Mentan: Harga dan Stok Pangan Jelang Ramadhan Aman

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 19 Jun, 2015

Views: 156

JAKARTA - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin pagi (8/6) untuk mengontrol perkembangan harga dan ketersedian pasokan pangan seperti beras, bawang, dan cabai menjelang masuknya Bulan Suci Ramadhan.

Hasil sidak, ditemukan harga bawang merah variatif sementara cabai (keriting, merah, rawit) cenderung turun dari sebelumnya. Kemudian, pasokan pangan jelang Ramadhan aman.

Mentan tiba di Pasar Induk Kramat Jati pukul 5.50 WIB dan langsung bergegas masuk ke pasar menyambangi pedagang sayur. Di tengah aktivitas pedagang yang sedang sibuk, Mentan berdialog dengan beberapa pedagang untuk menanyakan harga dan pasokan bawang merah dan cabai.

“Pak, harga bawang di sini (Pasar Induk Kramat Jati) berapa per kilo nya? dan stok bawang di pasar ini cukup sampai nanti Lebaran?,” tanya Mentan pada Sutanto salah seorang pedagang besar bawang merah.

Sutanto menyampaikan pada Mentan, harga cabai merah dijual Rp 15.000 per kilogram yang di ambil langsung dari Brebes dengan harga Rp 13.000 per kilogram. Ketersediaan bawang merah pun sampai Lebaran nanti aman.

Terkait harga dan stok cabai, Mentan menanyakan pada Abdullah seorang pedagang yang sudah lama berjualan di Pasar Induk Kramat Jati terkait harga cabai.

“Harganya Rp 20.000 sampai Rp 22.000 per kilogram Pak Haji dan kalo pun ditawar harganya Rp 18.000 per kilogram,” jawab pedagang.

Dalam sidaknya ini, Mentan mendapat informasi langsung akan harga bawang dan cabai. Harga bawang merah Rp 15.000 per kilogram dari harga produsen di Brebes Rp 13.000 per kilogram. Kemudian, harga cabai kriting Rp 18.000 hingga Rp 22.000 per kilogram dari harga produsen di Garut Rp 16.500 per kilogram dan harga cabai rawit Rp 15.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 22.000 per kilogram.

“Sementara itu, pasokan beras bulan April yang tersedia sekitar 17 ribu ton. Bulan Juni dan Juli puncak panen raya. Itu rekomendasi kalau impor adalah alternatif terakhir karena kita harus menjaga harga,” kata Mentan.

Mentan mengatakan pada para pedagang agar jangan menaikan harga pangan menjelang Bulan Suci Ramadhan dan sampai nanti Lebaran.

“Kami minta jangan naikkin lagi harga bawang dan harga pangan lainnya, bila perlu harganya diturunkan,” ungkap Mentan.

Pasokan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati sebesar 80 hingga 90 ton per hari yang sebagian besarnya yakni 70 persen dipasok dari Brebes dan sisanya dari produsen di daerah Jawa Barat seperti Garut dan Badung. Sementara bawang merah dari Jawa Timur (Jatim), bawang merahnya hampir sama dengan bawang Brebes, sehingga kalau bawang merah Jatim masuk Jakarta disebutnya bawang Brebes. Adapun pasokan total bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati sebesar 140 hingga 150 ton per hari. Ini menunjukkan stok bawang merah aman menjelang Bulan Suci Ramadhan.

Dalam kesempatan ini, Mentan menyampaikan telah melakukan pengecekan harga dan stok pangan di sejumlah daerah selama satu pekan, yakni di Pasar Terong Makassar, Jeneponto, Sulawesi Utara, Brebes dan Banyuwangi. Hasilnya, sampai saat ini pasokan cukup menjelang Suci Ramadhan yang akan bertahan sampai Ramadhan. Kemudian, harga bawang di pasar sejumlah pasar berkisar Rp 15.000 hingga Rp 17.000 per kilogram.

 

Sumber: Biro Umum dan Humas Kementan RI

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...