Pemantauan Lumbung Pangan Masyarakat di Kabupaten OKU Timur

Diterbitkan pada Kegiatan Pada 28 May, 2018

Views: 392


LPM Surya Tani


Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur merupakan satu dari 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur yang biasa disebut OKU Timur juga merupakan salah satu sentra produksi padi di Indonesia. Sebagai upaya dalam penguatan ketahanan pangan di daerah ini, tentunya diperlukan pengelolaan pemberdayaan cadangan pangan masyarakat yang membangun terjaminnya ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat terutama gabah/beras. Pemberdayaan cadangan  pangan masyarakat dikelola melalui kegiatan Lumbung  Pangan Masyarakat (LPM).

Untuk mendukung upaya tersebut, dibangunlah Lumbung Pangan Surya Tani yang berlokasi di Dusun II, Rt. 005, Desa Tulus Ayu, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan. LPM Surya Tani berdiri sejak tanggal 10 Juni 2012 dengan  jumlah anggota pada awal penumbuhan sejumlah 25 orang kemudian berkembang sampai dengan sekarang dengan total anggota sejumlah 30 orang. Adapun berikut kepengurusan dari LPM Surya Tani :

Ketua               : Suwarto

Sekretaris        : Wahyu Prabowo

Bendahara       : Suhono

Seksi Humas    : Suyanti

Seksi Produksi  : Apriyanto

Seksi Pemasaran : Slamet Riyadi


Kondisi bangunan saat ini masih terlihat baik, dengan ukuran bangunannya, panjang : 9 meter, lebarnya 6 meter dan tingginya 3,5 meter. LPM Surya Tani dibangun menggunakan dana DAK tahun 2015 dengan fasilitas pendukung yang dimiliki yang masih ada sampai saat pemantauan pada tanggal 4 Mei 2018, adalah lantai jemur yang berukuran panjang: 20 meter dan lebar: 15 meter, dengan kondisi lantainya 50% masih bagus, sementara 50% lainnya rusak sedang seperti berlubang dan pecah semen. Lantai jemur dibangun di deket gudang gapoktan, karena tidak memungkinkan dibangun di dekat lumbung. Hal ini dikarenakan lokasi lumbung yang cukup jauh dari pemukiman dan sangat rawan pencurian. Fasilitas lain yang juga dimiliki oleh LPM Surya Tani yaitu terdapat timbangan besar 1 unit dan timbangan kecil 1 unit. Saat ini LPM Surya Tani belum memiliki RMU, sehingga untuk penggilingan gabah bekerjasama dengan masyarakat setempat yang memiliki RMU. Awalnya LPM Surya Tani dapat bekerjasama dengan 9 pabrik penggilingan, namun karena 2 pabrik sudah tidak berjalan, sehingga saat ini bekerjasama dengan 7 pabrik penggilingan. Adapun untuk penyimpanan gabahnya saat ini disimpan di gudang gapoktan, karena lokasi lumbung jauh dari pemukiman dan sangat rawan pencurian, sehingga untuk meminimalisir pencurian, gabah dititipkan di gudang gapoktan.

Sebagai keberlanjutan program pengembangan LPM Surya Tani, setiap  calon anggota yang bergabung menjadi anggota berkomitmen untuk memberikan iuran sebesar 25 kg beras/orang. Sampai dengan bulan April 2018, total iuran kelompok mencapai 1.120 kg beras dikarenakan  meningkatnya volume beras, ketika ada anggota yang meminjam dengan penambahannya sejumlah 5 kg beras per orang dalam sekali pinjaman. Mekanisme peminjaman pada LPM Surya Tani, misalkan ada yang meminjam 30 kg beras, maka peminjam berkewajiban mengembalikan sejumlah 35 kg beras. Dimana peminjaman dalam bentuk beras, bukan gabah maupun uang tunai.

Bantuan yang sudah diterima tahap I dari dana APBN tahun 2015, dengan nominal 20.000.000 rupiah kemudian digunakan sebagai stok awal pembelian beras di gudang sebanyak 4 ton, dengan stok saat ini di gudang sebanyak 100 karung atau setara 4.5 ton. Sementara beras yang dipinjamkan sebanyak 1.120 kg. Sehingga total keseluruhan beras yang dikelola LPM Surya Tani sejumlah 5.620 kg.

Kondisi harga gabah kering panen (GKP) pada saat pemantauan senilai 4.000 rupiah, dengan harga terendah 3.700 rupiah. Harga gabah kering giling (GKG) 5.500 rupiah, sedangkan harga beras 8.000 rupiah.

