Pemantauan Lumbung Pangan Masyarakat di Kabupaten Garut

Diterbitkan pada Kegiatan Pada 30 May, 2018

Views: 464

Kelompok LPM Rhineka 

Desa Neglasasi, Kecamatan Kadungora, Kab. Garut

 

Kelompok LPM Rhineka yang diketuai oleh Bapak Enjang Wijaya ini berada di Desa Neglasasi, Kecamatan Kadungora. Kelompok ini mendapatkan bantuan pembangunan fisik lumbung melalui Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian pada tahun 2014, dengan ukuran 6 x 8 meter, sekaligus mendapatkan pembangunan lantai jemur dengan ukuran 10 x 8 meter. Pada tahun berikutnya mendapat fasilitasi pengisian cadangan pangan sebanyak 3,3 ton GKG.

Kelompok LPM Rhineka ini adalah kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan kelompok tani (Gapaoktan) Sejahtera yang pada awalnya mempunyai anggota sebanyak 29 orang dan saat ini telah berkembang menjadi 38 orang. Gapoktan Sejahtera merupakan gabungan 5 kelompoktani yaitu Kelompok tani Rineka, Bojong, Mekarsari, Mekarjaya, Taruna Jaya.

Untuk meningkatkan pemupukan modal, kelompok LPM ini menggalang iyuran dari anggotanya berupa gabah sebanyak 10 kg setiap kali musim panen. Hingga saat ini perkembangan modal kelompok telah mencapai 8 ton gabah. Pada saat kunjungan tersimpan gabah sebanyak 3 ton di gudang, dimana sisanya masih dipinjam oleh anggotanya.

Dengan aktivitas yang tunjukan oleh kelompok ini dalam menjalankan kegiatannya pada tahun 2015, kelompok ini kembali meandapatkan bantuan RMU dari Dana alokasi Khusus Bidang Pertanian.

Dengan kepemimpinan Bapak Enjang Wijaya, yang sekaligus juga ketua Gapoktan Sejahtera, kelompok LPM ini terus berkembang melakukan pengeloalan RMU yang diperolehnya dengan melakukan penjualan beras. Pada tahun 2017 Gapoktan Sejahtera mendapat kepercayaan sebagai pelaksana kegiatan PUPM.



Kelompok LPM Sentosa

 Desa Suko Sono, Kecamatan Sukawening, Kab. Garut

 

Kelompok Lumbung Pangan Masyarakat Sentosa terletak di Kp. Sumur Sari, Desa Suka Sono, kecamatan Sukawening kabupaten Garut, provinsi Jawa Barat. Kelompok ini mempunyai anggota sebanyak 30 orang yang dipimpin oleh ketua Bapak Kuniawan. Lumbung yang dimiliki kelompok dibangun melalui Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian pada tahun 2010.

Dalam pengisian lumbung, kelompok ini mengumpulkan iuran dari anggotanya sebanyak 25 kg setiap musim panen, sampai saat ini telah terkumpul gabah miliki kelompok sebanyak 2,5 yang kemudian dipinjamkan kepada anggota menjelang musim tanam dan dikembalikan ke lumbung setelah panen. Jasa pinjaman sebesar 5 kg per 1 kwintal.

Pada tahun 2015 kelompok ini mendapatkan bantuan RMU dari Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian. Kelompok ini menerima upah penggilingan padi dari anggota dan masyarakat sekitarnya, upah giling yang diterima adalah sebesar 5 kg beras setiap 1 kwintal gabah. Dengan RMU ini kelompok mengembangkan usaha penjualan beras dengan membeli gabah dari anggotanya.

 yang tergabung dalam Gabungan kelompok tani (Gapaoktan) Sejahtera yang pada awalnya mempunyai anggota sebanyak 29 orang dan saat ini telah berkembang menjadi 38 orang. Gapoktan Sejahtera merupakan gabungan 5 kelompoktani yaitu Kelompok tani Rineka, Bojong, Mekarsari, Mekarjaya, Taruna Jaya.

Untuk meningkatkan pemupukan modal, kelompok LPM ini menggalang iyuran dari anggotanya berupa gabah sebanyak 10 kg setiap kali musim panen. Hingga saat ini perkembangan modal kelompok telah mencapai 8 ton gabah. Pada saat kunjungan tersimpan gabah sebanyak 3 ton di gudang, dimana sisanya masih dipinjam oleh anggotanya.

Dengan aktivitas yang tunjukan oleh kelompok ini dalam menjalankan kegiatannya pada tahun 2015, kelompok ini kembali meandapatkan bantuan RMU dari Dana alokasi Khusus Bidang Pertanian.

