Masyarakat Diajak Kurangi Makan Nasi

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 25 Nov, 2017

Views: 233

Yogyakarta, Orang Indonesia masih mengonsumsi nasi lebih dari 60 persen tiap porsi makannya. Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengajak masyarakat Indonesia untuk mengurangi porsi nasi yang mereka makan.

Idealnya, porsi nasi di tiap piring makan hanya 50 persen. Sisanya diperbanyak konsumsi sayur mayur, buah-buahan dan lauk pauk. Komposisi makanan yang seimbang ini mampu meningkatkan gizi dan nutrisi individu. Sehingga menciptakan kualitas hidup lebih sehat, sumber daya manusia yang aktif dan produktif. Sayangnya, sudah tertanam dalam budaya nasi sebagai makanan utama.

"Kalau kita datang ke pesta saja yang pertama kali dicari itu pasti nasi, baru lauk, sayur mayur dan terakhir buah-buahan. Nasinya banyak, lauk dan sayurnya sedikit," kata Kepala BKP Agung Hendriadi di Yogyakarta, Jumat, 24 November 2017.

Padahal, nasi bukanlah satu-satunya sumber karbohidrat yang ada di Indonesia. Umbi-umbian, sukun, jagung, sagu dan singkong adalah sumber karbohidrat lain. Nilai gizinya pun tak kalah dari nasi.

Badan Ketahanan Pangan kini tengah mengkampanyekan program "Isi Piringku" ke masyarakat. Program ini bertujuan untuk merubah pola pikir dan komposisi makan masyarakat. Masyarakat diajak untuk lebih memperbanyak konsumsi buah-buahan, dan sayur mayur

Agung menjelaskan program Isi piringku adalah mengatur isi komposisi makanan dimana dalam sekali makan, setengah bagian piring diisi sayur mayur dan buah-buahan. Sementara setengah porsi sisanya dibagi dua, tiga perempat makanan pokok sumber karbohidrat seperti nasi,dan umbi-umbian dan seperempat diisi sumber protein seperti daging dan ikan.

"Biar masyarakat terbiasa, coba yang membut acara, nasi menjadi urutan paling terakhir di meja prasmanan. Sayur dan buah-buahan diletakkan dibagian awal. Jadi bisa memancing seseorang mengambil lebih banyak sayur dan buah," tutupnya.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...