Kelengkapan administrasi pada LPM ini lengkap, karena terkait administrasi  seperti buku tamu, absensi rapat, notulensi, pencatatan inventaris serta daftar anggota semuanya lengkap. Sedangkan administrasi keuangan seperti buku kas, simpan pinjam serta tabungan anggota kelompok juga tersedia pada LPM ini. Selain itu buku AD/ART juga terdokumentasi dengan baik.

Sebagai langkah untuk koordinasi antar sesama pengurus dan anggota dalam proses pinjam-meminjam ataupun kegiatan lainnya,  LPM Surya Tani dengan pertemuan rutin sebanyak 4 kali dalam setahun, dimana seluruh pengurus dan anggota berkumpul saat masa peminjaman saat paceklik dan saat pengembalian saat musim panen, dengan 2 kali panen dalam setahun. Setiap kali pertemuan, didokumentasikan dengan baik melalui notulensi serta absensi. Rapat Anggota Tahunan (RAT)  pun juga dilaksanakan rutin bersamaan dengan pertemuan rutin.

Jaringan kerjasama usaha antara LPM Surya Tani dijalin dengan pabrik penggilingan, TTIC dan TTI Lokal. Jaringan yang dibangun dengan pabrik penggilingan dibangun melalui penyewaan RMU berupa penggilingan gabah menjadi beras, dengan biaya sewa 6% dari jumlah gabah yang digiling. Dengan TTIC, kerjasama dijalin dengan menjual beras ke TTIC Martapura, TTIC Lokal, dan TTIC Palembang, dengan harga 8.300 rupiah. Sedangkan penjualan ke TTI Lokal, kerjasama dibangun dengan penjualan beras dengan harga 8.200 rupiah. Terkait pembayaran dari TTI maupun TTIC ke LPM ini tergolong lancar.


LPM Srikandhi

Lumbung Pangan Srikandhi berlokasi di Desa Karang Sari, Kecamatan Belitang III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan. Jumlah anggota pada awal penumbuhan LPM ini sejumlah 22 orang, yang kemudian bertambah sampai dengan sekarang dengan total anggota sejumlah 70 orang. Yang menarik dari LPM Srikandhi adalah, sesuai namanya seluruh pengurus dan juga anggotanya berjenis kelamin perempuan. Adapun untuk meningkatkan efektifitas dalam kepengurusan LPM Srikandhi serta meningkatkan koordinasi dan terjalinnya komunikasi yang lebih optimal, dibentuklah struktur organisasi sebagai berikut :

Ketua             : Tuti Alawiyah

Sekretaris      : Sri Mulyani

Bendahara    : Sri Rasmi

Seksi Humas  : Jumi

Seksi Pemasaran : H. Sholeha

Kondisi bangunan saat ini masih terlihat baik, dengan ukuran bangunannya, panjang : 8 meter, lebarnya 6 meter dan tingginya 3,5 meter. LPM Srikandhi dibangun menggunakan dana DAK tahun 2015 dengan fasilitas pendukung yang dimiliki yang masih ada sampai saat pemantauan pada tanggal 4 Mei 2018, adalah lantai jemur yang berukuran panjang: 8 meter dan lebar: 6 meter, dimana lantai jemurnya berlokasi di Kampung IV Ponorogo, tidak berdekatan dengan gudang LPM karena lahan di sekitar lumbung sudah cukup padat oleh perumahan warga.  

Perkembangan modal awal kelompok sejumlah 550 kg yang merupakan akumulasi dari iuran pokok anggota pada saat tergabung sebesar 25 kg beras/anggota, kemudian terus berkembang karena ada penambahan 16 kg setiap peminjaman. Selain dari iuran anggota, terdapat bantuan dari Gapoktan senilai 30.000.000 rupiah yang dibelikan ke beras mendapatkan 5.500 kg. Selain itu terdapat pula iuran wajib sebesar 5 kg beras pada setiap panen, dengan panen setahun 2 kali panen. Sampai dengan Desember 2017, kondisi stok yang ada di gudang sebesar 7.052,5 kg, dimana masih banyak beras yang masih tersebar di sejumlah peminjam.

Mekanisme peminjaman pada LPM Srikandhi, setiap peminjaman beras sebanyak 100 kg, maka dikenakan pembayaran jasa pinjaman senilai 16 kg beras, sehingga pada saat pengembalian pinjaman sebesar 116 kg beras. Terdapat 3 kategori untuk anggota yang meminjam, yaitu kategori I, II dan III. Kategori I merupakan peminjam dari anggota yang sudah tergabung ke dalam LPM sejak LPM didirikan, dengan alokasi beras yang boleh dipinjam sebesar 200 kg. Kategori II merupakan peminjam dari anggota yang tergabung di pertengahan LPM berjalan, dengan alokasi beras yang boleh dipinjam sebesar 150 kg. Kategori III merupakan peminjam dari anggota yang tergabung pada periode akhir dengan alokasi pinjaman beras sebesar 100 kg. Apabila seluruh anggota sudah terpenuhi untuk meminjam beras, sedangkan di gudang masih ada stok beras, maka diperbolehkan masyarakat sekitar di luar anggota LPM untuk meminjam beras, dengan alokasi pinjaman sebesar 50 kg. Penyaluran beras biasanya dilakukan pada saat musim paceklik, pada pertengahan Ramadhan atau pada akhir Desember. Sedangkan pengembalian dilakukan saat masa panen.

