Panen Raya Jagung, Kementan dan Bupati Pacitan Meminta Bulog Membantu Petani

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 01 Mar, 2019

Views: 162

Memasuki panen raya jagung, mestinya para petani bergembira, karena akan menikmati hasil kerja keras usahataninya.

Namun tidak demikian bagi petani jagung di Pacitan. Mereka justru dihinggapi rasa was-was jika harga jatuh, karena saat ini harga jagung pipilan kering di petani sudah menyentuh Rp 3.200-3.300/kg, padahal 2 minggu sebelumnya masih bertenger diangka Rp 3.600-3.800/kg.

Merespon hal tersebut, Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Andriko Noto Susanto, meminta bulog hadir membantu petani.

"Bulog sebagai wakil Pemerintah harus hadir ditengah-tengah petani, khususnya saat panen raya yang berpotensi harga jatuh," ujar Andriko, saat panen jagung bersama Bupati Pacitan Indartato di Desa Ploso Kecamatan Punung,  Pacitan, Jawa Timur, Jumat (1/3).

Diperkirakan Februari - Maret, luas panen jagung di Kabupaten Pacitan mencapai 12.824 ha. Sampai akhir Februari sudah panen sekitar 7 ribu ha, dan sisanya sekitar 5 ribu ha akan habis dalam 2 minggu ke depan. Dengan provitas rata-rata 6-7 ton/ha, di perkirakan saat panen raya tersedia jagung sekitar 70 ribu ton.

Lebih lanjut dikatakan Andriko, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan harga acuan pembelian pemerintah  di tingkat produsen dan konsumen melalui Permendag 96/2018 untuk menjaga stabilisasi harga dan pasokan pangan.

"Harga acuan jagung pipilan kering ditingkat petani ditetapkan Rp 3.150/kg, sedangkan ditingkat konsumen (pabrik pakan) Rp 4.000/kg. Bulog mesti bergerak cepat manakala harga jagung di petani turun dibawah harga acuan" tambah Andriko.

Bupati Pacitan yang terkenal sangat merakyat menyuarakan harapan petani agar saat panen raya harga produk pertanian, termasuk jagung bisa dijaga tetap stabil.

"Permintaan saya mewakili para petani jagung cuma satu, yaitu harga jagung tetap stabil saat panen raya", ungkap Indartato.

Saat panen raya juga dilakukan transaksi pembelian jagung milik kelompok tani sebanyak 300 ton dengan harga Rp 3.200/kg oleh gapoktan yang bergerak diusaha perdagangan jagung. Hal yang sama juga saat panen jagung di Desa Ploso Kecamatan Tegalombo sehari sebelumnya dilakukan transaksi pembelian jagung milik kelompoktani 300 ton dengan harga Rp 3.400/kg.

Agar pendapatan petani bisa optimal, diharapkan petani melalui poktan/gapoktan menjual langsung ke pabrik pakan mengingat margin yang cukup besar.

"Sudah saatnya petani melalui poktan/gapoktan menjual jagung hasil panen langsung ke pabrik pakan agar pendapatannya bertambah. Hal ini karena perbedaan harganya tinggi antara harga di petani dengan di pabrik pakan,  sekitar Rp 700-800/kg" ungkap Andriko.

Acara panen jagung juga dihadiri Wakil Bupati, Ketua Komisi IV DPRD, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, para Kepala Dinas, Kasubdivre Bulog Ponorogo, Dandim Pacitan, Kapolres Pacitan, Camat Punung, Kepala Desa, serta petani masyarakat Desa Ploso.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...