Menteri Pertanian Minta Bulog Cegah Anjloknya Harga Gabah

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 04 Apr, 2019

Views: 147

Saat ini beberapa daerah sentra produksi beras sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil kerja kerasnya. Oleh karena itu tugas dari Pemerintah dalam hal ini Bulog agar secepatnya melakukan penyerapan agar harga tidak anjlok. Menyikapi hal tersebut, Menteri Pertanian meminta Bulog secepatnya menyerap gabah petani.

"Harga gabah tidak boleh dibawah Rp.4.070. Itu perintah Presiden," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat panen raya padi seluas 150 hektar di desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu Jawa  Barat, Kamis (4/4/2019).

Indramayu merupakan salah satu Lumbung Pangan Jawa Barat dengan lahan seluas 120.226 ha dengan produktivitas lebih dari 7,5 ton/hektar.

Apa yang dikatakan Amran sangat beralasan, karena pemerintah sudah menerapkan fleksibilitas harga gabah dan beras. Selain itu, Bulog juga bisa membeli dengan skema komersial, yakni skema pembelian gabah maupun beras dari petani dengan harga sesuai dengan kualitasnya. Selain itu, pembelian berdasarkan HPP plus fleksibilitas 10% juga tetap dilaksanakan.

Sesuai Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015, HPP GKP di tingkat petani sebesar Rp 3.700 per kg. Adapun fleksibilitas harga 10 persen sebesar Rp 4.070 per kg.

Di Indramayu sebagai salah satu lumbung pangan provinsi Jawa Barat saat ini rata-rata harga gkp/kilogram masih bagus yaitu berkisar Rp 3.800 gkp. Namun perlu diantisipasi percepatan penyerapannya agar harga tidak anjlok. 

Ditempat yang sama Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan Bulog untuk mempercepat serap gabah petani, yaitu : Bulog harus memperluas  kerjasama dengan mitra penggilingan untuk mempercepat pembelian dan pengeringan gabah petani.

Pengadaan oleh Bulog harus fokus dalam bentuk gabah kering giling agar harga di tingkat petani tidak turun, dan menghindarkan dari risiko penurunan mutu saat penyimpanan.

Selain itu menurut Agung,  pengadaan gabah tidak perlu menunggu penjualan stok beras yang ada, tetapi harus terus dilakukan penyerapannya agar moment panen tidak terlewat.

Berikutnya, manfaatkan kerjasama gudang filial dengan mitra untuk menyimpan gkg dan mengoptimalkan peran satker untuk menyerap langsung dari petani/poktan dan gapoktan

Agung juga mengatakan agar kegiatan sergap tetap dilakukan pada saat hari libur, agar tidak terjadi penundaan panen/penjualan sehingga berpotensi merugikan petani.

"Kalau beberapa hal tersebut dilakukan Bulog, dampaknya tidak hanya menolong anjloknya harga gabah ditingkat petani, tetapi ketahanan pangan kita juga akan semakin kokoh, karena tersedianya cadangan pangan pemerintah yang cukup," pungkas Agung.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...