Berita BKP

Lumbung Pangan Masyarakat, Penyedia Pangan Saat Pandemi

Maros, Juni 2021 - Lumbung Pangan Masyarakat  (LPM) sebagai kelembagaan pangan yang telah mengakar di masyarakat memainkan peranan penting dalam penyediaan pangan selama masa pandemi. 

LPM yang dibangun melalui dana DAK, harus dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dengan bantuan 500 juta, seharusnya Gapoktan harus maju berlangkah-langkah bukan hanya selangkah saja, ujar Andriko, Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan dalam kunjungannya ke Kelompok LPM Gapoktan Maju Selangkah, Desa Kurusumange, Kec. Tanralili Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (17/06.2021).

LPM Maju Selangkah merupakan penerima bantuan pembangunan Lumbung melalui DAK Fisik Bidang Pertanian Tahun 2019. Bantuan diperoleh dalam paket lengkap dengan sarana pendukung berupa lantai jemur, mesin RMU dan rumah RMU dengan nilai Rp500 juta.Bantuan lumbung dan sarana pendukung sangat bermanfaat untuk usaha kami karena diberikan juga RMU dengan kapasitas 1 ton/ jam , ujar H. Muhamad Nur, Ketua Kelompok LPM Maju Selangkah. 

Dijelaskannya, pada awal berdiri Tahun 2012, jumlah anggota sebanyak 20 orang selanjutnya berkembang dan ada penambahan anggota menjadi 42 orang. Modal yang tersimpan dan dipinjam oleh anggota sebesar 20 juta rupiah dan stok beras di lumbung kurang lebih 5 ton. 

Kegiatan LPM Maju Selangkah meliputi simpan pinjam dan jual beli gabah/beras. Biasanya pada saat paceklik anggota/masyarakat meminjam gabah/beras ke lumbung, kemudian dikembalikan pada saat panen dalam bentuk gabah.

H. Muhammad Nur mengungkapkan bahwa keberadaan lumbung memberikan berbagai manfaat kepada masyarakat terutama saat pandemi seperti saat ini, seperti mempermudah penjualan hasil panen petani, memberikan akses pinjaman gabah pada saat dibutuhkan anggota/masyarakat dan menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan.

Usaha yang dilakukan LPM Maju Selangkah perlu terus dijaga keberlanjutannya dan ke depannya tidak hanya murni sebagi bisnis tetapi juga berfungsi sosial, ungkap Andriko. 

Lebih lanjut Andriko mengharapkan pengembangan lumbung pangan tetap memperhatikan  keseimbangan fungsi bisnis dengan fungsi sosial yang melekat pada lumbung. Misalnya dengan  menyalurkan bantuan beras bagi masyarakat yang membutuhkan dari hasil keuntungan pengelolaan lumbung. Selain itu sistem manajemen dan jejaring lumbung di tingkat kabupaten dan provinsi perlu terus diperkuat dan ditingkatkan.

Sejak tahun 2009 di Provinsi Sulsel telah dibangun LPM melalui DAK Fisik Bidang Pertanian sebanyak 199 lumbung yang tersebar di 25 kabupaten, yaitu di Kabupaten Bone 6, Luwu Utara 10, Maros 12, Soppeng 2, Takalar 15, Bantaeng 3, Barru 6, Bone 32, Bulukumba 16, Enrekang 1, Gowa 4, Jeneponto 5, Kep. Selayar 3, Luwu 7, Luwu Timur 10, Palopo 1, Pangkep 4, Pinrang 6, Selayar 5, Sidrap 7, Sinjai 8, Soppeng 14, Tana Toraja 4, Toraja Utara 5 dan Wajo 1

http://pusatkkp.bkp.pertanian.go.id/site/berita/1624110706/lumbung-pangan-masyarakat-penyedia-pangan-saat-pandemi

Berita Terkait