Kunjungan Peserta Temu Koordinasi Kehumasan ke Pabrik Mie Lethek

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 08 Oct, 2015

Views: 168

Dalam rangka meningkatkan strategi kehumasan untuk meningkatkan program diversifikasi pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementan telah melaksanakan temu koordinasi kehumasan yang dilaksanakan pada tanggal 1-3 Oktober 2014 di Yogyakarta. Dalam acara tersebut hadir pejabat yang terkait dengan kehumasan di masing-masing eselon I lingkup Kementan. Acara temu koordinasi kehumasan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan sambutan selamat datang dari Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY. Acara diisi oleh para ahli yang berkompeten dibidang diversifikasi pangan dan kehumasan, antara lain Kapus Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP, Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM, dan Wartawan Senior dari Yogyakarta.

Selanjutnya, untuk lebih mendalami strategi meningkatkan program diversifikasi pangan, para peserta temu kehumasan melakukan kunjungan ke produsen Mie Lethek yang  terletak di Dusun Bendo, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Mie ini adalah unik dan proses pembuatannya dilakukan secara tardisional, karena 100 persen bahan yang dipakai untuk pembuatan mie tersebut berasal dari ketela dan tenaga yang digunakan untuk produksi mie tersebut adalah sapi.

Tepung ketela digiling dengan alat berupa batu silinder seberat 1 ton yang ditarik menggunakan tenaga sapi, dan oven berbahan bakar kayu. Proses penggilingan dilakukan sehari 5 kali dan sekali giling membutuhkan waktu 2 jam. Mie lethek berdiri sekitar tahun 1940 an, dan telah mengalami berbagai krisis ekonomi sehingga pernah berhenti produksi. Usaha mie lethek merupakan usaha turun-temurun keluarga Umar Bisyir Nahdi. Hingga saat ini kondisi pabrik masih dipertahankan oleh cucu dari Umar Bisyir Nahdi, yaitu Yasir Ferry Ismatrada.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...