 30 May, 2018

Views: 47

Kelompok LPM Rhineka 

Desa Neglasasi, Kecamatan Kadungora, Kab. Garut

 

Kelompok LPM Rhineka yang diketuai oleh Bapak Enjang Wijaya ini berada di Desa Neglasasi, Kecamatan Kadungora. Kelompok ini mendapatkan bantuan pembangunan fisik lumbung melalui Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian pada tahun 2014, dengan ukuran 6 x 8 meter, sekaligus mendapatkan pembangunan lantai jemur dengan ukuran 10 x 8 meter. Pada tahun berikutnya mendapat fasilitasi pengisian cadangan pangan sebanyak 3,3 ton GKG.

Kelompok LPM Rhineka ini adalah kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan kelompok tani (Gapaoktan) Sejahtera yang pada awalnya mempunyai anggota sebanyak 29 orang dan saat ini telah berkembang menjadi 38 orang. Gapoktan Sejahtera merupakan gabungan 5 kelompoktani yaitu Kelompok tani Rineka, Bojong, Mekarsari, Mekarjaya, Taruna Jaya.

Untuk meningkatkan pemupukan modal, kelompok LPM ini menggalang iyuran dari anggotanya berupa gabah sebanyak 10 kg setiap kali musim panen. Hingga saat ini perkembangan modal kelompok telah mencapai 8 ton gabah. Pada saat kunjungan tersimpan gabah sebanyak 3 ton di gudang, dimana sisanya masih dipinjam oleh anggotanya.

Dengan aktivitas yang tunjukan oleh kelompok ini dalam menjalankan kegiatannya pada tahun 2015, kelompok ini kembali meandapatkan bantuan RMU dari Dana alokasi Khusus Bidang Pertanian.

Dengan kepemimpinan Bapak Enjang Wijaya, yang sekaligus juga ketua Gapoktan Sejahtera, kelompok LPM ini terus berkembang melakukan pengeloalan RMU yang diperolehnya dengan melakukan penjualan beras. Pada tahun 2017 Gapoktan Sejahtera mendapat kepercayaan sebagai pelaksana kegiatan PUPM.



Kelompok LPM Sentosa

 Desa Suko Sono, Kecamatan Sukawening, Kab. Garut

 

Kelompok Lumbung Pangan Masyarakat Sentosa terletak di Kp. Sumur Sari, Desa Suka Sono, kecamatan Sukawening kabupaten Garut, provinsi Jawa Barat. Kelompok ini mempunyai anggota sebanyak 30 orang yang dipimpin oleh ketua Bapak Kuniawan. Lumbung yang dimiliki kelompok dibangun melalui Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian pada tahun 2010.

Dalam pengisian lumbung, kelompok ini mengumpulkan iuran dari anggotanya sebanyak 25 kg setiap musim panen, sampai saat ini telah terkumpul gabah miliki kelompok sebanyak 2,5 yang kemudian dipinjamkan kepada anggota menjelang musim tanam dan dikembalikan ke lumbung setelah panen. Jasa pinjaman sebesar 5 kg per 1 kwintal.

Pada tahun 2015 kelompok ini mendapatkan bantuan RMU dari Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian. Kelompok ini menerima upah penggilingan padi dari anggota dan masyarakat sekitarnya, upah giling yang diterima adalah sebesar 5 kg beras setiap 1 kwintal gabah. Dengan RMU ini kelompok mengembangkan usaha penjualan beras dengan membeli gabah dari anggotanya.

 yang tergabung dalam Gabungan kelompok tani (Gapaoktan) Sejahtera yang pada awalnya mempunyai anggota sebanyak 29 orang dan saat ini telah berkembang menjadi 38 orang. Gapoktan Sejahtera merupakan gabungan 5 kelompoktani yaitu Kelompok tani Rineka, Bojong, Mekarsari, Mekarjaya, Taruna Jaya.

Untuk meningkatkan pemupukan modal, kelompok LPM ini menggalang iyuran dari anggotanya berupa gabah sebanyak 10 kg setiap kali musim panen. Hingga saat ini perkembangan modal kelompok telah mencapai 8 ton gabah. Pada saat kunjungan tersimpan gabah sebanyak 3 ton di gudang, dimana sisanya masih dipinjam oleh anggotanya.

Dengan aktivitas yang tunjukan oleh kelompok ini dalam menjalankan kegiatannya pada tahun 2015, kelompok ini kembali meandapatkan bantuan RMU dari Dana alokasi Khusus Bidang Pertanian.

