Pangan Lokal Memperkokoh Ketahanan Pangan Nasional

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 26 Oct, 2018

Views: 218


"Pemenuhan pangan tidak boleh berhenti pada kecukupan jumlahnya, namun kita harus dapat memastikan bahwa setiap anggota keluarga terpenuhi kebutuhan gizinya," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian pada perayaan  Hari Pangan Sedunia (HPS) ke XXXVIII di Provinsi Jawa Tengah, di Alun-alun Kabupaten Blora, Jumat (26/10).


Lebih lanjut Agung mengatakan,

nilai gizi yang diperoleh dari asupan makanan akan menentukan pembentukan manusia yang berkualitas.


"Tanpa dukungan pangan yang cukup dan bermutu, tidak mungkin dihasilkan sumberdaya manusia yang sehat dan tangguh berkompetisi," tegas Agung.


Agung  juga menjelaskan pentingnya mengembangkan pangan lokal, karena Indonesia merupakan salah satu negara megadiversitas yang memiliki sumber-sumber pangan berlimpah.


Mengingat besarnya sumberdaya pangan lokal yang dimiliki, kemampuan Indonesia untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan bukanlah hal yang mustahil.

Penganekaragaman pangan yang selama ini menjadi tantangan pembangunan ketahanan pangan dapat diatasi.


Bahkan, dengan sumberdaya pangan tersebut, Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk dapat menjadi lumbung pangan dunia.


“Upaya memassalkan penganekaragaman pangan perlu dilakukan secara terintegrasi antara Pemerintah, Pemerintah Daerah, Perguruan tinggi, pelaku usaha dan masyarakat," jelas Agung.


"Selain itu upaya yang dapat dilakukan diantaranya melalui pengoptimalan pemanfaatan lahan di  pekarangan dan pengolahan pangan lokal," urai Agung.


Dalam kesempatan tersebut, Agung juga mengajak seluruh stakeholder dapat menggali dan mengoptimalkan potensi sumberdaya pangan lokal yang terdapat di wilayah masing-masing untuk mendukung dan memperkokoh ketahanan pangan dan ketahanan nasional.


Perayaan HPS mengangkat  tema “Pengembangan Pangan Lokal Mendukung Kedaulatan Pangan”. Dalam pengarahannya Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa,  optimalisasi sumberdaya pangan perlu terus didorong untuk mendukung pembangunan wilayah.


“Industri makanan merupakan industri yang luar biasa besar. Namun demikian saat ini bahan bakunya tidak diproduksi sendiri. Pengembangan pangan lokal seperti umbi-umbian (singkong, talas, ganyong, uwie) harusnya mampu menggantikan bahan baku yang selama ini berasal dari Impor," ujar Ganjar.


Ganjar juga mengajak jajarannya agar promosi pangan lokal terus didorong, sehingga masyarakat dapat lebih memanfaatkan pangan lokal lebih luas lagi.


Acara ini juga dihadiri para bupati/walikota se Jawa Tengah, perwakilan OPD provinsi dan kabupaten, petani, para pelaku usaha di bidang pangan, perguruan tinggi dan stakeholder yang terkait.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...