Kunjungan Kerja Ke LDPM di Lombok Tengah

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 30 Mar, 2015

Views: 183

Dalam rangka Kunjungan Kerja BKP Pusat ke NTB, pada tanggal 25 Maret 2015 menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2014 Gapoktan  Bangkit Kembali, di Desa Pendem, Kec. Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB. Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan kegiatan rutin setiap tahunan yang dilakukan oleh Gapoktan Bangkit Kembali untuk mengevaluasi kinerja dan menyusun rencana kegiatan kedepan.

Dalam pertemuan disampaikan sambutan oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan (Kementerian Pertanian) dan laporan pelaksanaan LDPM oleh ketua Gapoktan Bangkit Kembali. Selain itu dilakukan diskusi dan tanya jawab dengan pengurus maupun anggota Gapoktan.

Sebagai informasi, Gapoktan Bangkit Kembali terbentuk pada tahun 2011 dengan jumlah anggota sebanyak 197 orang berasal dari 5 (lima) kelompok tani, yaitu Tani Pendem, Beson, Karang Majelok, Motong Bila, dan Maliklo. Sejak berdiri sampai sekarang, Gapoktan Bangkit Kembali telah memperoleh keuntungan sebesar 10 juta  Usaha yang dilakukan antara lain : distribusi dan unit pengolahan. Stok yang dimiliki sebanyak 3 ton beras. Pemasalahan yang dihadapi oleh Gapoktan Bangkit Kembali untuk meningkatkan usahanya anatara lain belum memiliki RMU dan lantai jemur serta mesin pompa air untuk mengairi sawah, karena penanaman padi masih tergantung pada hujan. Selain itu, masalah lainnya adalah belum disampaikan laporan secara tepat waktu dan pembukuan administras keuangan yang belum efektip.

Menjawab permasalahan tersebut khususnya terkait dengan RMU dan Pompa Air, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan akan menyampaikan kebutuhan RMU kepada Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) dan untuk penyediaan pompo air, Ditjen PSP siap membantu untuk pengairan sawah.  Sedangkan untuk pembangunan lantai jemur dan pembukuan administrasi keuangan yang belum efektip, agar dapat dialokasikan anggaran melalui APBN ataupun APBD Provinsi dan menyiapkan pelatihan bagi pengurus dan anggota Gapoktan LDPM. 

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...