Kunjungan Kerja Menteri Pertanian di Jambi

Kunjungan Kerja Menteri Pertanian di Provinsi Jambi tanggal 26-27 Juli 2013, dilakukan untuk memastikan kecukupan stok pangan serta memantau kondisi pasokan dan harga pangan strategis periode puasa dan menjelang lebaran di Provinsi Jambi. Lokasi yang dikunjungi antara lain: (1) Pasar Ternak Muaro Bulian, Kabupaten Batanghari; (2) Kawasan Integrasi Sawit Sapi PTPN VI; (3) Panen Padi di Desa Pudak, Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi; (4) Pasar Grosir dan Eceran Angso Duo Kota Jambi. Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Pertanian didampingi oleh Gubernur Jambi, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Asisten II Setda Jambi, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Kemitraan dan Hubungan Kelembagaan, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Informasi dan Komunikasi, Direktur Pasca Panen, Kepala Pusat Distrbusi dan Cadangan Pangan, Direktur Budidaya Ternak, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Kepala Dinas lingkup Pemerintah Provinsi Jambi, dan lain-lain.

Berikut hasil Kunjungan Kerja Menteri Pertanian:

  1. Pasar Ternak Muaro Bulian, Kabupaten Batanghari
    1. Untuk memastikan kondisi pasokan sapi di Provinsi Jambi, Menteri Pertanian meninjau pasar ternak sapi di Kabupaten Batanghari. Selain itu juga dilakukan dialog langsung dengan pedagang dan peternak sapi.
    2. Harga sapi hidup di Pasar Ternak Muaro Bulian masih normal antara Rp 30.000/kg – Rp 35.000/kg berat hidup. Meskipun demikian, harga daging sapi eceran di Kota Jambi sangat tinggi mencapai Rp 100.000/kg. Hal ini menunjukkan adanya margin yang tinggi di pedagang.
    3. Dengan kondisi harga daging sapi eceran yang masih cukup tinggi di Jambi, diharapkan adanya peningkatan pasokan sapi hidup dari Lampung ke Jambi sehingga dapat menekan harga daging sapi tingkat eceran. Selain itu, dengan adanya upaya pemerintah menambah pasokan daging sapi siap potong sebanyak 25 ribu ekor diharapkan dapat menurunkan harga daging sapi eceran.
    4. Kementerian Pertanian berupaya untuk terus mendorong pengembangan pasar ternak sebagai salah satu objek pemenuhan daging untuk kalangan masyarakat. Untuk itu, Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan senilai kurang lebih Rp 4 miliar untuk pengembangan pasar ternak tersebut.
    5. Kondisi Pasar ternak Muaro Bulian sendiri masih membutuhkan beberapa sarana lagi, diantaranya Los Pasar Ternak dan pembangunan kandang penampung ternak, serta penanaman pohon pelindung. Namun demikian, penataan pasar ternak tersebut rapi dan lengkap dengan tersedianya fasilitas timbangan langsung yang bisa digunakan oleh para pedagang ternak, sehingga para pedagang dan pembeli tidak merasa dirugikan dan transaksi bisa dilakukan secara terbuka.

 

  1. Kawasan Integrasi Sawit Sapi PTPN VI
    1. Stok sapi di PTPN VI saat ini 955 ekor, awalnya 2.000 ekor, terdiri dari sapi lokal semua, yaitu jantan (berat 300 kg) 300 ekor, betina PO 300 ekor dan betina Bali 300 ekor. Sapi jantan sebanyak 300 ekor tersebut akan dilepas untuk memenuhi kebutuhan lebaran.
    2. Setiap minggu 30 ekor sapi dilepas ke Bulian dan Kota Jambi 3-5 ekor/hari.
    3. Harga sapi hidup saat ini Rp 40.000/kg berat hidup untuk sapi dengan bobot 300-350 kg, Rp 38.000/kg berat hidup untuk sapi dengan bobot 400 kg, Rp 37.000/kg untuk sapi dengan bobot 150 kg.
    4. Karena merupakan kawasan integrasi sawit sapi, untuk pakan dibuat sendiri dari pelepah sawit dengan komposisi 40% pelepah sawit dan 60% rumput. Dengan demikian, harga pakan relatif lebih murah, sehingga bisa menekan harga sapi yang dijual dan menurunkan harga daging sapi eceran di Provinsi Jambi.
    5. Arahan Menteri Pertanian: (1) Diharapkan PTPN VI bisa membantu operasi pasar daging melalui program integrasi sawit sapi yang dikelola perusahaan tersebut. Dengan harga pakan yang murah, diharapkan harga sapi hidup Rp 32.000/kg berat hidup, sehingga harga daging sapi di tingkat eceran dapat tertekan; (2) Adanya margin yang terlalu tinggi antara harga sapi di tingkat peternak dengan harga daging sapi di eceran, sehingga dihimbau pedagang untuk tidak mengambil keuntungan yang terlalu tinggi, selain itu juga diharapkan pemerintah setempat meningkatkan dan melancarkan pasokan sapi dari Lampung.

