Panen 400 hektar di Sambas siap penuhi cadangan Beras pemerintah

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 19 Mar, 2018

Views: 263

Sambas (16/3). Ketua Pelaksana Serapan Gabah Nasional, Agung Hendriadi, yang juga Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian melakukan kunjungan ke lokasi panen raya di Desa Semparuk, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jumat (16/3).

Pada kesempatan tersebut, Agung menyaksikan transaksi pembelian gabah langsung dari petani oleh Bulog Divre Sambas, Singkawang, dan Bengkayang. Harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP) di lokasi ini sebesar Rp. 4.200/kg. “Penyerapan gabah ini sangat penting untuk mengisi cadangan beras kita" ujar Agung.

Target serap gabah semester I (Jan-Juni 2018) untuk Kalimantan Barat sebesar 76.023 ton dari target nasional sebesar 2,2 juta ton. Adapun target serapan gabah harian untuk Provinsi Kalimantan Barat sebesar 619 ton. Target tersebut optimis dicapai mengingat saat ini sudah memasuki panen raya. "Kami optimis target yang ditetapkan pemerintah akan tercapai," tambah Agung.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya meminta Bulog untuk mengoptimalkan serapan gabah di wilayah ini dengan kemitraan bersama TNI sesuai mekanisme sergap yang telah disepakati.

Di lokasi panen di Desa Semparuk, luas lahan sawah yang dipanen 400 hektar, dengan produktivitas 5 ton/ha, sehingga total dihasilkan gabah sebanyak 2.000 ton.

Sukiman, Ketua Poktan Dari Nandung I menyatakan komitmennya untuk menjual gabah ke Bulog. “Kami berkomitmen untuk membangun ketahanan pangan melalui sergap ini” Ujar Sukiman yang menanam padi dengan varietas Cilosari. Sukiman juga menambahkan bahwa, harga yang disepakati dalam pembelian gabah cukup menguntungkan petani, dan dapat membantu petani dalam menyalurkan gabah mereka.

Pada saat yang sama, Suardi, Kasubdivre Bulog Singkawang, Sambas dan Bengkayang menyatakan kesiapan untuk menerima gabah dari petani. Dalam kegiatan sergab ini, Agung Hendriadi selain didampingi Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Riwantoro, juga hadir dari Sterad TNI, kasdim 1202/Skw, perwakilan dari Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Kepala BPTP Kalbar, dan Sub Divre Bulog.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...