Pasokan dan Harga Pangan Jelang Tahun Baru 2018 di Bali, Aman Terkendali

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 30 Dec, 2017

Views: 175

Denpasar (29/12), Untuk mengendalikan inflasi nasional, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah ialah mengendalikan stabilitas pasokan dan harga pangan pada Hari Besar Keagamaan Nasional dan jelang Tahun Baru 2018. Usai memantau pasar Kereneng dan pasar Badung Bali, Jumat (29/12), Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Mardiana bersama tim Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Mulyadi Hendiawan, serta dinas/instansi lainnya, menyatakan bahwa ketersedian pasokan dan harga pangan strategis pada aman terkendali. "Ketersediaan pangan pokok aman, harga juga terkendali, walaupun ada sedikit kenaikan harga beras medium dari Rp8.800,- sampai Rp10.240,-/Kg sejak Lebaran 2017," ujar Wayan. Harga pangan di tingkat pengecekan yaitu beras medium Rp10.300,- sampai - Rp11.000,"/Kg, minyak goreng Rp12.000,- sampai Rp12.500,-/lt, gula pasir Rp12.500,-/Kg, telur ayam 1.400/butir, daging sapi segar berkisar Rp100.000,-/Kg, bawang Rp23.000/Kg, dan cabai keriting Rp24.000/Kg. Disampaikan oleh I Wayan Mardiana bahwa harga beras yang naik karena permintaan beras premium meningkat, mulai dari tingkat distributor. Pengaruh cuaca juga berpengaruh pada sisi produksi, namun tidak ada masalah dari sisi ketersediaan. "Kami surplus 55.000 ton hingga Desember 2017, namun di Bali dengan banyaknya wisatawan, mendorong meningkatnya permintaan beras premium," ujar Wayan. Sementara itu Satgas Pangan, Kompol I Wayan Sinaryasa Kanit III Subdit I Ditreskrimsus Polda Bali menyampaikan, tidak ada yang menimbun. "Dulu ada, namun sudah ditindak, dan sekarang tidak ada yang berani lagi," katanya. "Jadi, dapat disimpulkan bahwa kenaikan harga yang terjadi masih wajar akibat meningkatnya permintaan, konsumen khususnya dengan peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali. Selain itu juga tidak ada spekulan yang melakukan tindak penimbunan atau permainan harga," tambah Wayan.

Berita Terkait

  • Dorong Peningkatan Ekspor, Kementan Berperan Aktif dalam Codex Internasional

    Jakarta, Rabu (26/6). Peran Indonesia dalam perdagangan komoditas pangan internasional terus ditingkatkan. Hal ini diwujudkan dengan keterlibatan aktif Kementerian Pertanian beserta Kementerian/Lembaga lainnya dalam penyusunan dan pengembangan standar, pedoman, code of practice dan rekomendasi lain terkait keamanan dan mutu pangan hasil pertanian yang berlaku secara internasional dalam wadah Codex Alimentarius Commission (CAC), atau disingkat Codex.


    Dalam Rapat Komite Nasional Codex Indonesia ke-2 tahun 2019 yang digelar di Jakarta, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertani...

  • BKP Kementan Kembangkan Korporasi Usahatani Untuk Entaskan Kemiskinan dan Kerawanan Pangan

    Kegiatan Korporasi Usahatani (PKU) yang  dikembangkan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan kegiatan strategis untuk mengentaskan kemiskinan dan kerawanan pangan.


    "Masuknya kegiatan PKU di Desa Pagerharjo ini diharapkan akan mempercepat pengentasan kemiskinan dan kerawanan pangan di pedesaan," ujar Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan  BKP, Andriko Noto Susanto di Lokasi PKU di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta (23/06).


    Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability ...

  • Kepala BKP Kementan : KRPL Harus Berkelanjutan!

    BALI - Untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga sejak tahun 2015 Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di seluruh Indonesia.


    "KRPL ini sangat strategis tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, tetapi juga bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi, saat mengunjungi KRPL di Taro kecamatan Tegallalang, Gianyar Bali, Sabtu (22/6/2019).


    Lebih lanjut Agung mengatakan bahwa keberlanjutan KRPL sangat penting, karena itu Kebun Bibit Desa (KBD) harus terus dikem...