Masyarakat Diajak Kurangi Makan Nasi

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 25 Nov, 2017

Views: 206

Yogyakarta, Orang Indonesia masih mengonsumsi nasi lebih dari 60 persen tiap porsi makannya. Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengajak masyarakat Indonesia untuk mengurangi porsi nasi yang mereka makan.

Idealnya, porsi nasi di tiap piring makan hanya 50 persen. Sisanya diperbanyak konsumsi sayur mayur, buah-buahan dan lauk pauk. Komposisi makanan yang seimbang ini mampu meningkatkan gizi dan nutrisi individu. Sehingga menciptakan kualitas hidup lebih sehat, sumber daya manusia yang aktif dan produktif. Sayangnya, sudah tertanam dalam budaya nasi sebagai makanan utama.

"Kalau kita datang ke pesta saja yang pertama kali dicari itu pasti nasi, baru lauk, sayur mayur dan terakhir buah-buahan. Nasinya banyak, lauk dan sayurnya sedikit," kata Kepala BKP Agung Hendriadi di Yogyakarta, Jumat, 24 November 2017.

Padahal, nasi bukanlah satu-satunya sumber karbohidrat yang ada di Indonesia. Umbi-umbian, sukun, jagung, sagu dan singkong adalah sumber karbohidrat lain. Nilai gizinya pun tak kalah dari nasi.

Badan Ketahanan Pangan kini tengah mengkampanyekan program "Isi Piringku" ke masyarakat. Program ini bertujuan untuk merubah pola pikir dan komposisi makan masyarakat. Masyarakat diajak untuk lebih memperbanyak konsumsi buah-buahan, dan sayur mayur

Agung menjelaskan program Isi piringku adalah mengatur isi komposisi makanan dimana dalam sekali makan, setengah bagian piring diisi sayur mayur dan buah-buahan. Sementara setengah porsi sisanya dibagi dua, tiga perempat makanan pokok sumber karbohidrat seperti nasi,dan umbi-umbian dan seperempat diisi sumber protein seperti daging dan ikan.

"Biar masyarakat terbiasa, coba yang membut acara, nasi menjadi urutan paling terakhir di meja prasmanan. Sayur dan buah-buahan diletakkan dibagian awal. Jadi bisa memancing seseorang mengambil lebih banyak sayur dan buah," tutupnya.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...