Mentan Genjot Anggaran untuk Pertanian Bawang Merah Bima

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 22 Jun, 2015

Views: 154

BIMA, NTB - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, kebutuhan bawang merah nasional selama sebulan sebanyak 90 ribu ton bisa dipenuhi dari dua sentra produksi bawang merah yakni Bima dan Brebes.

Mentan menjelaskan, panen bawang merah yang ada di Bima menghasilkan sebanyak 40 ribu ton, sedangkan panen di Brebes menghasilkan produksi bawang merah sebesar 50 ribu ton, sehingga total produksi dua sentra produksi tersebut mencapai 90 ribu ton.

"Artinya, Brebes dan Bima sudah memenuhi kebutuhan bawang merah nasional bulan ini, dua sentra ini saja sudah cukup. Itu belum termasuk dari Banyuwangi, Enrekang, Janeponto, Minahasa, dan Probolinggo," ujar Mentan di Desa Sangia, Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat (19/6).

Mentan memastikan, produksi panen yang ada di Bima juga akan langsung dibeli oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk segera disebarkan ke daerah-daerah yang menunjukkan harga bawang merah tinggi seperti Jakarta, Jawa Timur Lampung, dan Sulawesi Selatan.

"Ini langsung kami beli, harganya dari petani hanya Rp 6.000 per kilogram, tapi kami beli Rp 8.000 per kilogram dan langsung dikirim ke Jakarta, Jawa Timur, Lampung, dan Sulawesi Selatan. Kita kirim langsung ke sana agar harga bisa stabil," ungkap Mentan.

Mentan mengungkapkan, pihaknya juga memberikan bantuan untuk kawasan komoditas bawang merah di Bima pada tahun 2015 ini berupa lahan sebanyak 238 ha dan 10 unit hand tractor untuk lima kelompok tani bawang merah yang tersebar di Kabupaten Bima.

"Tahun 2015 ada tambahan alokasi anggaran untuk pengembangan bawang merah 1.000 ha. Bantuannya 18 juta rupiah per ha. Proses revisi DIPA ini kami akan alokasikan ke Bima. Selain itu, untuk kawasan sayuran kami juga akan memveri bantuan lahan untuk tanam bawang putih seluas 30 ha," jelasnya.

Tambahan lainnya berupa penambahan alokasi anggaran untuk pengembangan bawang merah. Seperti diketahui, Kabupaten Bima merupakan salah satu pemasok bawang merah terbesar di Indonesia. Bima memiliki kualitas yang baik dan harga yang murah, pemerintah mengharapkan adanya tambahan produksi bawang merah dari Bima agar Indonesia tak hanya mampu penuhi kebutuhan, tetapi juga mampu ekspor.

"Tahun depan kita programkan penangkaran benih bisa dialokasikan 300 hektare untuk menutupi kebutuhan impor. Bahkan bisa sampai 500 ha dengan perkiraan produksi benih 3.500 ton kalau per ha 7 ton," pungkas Mentan.

Sumber: Biro Umum dan Humas

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...