Kunjungan Kerja Tim Solid Pusat dan Badan Ketahanan Pangan (BKP) ke Kabupaten Halmahera Barat

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 14 Nov, 2015

Views: 271
  1. Dalam rangka pelaksananan kegiatan SOLID tahun anggaran 2014 diadakan Workshop ME dan RIMS pada tanggal 4 – 7 November 2014, di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Tujuan kegiatan Workshop ME dan RIMS adalah untuk menyamakan persepsi pelaksana SOLID baik di pusat dan daerah mengenai sistem ME yang akan dikembangkan oleh SOLID pada phase ke-II mendatang.
  2. Masih dalam rangkaian kegiatan Workshop ME dan RIMS, diadakan kegiatan Kunjungan Kerja Tim SOLID Pusat bersama Pejabat Lingkup Sekretariat Badan Ketahanan Pangan (BKP) ke Kabupaten Halmahera Barat untuk melihat perkembangan kegiatan SOLID di Lapangan pada tanggal 4 November 2014.
  3. Kunjungan kerja dilaksanakan pada tanggal 4 November 2014 ke Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Tim Kunjungan Kerja terdiri dari Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, Dr. Ir. Mei Rochjat Darmawiredja, M.ED; Kepala Bagian Perencanaan, Ir. Muhammad Hamzah, MM; Kepala Bagian Evaluasi dan Pelaporan, Ir. Mulden Damanik, MM; Koordinator SOLID, M. Zakky, S.TP, M.Si; Kepala Sub Bagian Kerja Sama, Nita Yulianis, SP, M.Si; Kepala Sub Bagian Perlengkapan, Mulyana, SP; beserta tim SOLID Pusat dan Provinsi Maluku Utara.
  4. Tim diterima Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat yang diwakili oleh Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Barat, H. Husen Abd. Fatah, S.IP; Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan, Ir. Amir Tiwar; serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Barat, Ir. Muhamad Aulia Husin di Kantor Bupati Halmahera Barat. Dalam Sambutannya, Sekretaris Badan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat yang telah bersedia menerima kunjungan kerja tim dan menjelaskan maksud kedatangan tim untuk melihat sejauh mana perkembangan kegitan SOLID di tingkat desa. Setelah melaksanakan pertemuan dengan perwakilan daerah Kabupaten Halmahera Barat, tim Pusat didampingi oleh Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Barat, Asisten II dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Barat melaksanakan Kunjungan Kerja ke desa-desa sasaran SOLID.
  5. Desa Taba Campaka, Kecamatan Sahu Timur
  6. Kunjungan dimulai dengan mengunjungi Desa Taba Campaka, Kecamatan Sahu Timur. Desa Taba Caba Campaka adalah Desa Tahun 2011 yang dibina SOLID, sampai dengan tahun 2014 sudah terbentuk 10 Kelompok Mandiri (KM) di desa tersebut. Dalam Kunjungan Ke Desa Taba Campaka Sekretaris Badan Ketahanan Pangan, Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Barat, Asisten II, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Barat, beserta tim SOLID Pusat melaksanakan diskusi interaktif bersama dengan penerima manfaat SOLID, membahas segala perkembangan, kendala, dan rencana tindak lanjut kegiatan SOLID yang sudah dilaksanakan di desa tersebut. Masalah utama dalam pelaksanakaan kegiatan SOLID di desa tersebut adalah: pendampingan, usaha kelompok dan akses pasar hasil usaha kelompok. Selain itu, tim juga melihat proses pembuatan Sagu Bakar yang merupakan Usaha yang dikembangan oleh Kelompok Mandiri (KM) dan juga melihat pembangunan infrastruktur yang telah dilaksanakan di desa tersebut, yaitu fasilitas air bersih yang dilaksanakan bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.
  7. Desa Ropu Tengah Balu (RTB), Kecamatan Sahu

Setelah dari Desa Taba Campaka, tim mengunjungi Desa RTB, Kecamatan Sahu. Desa RTB merupakan desa tahun 2012 yang dibina SOLID, sampai dengan tahun 2014 sudah terbentuk 10 KM di desa tersebut. Dalam kunjungan ke Desa RTB, tim melihat proses pembuatan Crude Cocconut Oil (CCO) yang diusahakan oleh Federasi MARIMOI. Pada tahun 2013 federasi marimoi telah melakukan kesepaktan dengan CV. Mitra Roas dalam memasarkan produk CCO ke perusahaan tersebut. Namun sayang kesepakatan tersebut  tidak dilanjutkan dikarenakan negoisasi harga pembelian oleh CV. Mitra Roas kepada federasi tidak menemukan titik temu. Oleh karena itu, federasi marimoi meminta akses pasar dan pelatihan CCO menjadi Virgin Coccunut Oil (VCO) kepada tim. Selanjutnya, tim melihat Demplot Kacang Tanah di desa tersebut

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...