Mentan Pantau Pasar Cipanas, Sentra Cabai dan Usaha Peternakan Telur

  1. Dalam rangka memastikan kondisi pasokan dan harga pangan selama bulan puasa dan menghadapi lebaran tahun 2014, Menteri Pertanian melakukan kunjungan kerja di daerah Cianjur pada tanggal 15 Juli 2014. Lokasi yang dikunjungi antara lain: Pasar Cipanas, sentra produksi cabai merah keriting di Pacet, dan usaha peternakan ayam petelur (PT. QL Agro Farm).
  2. Berdasarkan pemantauan di Pasar Cipanas, kondisi harga beberapa komoditas pangan pokok strategis relatif stabil, bahkan sebagian komoditas pangan harganya turun. Harga beras stabil pada tingkat harga Rp 9.000/kg, minyak goreng curah Rp 11.500/kg, daging sapi lokal Rp 88.000/kg dan bawang merah Rp 20.000/kg. Stabilnya komoditas pangan tersebut karena pasokan dalam kondisi aman. Sementara itu, harga cabai merah keriting turun menjadi Rp 10.000/kg dari sebelumnya Rp 12.000/kg, harga cabai rawit merah Rp 14.000/kg dari sebelumnya Rp 16.000/kg, dan harga gula pasir turun menjadi Rp 10.000/kg dari sebelumnya Rp 11.000/kg. Harga daging ayam ras juga turun menjadi Rp 28.000/kg, berangsur-angsur turun sekitar Rp 1.000/kg dari sebelum puasa yang mencapai Rp 35.000/kg.
  3. Harga cabai merah keriting cenderung turun karena meningkatnya pasokan akibat panen di daerah sentra produksi. Bahkan di tingkat petani, harga cabai merah keriting anjlok hingga Rp 3.000/kg, dari sebelumnya Rp 4.000/kg. Kondisi ini sebagai dampak dari tingginya harga cabai pada periode menjelang lebaran tahun lalu, sehingga petani ramai-ramai menanam cabai yang menyebabkan over supply. Break Event Point (BEP) harga cabai merah keriting di tingkat petani Rp 6.000/kg, sedangkan untuk mendapatkan keuntungan yang layak harga di tingkat petani minimal Rp 10.000/kg, sehingga dengan kondisi harga sekarang, petani mengalami kerugian.
  4. Terkait hal tersebut, Menteri Pertanian akan berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan untuk menjaga stabilitas harga cabai tingkat petani agar petani tetap mendapatkan keuntungan yang layak pada saat panen raya, terutama agar margin harga di tingkat petani dengan pedagang tidak terlalu tinggi. Menteri Pertanian juga menghimbau kepada petani cabai di daerah Pacet Cianjur agar tidak serentak menanam cabai pada saat harga cabai tinggi (menjaga supply) sehingga tidak akan terjadi over supply. Selain itu juga, akan mengupayakan kontrak antara petani dengan pelaku usaha/industri makanan dan mengusahakan bantuan alat kepada daerah sentra produksi cabai untuk memproses pengolahan cabai merah.

Sementara itu, harga telur ayam ras di tingkat produsen relatif stabil tinggi pada tingkat harga sebesar Rp 15.800/kg - Rp 16.000/kg. Pasokan untuk menghadapi lebaran nanti relatif aman.