Lomba Kreasi Tumpeng Kemerdekaan RI Ke-72 Berbasis Pangan Lokal Non Beras

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 11 Aug, 2017

Views: 371

Jakarta, Dalam rangka memperingati Bulan Kemerdekaan RI ke-72, dengan tema “Indonesia Kerja Bersama”, Kementerian Pertanian turut serta memeriahkan bulan kemerdekaan dengan menyelenggarakan Festival Pangan Lokal yang mengusung tema “Tingkatkan konsumsi ragam pangan lokal dukung kemandirian pangan”. Festival Pangan Lokal ini diselenggarakan dari tanggal 10-11 Agustus 2017. Festival Pangan Lokal ini, menurut Amran Sulaiman Menteri Pertanian, memiliki tiga tujuan, yaitu Pertama: mensosialisasikan program percepatan penganekaragaman pangan dengan menampilkan pangan lokal sebagai alternatif pangan sumber karbohidrat sekaligus memperkenalkan potensi pangan lokal daerah kepada masyarakat luas, Kedua: Mengangkat citra pangan lokal sebagai makanan yang dapat dikonsumsi pada semua lapisan masyarakat, dan Ketiga : mengenalkan dan membudayakan pola makan dengan menu B2SA (beragam, bergizi, seimbang, dan aman) kepada masyarakat, khususnya masyarakat pertanian, pegawai, dan pengusaha di bidang pertanian. Berbagai event digelar dalam Festival Pangan Lokal, salah satunya adalah Lomba Kreasi Tumpeng Kemerdekaan RI Ke-72 berbasis pangan lokal non beras. Tema ini dipilih sebagai salah satu upaya untuk memsosialisasi percepatan penganekaragaman/diversifikasi konsumsi pangan dan pola makan dengan menu B2SA (beragam, bergizi seimbang, dan aman) terhadap khalayak luas, khususnya pegawai lingkup Kementerian Pertanian melalui kegiatan gerakan diversifikasi pangan. Lomba kreasi tumpeng kemerdekaan pangan lokal dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2017, bertempat di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, dan diikuti oleh 21 peserta dari Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se Jakarta, Ikatan Wanita Pengusaha Pusat (IWAPI), Muslimat NU, Aisyiyah Muhammadiyah dan Dharma Wanita. Pada lomba kreasi tumpeng Kemerdekaan RI Ke-72, dimenangkan oleh PKK Depok sebagai juara I, diikuti Ditjen Hortikultura dan Badan Litbang Pertanian sebagai juara II dan III.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...