Mentan Genjot Anggaran untuk Pertanian Bawang Merah Bima

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 22 Jun, 2015

Views: 179

BIMA, NTB - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, kebutuhan bawang merah nasional selama sebulan sebanyak 90 ribu ton bisa dipenuhi dari dua sentra produksi bawang merah yakni Bima dan Brebes.

Mentan menjelaskan, panen bawang merah yang ada di Bima menghasilkan sebanyak 40 ribu ton, sedangkan panen di Brebes menghasilkan produksi bawang merah sebesar 50 ribu ton, sehingga total produksi dua sentra produksi tersebut mencapai 90 ribu ton.

"Artinya, Brebes dan Bima sudah memenuhi kebutuhan bawang merah nasional bulan ini, dua sentra ini saja sudah cukup. Itu belum termasuk dari Banyuwangi, Enrekang, Janeponto, Minahasa, dan Probolinggo," ujar Mentan di Desa Sangia, Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat (19/6).

Mentan memastikan, produksi panen yang ada di Bima juga akan langsung dibeli oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk segera disebarkan ke daerah-daerah yang menunjukkan harga bawang merah tinggi seperti Jakarta, Jawa Timur Lampung, dan Sulawesi Selatan.

"Ini langsung kami beli, harganya dari petani hanya Rp 6.000 per kilogram, tapi kami beli Rp 8.000 per kilogram dan langsung dikirim ke Jakarta, Jawa Timur, Lampung, dan Sulawesi Selatan. Kita kirim langsung ke sana agar harga bisa stabil," ungkap Mentan.

Mentan mengungkapkan, pihaknya juga memberikan bantuan untuk kawasan komoditas bawang merah di Bima pada tahun 2015 ini berupa lahan sebanyak 238 ha dan 10 unit hand tractor untuk lima kelompok tani bawang merah yang tersebar di Kabupaten Bima.

"Tahun 2015 ada tambahan alokasi anggaran untuk pengembangan bawang merah 1.000 ha. Bantuannya 18 juta rupiah per ha. Proses revisi DIPA ini kami akan alokasikan ke Bima. Selain itu, untuk kawasan sayuran kami juga akan memveri bantuan lahan untuk tanam bawang putih seluas 30 ha," jelasnya.

Tambahan lainnya berupa penambahan alokasi anggaran untuk pengembangan bawang merah. Seperti diketahui, Kabupaten Bima merupakan salah satu pemasok bawang merah terbesar di Indonesia. Bima memiliki kualitas yang baik dan harga yang murah, pemerintah mengharapkan adanya tambahan produksi bawang merah dari Bima agar Indonesia tak hanya mampu penuhi kebutuhan, tetapi juga mampu ekspor.

"Tahun depan kita programkan penangkaran benih bisa dialokasikan 300 hektare untuk menutupi kebutuhan impor. Bahkan bisa sampai 500 ha dengan perkiraan produksi benih 3.500 ton kalau per ha 7 ton," pungkas Mentan.

Sumber: Biro Umum dan Humas

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...