Pemantauan Lumbung Pangan Masyarakat di Kabupaten Garut

Diterbitkan pada Kegiatan Pada 30 May, 2018

Views: 341

Kelompok LPM Rhineka 

Desa Neglasasi, Kecamatan Kadungora, Kab. Garut

 

Kelompok LPM Rhineka yang diketuai oleh Bapak Enjang Wijaya ini berada di Desa Neglasasi, Kecamatan Kadungora. Kelompok ini mendapatkan bantuan pembangunan fisik lumbung melalui Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian pada tahun 2014, dengan ukuran 6 x 8 meter, sekaligus mendapatkan pembangunan lantai jemur dengan ukuran 10 x 8 meter. Pada tahun berikutnya mendapat fasilitasi pengisian cadangan pangan sebanyak 3,3 ton GKG.

Kelompok LPM Rhineka ini adalah kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan kelompok tani (Gapaoktan) Sejahtera yang pada awalnya mempunyai anggota sebanyak 29 orang dan saat ini telah berkembang menjadi 38 orang. Gapoktan Sejahtera merupakan gabungan 5 kelompoktani yaitu Kelompok tani Rineka, Bojong, Mekarsari, Mekarjaya, Taruna Jaya.

Untuk meningkatkan pemupukan modal, kelompok LPM ini menggalang iyuran dari anggotanya berupa gabah sebanyak 10 kg setiap kali musim panen. Hingga saat ini perkembangan modal kelompok telah mencapai 8 ton gabah. Pada saat kunjungan tersimpan gabah sebanyak 3 ton di gudang, dimana sisanya masih dipinjam oleh anggotanya.

Dengan aktivitas yang tunjukan oleh kelompok ini dalam menjalankan kegiatannya pada tahun 2015, kelompok ini kembali meandapatkan bantuan RMU dari Dana alokasi Khusus Bidang Pertanian.

Dengan kepemimpinan Bapak Enjang Wijaya, yang sekaligus juga ketua Gapoktan Sejahtera, kelompok LPM ini terus berkembang melakukan pengeloalan RMU yang diperolehnya dengan melakukan penjualan beras. Pada tahun 2017 Gapoktan Sejahtera mendapat kepercayaan sebagai pelaksana kegiatan PUPM.



Kelompok LPM Sentosa

 Desa Suko Sono, Kecamatan Sukawening, Kab. Garut

 

Kelompok Lumbung Pangan Masyarakat Sentosa terletak di Kp. Sumur Sari, Desa Suka Sono, kecamatan Sukawening kabupaten Garut, provinsi Jawa Barat. Kelompok ini mempunyai anggota sebanyak 30 orang yang dipimpin oleh ketua Bapak Kuniawan. Lumbung yang dimiliki kelompok dibangun melalui Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian pada tahun 2010.

Dalam pengisian lumbung, kelompok ini mengumpulkan iuran dari anggotanya sebanyak 25 kg setiap musim panen, sampai saat ini telah terkumpul gabah miliki kelompok sebanyak 2,5 yang kemudian dipinjamkan kepada anggota menjelang musim tanam dan dikembalikan ke lumbung setelah panen. Jasa pinjaman sebesar 5 kg per 1 kwintal.

Pada tahun 2015 kelompok ini mendapatkan bantuan RMU dari Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian. Kelompok ini menerima upah penggilingan padi dari anggota dan masyarakat sekitarnya, upah giling yang diterima adalah sebesar 5 kg beras setiap 1 kwintal gabah. Dengan RMU ini kelompok mengembangkan usaha penjualan beras dengan membeli gabah dari anggotanya.

 yang tergabung dalam Gabungan kelompok tani (Gapaoktan) Sejahtera yang pada awalnya mempunyai anggota sebanyak 29 orang dan saat ini telah berkembang menjadi 38 orang. Gapoktan Sejahtera merupakan gabungan 5 kelompoktani yaitu Kelompok tani Rineka, Bojong, Mekarsari, Mekarjaya, Taruna Jaya.

Untuk meningkatkan pemupukan modal, kelompok LPM ini menggalang iyuran dari anggotanya berupa gabah sebanyak 10 kg setiap kali musim panen. Hingga saat ini perkembangan modal kelompok telah mencapai 8 ton gabah. Pada saat kunjungan tersimpan gabah sebanyak 3 ton di gudang, dimana sisanya masih dipinjam oleh anggotanya.

Dengan aktivitas yang tunjukan oleh kelompok ini dalam menjalankan kegiatannya pada tahun 2015, kelompok ini kembali meandapatkan bantuan RMU dari Dana alokasi Khusus Bidang Pertanian.