 

  1. Panen Padi di Desa Pudak, Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi
    1. Di Desa Pudak, Menteri Pertanian melakukan panen padi dan berdialog dengan petani.
    2. Luas lahan pertanian khususnya untuk padi di Kabupaten Muaro Jambi cukup luas, dengan rata-rata produktivitas 7 ton GKP. Harga saat ini untuk GKG sebesar Rp 4.500/kg. Dengan harga tersebut, total penerimaan petani sekitar Rp 27 juta. Biaya usahatani rata-rata Rp 7 juta per hektar, sehingga penerimaan bersih sekitar Rp 20 juta per hektar per musim, sehingga rata-rata penerimaan petani per bulan Rp 5 juta. Kendala dalam usahatani padi antara lain: pengairan, terutama pada saat musim kemarau, sehingga petani meminta bantuan selang air dan pembangunan irigasi dan bendungan untuk menampung air pada saat musim hujan. Untuk itu, Gubernur Jambi dan Bupati Muaro Jambi memberikan bantuan selang kepada petani di daerah tersebut. Untuk pembangunan irigasi akan dikoordinasikan dengan Dinas PU.
    3. Di Kabupaten Muaro Jambi juga tersedia lahan 900 ha untuk tanam kedelai, namun terdapat kendala tidak adanya benih.
    4. Arahan Menteri Pertanian: (1) Mengingat panen padi di kabupaten ini mencapai 3 kali setahun dan relatif tidak ada hama, maka diharapkan potensi tersebut lebih ditingkatkan, khususnya dari sisi produktivitas; (2) Memanfaatkan musim kemarau saat ini yang masih ada hujan untuk tanam padi; (3) Untuk mengatasi kesulitan air pada saat kemarau, dihimbau agar petani membuat embung-embung; (4) Ibu-ibu agar memanfaatkan pekarangan untuk menanam cabai dan tanaman lainnya sehingga tidak terpengaruh tingginya harga cabai dan tanaman sayuran lain saat ini; (5) Menteri Pertanian akan mengupayakan bantuan benih kedelai, untuk itu, Kementerian Pertanian sudah meminta Kementerian Keuangan untuk memberikan perlakuan khusus dalam pengadaan benih; (6) Meningkatkan kinerja komisi pengawas pupuk dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

 

  1. Pasar Angso Duo Kota Jambi
  2. Harga daging sapi di Pasar Angso Duo Rp 100.000/kg. Tingginya harga ini disebabkan harga beli sapi dari Lampung sudah mahal. Terkait dengan tingginya harga daging sapi tersebut, pemerintah berupaya untuk menurunkan harga daging sapi diantaranya dengan menambah pasokan melalui impor sapi potong sebanyak 25 ribu ekor dari Australia. Dengan adanya suplai sapi siap potong tersebut, diharapkan harga daging sapi di pasaran bisa kembali turun hingga kisaran Rp 80.000/kg – Rp 85.000/kg.
  3. Selain daging sapi, harga pangan strategis lainnya juga menunjukkan kenaikan, diantaranya bawang merah dan cabai merah. Harga bawang merah naik menjadi Rp 38.000/kg untuk bawang merah dari Padang, sementara bawang merah dari Brebes Rp 60.000/kg, namun saat ini pasokan dari Brebes sedikit. Selain dari Padang dan Brebes, pasokan bawang merah di Jambi berasal dari Curup Bengkulu. Meskipun harga bawang merah saat ini melambung, Menteri Pertanian menyatakan masyarakat tidak perlu panik karena bulan Agustus akan terjadi panen bawang di Brebes. Harga cabai merah keriting juga naik menjadi Rp 28.000/kg, dipasok dari Sumbar, Curup Bengkulu, Jawa dan Medan.

Harga beras stabil, sekitar Rp 8.500/kg, harga bawang putih juga stabil sekitar Rp 12.000/kg. Harga daging ayam ras Rp 22.000/kg dan telur ayam ras Rp 1.200/butir.