Kunjungan Peserta Temu Koordinasi Kehumasan ke Pabrik Mie Lethek

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 08 Oct, 2015

Views: 144

Dalam rangka meningkatkan strategi kehumasan untuk meningkatkan program diversifikasi pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementan telah melaksanakan temu koordinasi kehumasan yang dilaksanakan pada tanggal 1-3 Oktober 2014 di Yogyakarta. Dalam acara tersebut hadir pejabat yang terkait dengan kehumasan di masing-masing eselon I lingkup Kementan. Acara temu koordinasi kehumasan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan sambutan selamat datang dari Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY. Acara diisi oleh para ahli yang berkompeten dibidang diversifikasi pangan dan kehumasan, antara lain Kapus Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP, Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM, dan Wartawan Senior dari Yogyakarta.

Selanjutnya, untuk lebih mendalami strategi meningkatkan program diversifikasi pangan, para peserta temu kehumasan melakukan kunjungan ke produsen Mie Lethek yang  terletak di Dusun Bendo, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Mie ini adalah unik dan proses pembuatannya dilakukan secara tardisional, karena 100 persen bahan yang dipakai untuk pembuatan mie tersebut berasal dari ketela dan tenaga yang digunakan untuk produksi mie tersebut adalah sapi.

Tepung ketela digiling dengan alat berupa batu silinder seberat 1 ton yang ditarik menggunakan tenaga sapi, dan oven berbahan bakar kayu. Proses penggilingan dilakukan sehari 5 kali dan sekali giling membutuhkan waktu 2 jam. Mie lethek berdiri sekitar tahun 1940 an, dan telah mengalami berbagai krisis ekonomi sehingga pernah berhenti produksi. Usaha mie lethek merupakan usaha turun-temurun keluarga Umar Bisyir Nahdi. Hingga saat ini kondisi pabrik masih dipertahankan oleh cucu dari Umar Bisyir Nahdi, yaitu Yasir Ferry Ismatrada.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...