Dengan kepemimpinan Bapak Enjang Wijaya, yang sekaligus juga ketua Gapoktan Sejahtera, kelompok LPM ini terus berkembang melakukan pengeloalan RMU yang diperolehnya dengan melakukan penjualan beras. Pada tahun 2017 Gapoktan Sejahtera mendapat kepercayaan sebagai pelaksana kegiatan PUPM.




Kelompok LPM Sugih Mukti

 Desa Cigawir, Kecamatan Sela Awi, Kab. Garut

 

Kelompok Lumbung Pangan Sugih Mukti merupakan Lumbung Pangan Masyarakat dibangun melalui dana DAK tahun 2014 dan diisi melalui dana APBN tahun 2015. LPM dikelola oleh Kelompok Tani Sugih Mukti, tepatnya berada di Kp Nenggeng Desa Cigawir Kec. Sela Awi Kab. Garut, Provinsi Jawa Barat. Lumbung Pangan dengan ukuran 6 x 7m saat ini terisi 3.3 ton gabah milik kelompok, sedangkan yang ada di masyarakat sebanyak 2 ton gabah. Menurut Ketua Poktan Sugih Mukti, Bpk Agus Abdul Hakim, Lumbung pangan milik kelompoknya melayani simpan pinjam berupa padi ke anggota poktan.

Anggota kelompok LPM melakukan peminjaman gabah pada saat menjelang tanam dan pengembalian pinjaman tersebut ditetapkan dalam satu musim panen. “Anggota yang meminjam padi satu karung yang berisi 30-50 kg per panen, wajib mengembalikan ke lumbung 35-55 kg per panen .” Ujar Agus.

Pada tahun 2015 kelompok LPM ini mendapatkan bantuan RMU dari Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian. RMU ini dipergunakan untuk menggiling gabah anggotanya  dengan jasa penggilingan per kwintal (100 kg) sebesar 30 ribu rupiah. Rendemen yang dihasilkan RMU ini tergantung dari kwalitas gabah petani, pada umumnya mencapai 60 – 62,5 %.

Dari aktivitas simpan pinjam tersebut, kelompok lumbung pangan yang berdiri tahun 2015 ini berkembang anggotanya. Pada awal berdiri hanya beranggotakan 25 orang telah berkembang menjadi 35 orang. Manfaat LPM yang dirasakan oleh anggotanya dapat membantu anggotanya dalam antisipasi di musim paceklik dengan melakukan peminjaman gabah kepada kelompok.







Berita Terkait

  • Kepala BKP Kementan "Kembangkan Obor Pangan Lestari di seluruh Indonesia

    Ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan rumah tangga,  karena itu sangat penting bagi setiap rumahtangga dapat mengakses pangan dengan mudah.


    "Jadikan dan manfaatkan lahan pekarangan sebagai sumberdaya atau aset yang keluarga, untuk memenuhi kebutuhan pangan," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi saat mengunjungi program Obor Pangan Lestari (OPAL) Minggu (16/12) di Sulawesi Selatan.


    Menurut Agung, dengan memanfaatkan lahan pekarangan,  pangan dapat tersedia setiap saat untuk memenuhi kebutuhan keluarga.  


    "Manfaatkan lahan pekarang...

  • Kementan Gelar Telur Murah, Jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019

    Menjelang natal 2018 dan tahun baru 2019, sebagaimana tren yang sering terjadi tahun-tahun sebelumnya, beberapa bahan pangan pokok cenderung mengalami kenaikan harga.


    Mengantisipasi hal tersebut, berbagai upaya dan langkah strategis telah dilakukan Pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Pertanian telah  meningkatkan produksi pangan, sehingga ketersediaan dan stok pangan tercukupi.


    Khusus komoditas Telur Ayam Ras yang akhir-akhir ini mengalami  tren kenaikan harga, karena beberapa hal,  antara lain faktor kenaikan konsumsi masyarakat memperoleh telur untuk membuat kue, makanan dan se...

  • Kabadan BKP Kunjungi Korporasi Petani Sorghum di Mataram

    Di sela-sela menghadiri Seminar Nasional di Mataram, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengunjungi perusahaan UMKM yang bergerak di Industri Pangan Lokal, yaitu _CV. Yant Sorghum_, Kamis (13/12).


    Perusahaan yang diinisasi Yanti,  membudidayakan tanaman sorghum pada areal 50 hektar dengan petani binaan 200 orang, dengan konsep korporasi petani.


    "Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan dan dikembangkan ibu yanti  dalam pengembangan tanaman sorghum dengan konsep korporasi petani," kata Agung.


    Korporasi petani adalah model bisnis yang dikem...