Bantuan yang sudah diterima tahap I dari dana APBN tahun 2015, dengan nominal 20.000.000 rupiah kemudian digunakan sebagai stok awal pembelian beras di gudang sebanyak 2.325 kg. Stok saat ini di gudang, sejumlah 4.029 kg, sedangkan beras yang dipinjamkan untuk anggota dan masyarakat setempat sejumlah 10.848,5 kg. Sehingga total keseluruhan beras yang dikelola LPM Srikandhi sejumlah 14.877,5 kg.

Kondisi harga gabah kering panen (GKP) dan harga gabah kering giling (GKG) pada saat pemantauan belum teridentifikasi secara update, karena pengurus LPM tidak mengakomodir gabah pada LPM Srikandhi, sehingga lebih update terkait harga beras, karena beraslah yang diakomodir pada LPM ini. Harga beras pada saat pemantauan senilai 8.000 rupiah.

Kelengkapan administrasi pada LPM ini lengkap, karena terkait administrasi  seperti buku tamu, absensi rapat, notulensi, pencatatan inventaris serta daftar anggota semuanya lengkap. Sementara administrasi keuangan seperti buku kas, simpan pinjam serta tabungan anggota kelompok juga tersedia lengkap dan diperbaharui secara up to date pada LPM ini. Selain itu buku AD/ART juga terdokumentasi dengan baik.

Aktivitas kelompok pada LPM Srikandhi dengan melakukan pertemuan rutin sebanyak 4 kali dalam setahun, dimana seluruh pengurus dan anggota berkumpul saat masa penyaluran (peminjaman beras) saat paceklik dan saat pengembalian saat musim panen, dengan 2 kali panen dalam setahun. Notulensi serta absensi terdokumentasi dengan baik. Rapat Anggota Tahunan (RAT) dilaksanakan rutin bersamaan dengan pertemuan rutin.

Terkait jaringan kerjasama, di LPM ini lebih memfokuskan pada penyaluran beras kepada anggota kelompok atau masyarakat sekitar, sehingga tidak menjual gabah ke pedagang atau TTI.

Berita Terkait

  • Kepala BKP Kementan "Kembangkan Obor Pangan Lestari di seluruh Indonesia

    Ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan rumah tangga,  karena itu sangat penting bagi setiap rumahtangga dapat mengakses pangan dengan mudah.


    "Jadikan dan manfaatkan lahan pekarangan sebagai sumberdaya atau aset yang keluarga, untuk memenuhi kebutuhan pangan," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi saat mengunjungi program Obor Pangan Lestari (OPAL) Minggu (16/12) di Sulawesi Selatan.


    Menurut Agung, dengan memanfaatkan lahan pekarangan,  pangan dapat tersedia setiap saat untuk memenuhi kebutuhan keluarga.  


    "Manfaatkan lahan pekarang...

  • Kementan Gelar Telur Murah, Jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019

    Menjelang natal 2018 dan tahun baru 2019, sebagaimana tren yang sering terjadi tahun-tahun sebelumnya, beberapa bahan pangan pokok cenderung mengalami kenaikan harga.


    Mengantisipasi hal tersebut, berbagai upaya dan langkah strategis telah dilakukan Pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Pertanian telah  meningkatkan produksi pangan, sehingga ketersediaan dan stok pangan tercukupi.


    Khusus komoditas Telur Ayam Ras yang akhir-akhir ini mengalami  tren kenaikan harga, karena beberapa hal,  antara lain faktor kenaikan konsumsi masyarakat memperoleh telur untuk membuat kue, makanan dan se...

  • Kabadan BKP Kunjungi Korporasi Petani Sorghum di Mataram

    Di sela-sela menghadiri Seminar Nasional di Mataram, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengunjungi perusahaan UMKM yang bergerak di Industri Pangan Lokal, yaitu _CV. Yant Sorghum_, Kamis (13/12).


    Perusahaan yang diinisasi Yanti,  membudidayakan tanaman sorghum pada areal 50 hektar dengan petani binaan 200 orang, dengan konsep korporasi petani.


    "Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan dan dikembangkan ibu yanti  dalam pengembangan tanaman sorghum dengan konsep korporasi petani," kata Agung.


    Korporasi petani adalah model bisnis yang dikem...