Dengan kepemimpinan Bapak Enjang Wijaya, yang sekaligus juga ketua Gapoktan Sejahtera, kelompok LPM ini terus berkembang melakukan pengeloalan RMU yang diperolehnya dengan melakukan penjualan beras. Pada tahun 2017 Gapoktan Sejahtera mendapat kepercayaan sebagai pelaksana kegiatan PUPM.




Kelompok LPM Sugih Mukti

 Desa Cigawir, Kecamatan Sela Awi, Kab. Garut

 

Kelompok Lumbung Pangan Sugih Mukti merupakan Lumbung Pangan Masyarakat dibangun melalui dana DAK tahun 2014 dan diisi melalui dana APBN tahun 2015. LPM dikelola oleh Kelompok Tani Sugih Mukti, tepatnya berada di Kp Nenggeng Desa Cigawir Kec. Sela Awi Kab. Garut, Provinsi Jawa Barat. Lumbung Pangan dengan ukuran 6 x 7m saat ini terisi 3.3 ton gabah milik kelompok, sedangkan yang ada di masyarakat sebanyak 2 ton gabah. Menurut Ketua Poktan Sugih Mukti, Bpk Agus Abdul Hakim, Lumbung pangan milik kelompoknya melayani simpan pinjam berupa padi ke anggota poktan.

Anggota kelompok LPM melakukan peminjaman gabah pada saat menjelang tanam dan pengembalian pinjaman tersebut ditetapkan dalam satu musim panen. “Anggota yang meminjam padi satu karung yang berisi 30-50 kg per panen, wajib mengembalikan ke lumbung 35-55 kg per panen .” Ujar Agus.

Pada tahun 2015 kelompok LPM ini mendapatkan bantuan RMU dari Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian. RMU ini dipergunakan untuk menggiling gabah anggotanya  dengan jasa penggilingan per kwintal (100 kg) sebesar 30 ribu rupiah. Rendemen yang dihasilkan RMU ini tergantung dari kwalitas gabah petani, pada umumnya mencapai 60 – 62,5 %.

Dari aktivitas simpan pinjam tersebut, kelompok lumbung pangan yang berdiri tahun 2015 ini berkembang anggotanya. Pada awal berdiri hanya beranggotakan 25 orang telah berkembang menjadi 35 orang. Manfaat LPM yang dirasakan oleh anggotanya dapat membantu anggotanya dalam antisipasi di musim paceklik dengan melakukan peminjaman gabah kepada kelompok.







Berita Terkait

  • Semangat Lebaran, Sergap Idul Fitri Terus Digiatkan

    Kegiatan Serap Gabah/Beras Petani (Sergap) yang dilakukan Tim Sergap Kementerian Pertanian, TNI-AD, dan Perum Bulog terus diintensifkan sejak H+2 Lebaran. Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, Sergap Idul Fitri dilaksanakan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mendorong realisasi kerja sama kemitraan antara Perum Bulog dengan Gapoktan dan perusahaan penggilingan padi.


    Dalam kesempatan ini Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengatakan "Keberadaan Tim Sergap sangat penting dalam mendukung kedaulatan pangan, utamanya dalam pemenuh...

  • Libur Lebaran: BKP Kementan realisasikan kontrak sergap Sub Divre Surakarta di 6 Kabupaten


    Untuk mengisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Bulog dan satgas sergap terus mempercepat pencapaian target penyerapan gabah (Sergap) di Propinsi Jawa Tengah.


    Seperti hari ini, Selasa (19/6) telah dilakukan penandatangan Order Pembelian (OP) antara Bulog dengan para mitra, termasuk Perpadi di Subdivre Surakarta yang  disaksikan langsung oleh Kepala BKP, Agung Hendriadi.


    "Jajaran Kementerian Pertanian dan Satgas Sergap terus bekerja saat libur lebaran ini, dan hari ini Kita menyaksikan penandatangan OP, kontrak menc...

  • Dari Pantauan BKP Kementan, Pasca Lebaran Stok dan Harga Pangan Stabil


    Dari hasil pantauan Tim P2H (Pemantau Pasokan dan Harga Pangan) Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian di sejumlah pasar di beberapa provinsi 3 hari pasca lebaran idulfitri, stok dan harga pangan stabil bahkan cenderung turun.


    Hal ini bisa dilihat dari hasil pantauan kepasar-pasar yang dilakukan pada tanggal 17 Juni 2018 sebagaimana dilaporkan berikut ini.


    Di Pasar Tamanan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pasokan pangan aman dan harga stabil, bahkan menurut para pedagang cenderung turun dibanding sebelum Idul Fitri, terutama telur ayam ras turun dari Rp. 20.500,-...