Menteri Pertanian Minta Bulog Cegah Anjloknya Harga Gabah

Saat ini beberapa daerah sentra produksi beras sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil kerja kerasnya. Oleh karena itu tugas dari Pemerintah dalam hal ini Bulog agar secepatnya melakukan penyerapan agar harga tidak anjlok. Menyikapi hal tersebut, Menteri Pertanian meminta Bulog secepatnya menyerap gabah petani.

"Harga gabah tidak boleh dibawah Rp.4.070. Itu perintah Presiden," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat panen raya padi seluas 150 hektar di desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu Jawa  Barat, Kamis (4/4/2019).

Indramayu merupakan salah satu Lumbung Pangan Jawa Barat dengan lahan seluas 120.226 ha dengan produktivitas lebih dari 7,5 ton/hektar.

Apa yang dikatakan Amran sangat beralasan, karena pemerintah sudah menerapkan fleksibilitas harga gabah dan beras. Selain itu, Bulog juga bisa membeli dengan skema komersial, yakni skema pembelian gabah maupun beras dari petani dengan harga sesuai dengan kualitasnya. Selain itu, pembelian berdasarkan HPP plus fleksibilitas 10% juga tetap dilaksanakan.

Sesuai Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015, HPP GKP di tingkat petani sebesar Rp 3.700 per kg. Adapun fleksibilitas harga 10 persen sebesar Rp 4.070 per kg.

Di Indramayu sebagai salah satu lumbung pangan provinsi Jawa Barat saat ini rata-rata harga gkp/kilogram masih bagus yaitu berkisar Rp 3.800 gkp. Namun perlu diantisipasi percepatan penyerapannya agar harga tidak anjlok. 

Ditempat yang sama Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan Bulog untuk mempercepat serap gabah petani, yaitu : Bulog harus memperluas  kerjasama dengan mitra penggilingan untuk mempercepat pembelian dan pengeringan gabah petani.

Pengadaan oleh Bulog harus fokus dalam bentuk gabah kering giling agar harga di tingkat petani tidak turun, dan menghindarkan dari risiko penurunan mutu saat penyimpanan.

Selain itu menurut Agung,  pengadaan gabah tidak perlu menunggu penjualan stok beras yang ada, tetapi harus terus dilakukan penyerapannya agar moment panen tidak terlewat.

Berikutnya, manfaatkan kerjasama gudang filial dengan mitra untuk menyimpan gkg dan mengoptimalkan peran satker untuk menyerap langsung dari petani/poktan dan gapoktan

Agung juga mengatakan agar kegiatan sergap tetap dilakukan pada saat hari libur, agar tidak terjadi penundaan panen/penjualan sehingga berpotensi merugikan petani.

"Kalau beberapa hal tersebut dilakukan Bulog, dampaknya tidak hanya menolong anjloknya harga gabah ditingkat petani, tetapi ketahanan pangan kita juga akan semakin kokoh, karena tersedianya cadangan pangan pemerintah yang cukup," pungkas Agung.