Pemanfaatan Pekaragan, Berikan Berkah Bagi Penduduk Ijen

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 03 Nov, 2018

Views: 611


Adalah Desa Taman Sari yang berada pada ketinggian 2500 mdpl di kawasan Gunung Ijen tepatnya di Kabupaten Bondowoso Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu pusat pemukiman penduduk yang terbentuk karena adanya aktifitas PT. Perkebunan Nasional (PTPN) Lorolas.


Didukung dengan iklim yang sejuk, Desa Taman Sari atau yang lebih dikenal dengan Kampung Baru, kini telah menjelma menjadi "Kawasan Pangan Lestari".


Berada sekitar 40 km dari pemukiman lain dan menembus kawasan hutan Gunung Ijen, membuat warga kesulitan mendapatkan bahan pangan sayuran. Namun kini warga sudah tidak lagi mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sayuran dengan mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan.


Melaui kegiatan ini semua warga khususnya ibu-ibu memanfaatakan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga.


Dalam kunjunganya di kampung baru, Desa Tamansari, Bondowoso,  Kepala BKP Agung Hendriadi  pada Kamis (1/10) menyampaikan bahwa "Kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk pengembangan di PTPN dan lingkungan perkebunan swasta lainya, serta pengembangan kegiatan KRPL juga memberikan manfaat ekonomi" ujar Agung.


Selain itu menurut Agung, kawasan tersebut dapat sekaligus ditata sehingga menjadi salah satu obyek wisata agro untuk menarik wisatawan Ijen.


Sementara itu salah satu penggerak kelompok Ibu Heri mengungkapkan rasa syukurnya dengan ada nya kegiatan pemanfaatan pekarangan ini.


"Alhamdulilah, kalau dulu sulit dapat sayur, sekarang tinggal berkahnya, masyarakat di kampung ini sudah tidak lagi beli sayuran" ungkap nya.


Ibu Heri menceritakan bahwa semua rumah tangga di kampung nya bisa mencukupi kebutuhan sayur nya dari pekarangan. Bukan hanya itu, penjual sayur pun ada yang datang setiap minggu untuk membeli sayur dari pekarangan di wilayah nya.


Dia pun mengakui bahwa dari pekarangan seluas 30 m2, setiap rumah tangga dapat menghemat minimal Rp 10.000 per hari, dan ini arti nya menambah pendapatan rumah tangga sekitar Rp 300.000 per bulan.


Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Tri Agustin Satriani yang turut mendampinggi Kepala BKP mengungkapkan harapan nya kepada kelompok agar meningkatkan kegiatan ekonominya dengan mengembangkan pangan olahan khas yang dikemas menarik sebagai jajanan dan oleh oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Ijen.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...