Dengan kepemimpinan Bapak Enjang Wijaya, yang sekaligus juga ketua Gapoktan Sejahtera, kelompok LPM ini terus berkembang melakukan pengeloalan RMU yang diperolehnya dengan melakukan penjualan beras. Pada tahun 2017 Gapoktan Sejahtera mendapat kepercayaan sebagai pelaksana kegiatan PUPM.




Kelompok LPM Sugih Mukti

 Desa Cigawir, Kecamatan Sela Awi, Kab. Garut

 

Kelompok Lumbung Pangan Sugih Mukti merupakan Lumbung Pangan Masyarakat dibangun melalui dana DAK tahun 2014 dan diisi melalui dana APBN tahun 2015. LPM dikelola oleh Kelompok Tani Sugih Mukti, tepatnya berada di Kp Nenggeng Desa Cigawir Kec. Sela Awi Kab. Garut, Provinsi Jawa Barat. Lumbung Pangan dengan ukuran 6 x 7m saat ini terisi 3.3 ton gabah milik kelompok, sedangkan yang ada di masyarakat sebanyak 2 ton gabah. Menurut Ketua Poktan Sugih Mukti, Bpk Agus Abdul Hakim, Lumbung pangan milik kelompoknya melayani simpan pinjam berupa padi ke anggota poktan.

Anggota kelompok LPM melakukan peminjaman gabah pada saat menjelang tanam dan pengembalian pinjaman tersebut ditetapkan dalam satu musim panen. “Anggota yang meminjam padi satu karung yang berisi 30-50 kg per panen, wajib mengembalikan ke lumbung 35-55 kg per panen .” Ujar Agus.

Pada tahun 2015 kelompok LPM ini mendapatkan bantuan RMU dari Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian. RMU ini dipergunakan untuk menggiling gabah anggotanya  dengan jasa penggilingan per kwintal (100 kg) sebesar 30 ribu rupiah. Rendemen yang dihasilkan RMU ini tergantung dari kwalitas gabah petani, pada umumnya mencapai 60 – 62,5 %.

Dari aktivitas simpan pinjam tersebut, kelompok lumbung pangan yang berdiri tahun 2015 ini berkembang anggotanya. Pada awal berdiri hanya beranggotakan 25 orang telah berkembang menjadi 35 orang. Manfaat LPM yang dirasakan oleh anggotanya dapat membantu anggotanya dalam antisipasi di musim paceklik dengan melakukan peminjaman gabah kepada kelompok.







Berita Terkait

  • Serah Terima Jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan

    Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi pimpin serah terima jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan yang batu Andriko Noto Susanto pada Senin pagi ini (18/02).

    Menurut Agung, serah terima jabatan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan yang telah dilaksanakan sebelumnya. 

    "Saya harap pejabat yang baru dapat memahami tugas tugas yang harus segera ditindaklanjuti dan yang menjadi prioritas ditempat baru" tegas nya.

    Dalam kesempatan ini dia berpesan kepada pejabat baru untuk fokus mengidentifikasi dan mengintervensi lokasi rentan rawan pangan.

  • Kementan Sangat Peduli Terhadap Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan

    Dalam rangka penguatan dan pemantapan sistem keamanan dan mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 53 tahun 2018 tentang Keamanan dan Mutu PSAT.

    Secara umum Permentan  ini mengatur mengenai:(1) pengawasan keamanan dan mutu pangan segar asal tumbuhan melalui pendataan, pendaftaran, dan sertifikasi; (2) pembagian kewenangan yang jelas antara pusat, pemerintah propinsi; dan pemerintah kabupaten/kota; (3) merespon pelayanan pendaftaran secara online; (4) mengakomodasi prinsip pengawasan keamanan p...

  • BKP Kementan Kembangkan Industri Pangan Berbasis Tepung Lokal

    Untuk dapat menyediakan tepung berbasis pangan lokal yang dibutuhkan industri pangan,  Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian terus memantapkan persiapan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL), dengan mengundang sejumlah pakar dari berbagai perguruan tinggi.

    Menurut Kepala BKP Agung Hendriadi, kegiatan PIPL  diarahkan untuk memproduksi tepung berbasis pangan lokal guna menyediakan bahan baku alternatif bagi industri olahan pangan.

    "Kami akan memproduksi tepung berbasis pangan lokal dengan kualitas yg baik untuk mendukung industri pangan dalam negeri," jelas Agung dalam pertemuan...