KRPL Kementan Mendapat Perhatian Ibu Iriana Joko Widodo

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 28 Jan, 2019

Views: 314

Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi PAUD Muslimat Khodijah 157 Rogojampi Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (28/1). Dia didampingi Mufidah Jusuf Kalla dan ibu-ibu anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK).

Begitu sampai di PAUD, Ibu Iriana dan rombongan disambut tarian gandrung. Kemudian, bersama anak-anak PAUD melakukan senam penerapan hidup bersih dan sehat.


Ibu Iriana dan Mufidah Kalla, serta rombongan juga menanam tanaman hidroponik di dalam pot, dan membuat lubang biopori untuk penyerapan air. Kemudian, melakukan praktik cuci tangan dan sosialisasi gemar makan ikan bersama anak-anak PAUD.


Ketika mengunjungi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, Ibu Negara juga menyaksikan tayangan video yang salah satunya tentang Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dikembangkan Kementerian Pertanian.


Kunjungan Ibu Negara ke Sekolah PAUD ini tentu saja sangat menggembirakan, karena mampu memotivasi para guru dan orang tua siswa yang juga hadir di lokasi PAUD.


"Kami sangat senang dengan kehadiran Ibu Negara dan rombongan," ujar  Kepala Sekolah PAUD Faridatul Hasanah.


"Disekolah ini, kami mengenalkan sejak usia dini tentang pentingnya memanfaatkan pekarangan sebagai sumber gizi keluarga," tambah Faridatul.


Menurut Faridatul, di sekolahnya, anak-anak diperkenalkan mulai menanam baik benih maupun bibit, sampai tanaman yang akan dipanen.


"Melalui pengenalan cara bercocok tanam ini, anak-anak akan mengetahui proses bagaimana makanan tersedia di meja makan, mulai dari menanam, memelihara, hingga memanen, sampai makanan tersedia di meja makan,  dari hasil budidaya sendiri," ujarnya.


Menurutnya, apabila makanan yang di beli, anak-anak tidak tahu kondisi makanan tersebut, apakah sudah tercemar atau tidak? "Tapi, kalau menanam dan memelihara sendiri anak-anak akan mengetahui kondisi makanan, karena terjamin keamanan pangannya," ujar Faridatul.


Ditambahkan Faridatul, anak didik disekolahnya yang berkisar 100 siswa harus tahu, bahwa lahan pertanian khususnya sawah ladang akan berkurang, karena bersaing dengan penggunaan perumahan dan industri, sedangkan lahan pekarangan akan terus bertambah seiring bertambahanya perumahan.


Pekarangan dalam arti luas tidak hanya lahan tanah di sekitar rumah, tetapi bisa memanfaatkan teknik budidaya hidroponik, vertikultur, aeroponik, dan lain sebagainya yang memanfaatkan media lain selain tanah.


Pada kesempatan ini juga dilakukan menggiatkan kembali pemanfaatan lahan pekarangan melalui KRPL untuk meningkatkan pangan, gizi dan pendapatan. Setelah pangan dan gizi tercukupi, maka hasil dari pekarangan dapat diupayakan untuk meningkatkan pendapatan dengan cara sebagian hasilnya di jual ke pasar.

Berita Terkait

  • TTI Kementan Gelar Operasi Pasar Bawang Merah dan Bawang Putih Pada 46 Titik di Jakarta

    Jakarta (12/04) - Dalam rangka stabilisasi harga bahan pangan pokok, khususnya meredam harga bawang merah dan bawang putih yang cenderung meningkat sejak awal Maret lalu, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menggelar operasi pasar selama 5 hari (12 – 16 April 2019)  di beberapa titik wilayah Jakarta.

    "Operasi pasar ini perlu kami lakukan, karena melihat ada kecenderungan harga bawang merah dan bawang putih yang meningkat. Melalui operasi pasar,  diharapkan harga bisa stabil dan kembali normal," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian  (Kementan) Agung Hendriadi saat m...

  • Kepala BKP Kementan Genjot Serapan Gabah Petani Wilayah Jawa Timur

    "Kita semua mempunyai misi besar untuk mewujudkan ketahanan pangan.  Pertama dari aspek ketersediaan, kedua aspek keterjangkauan, dan ketiga adalah stabilisasi harga dan pasokan," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi saat rapat koordinasi Serap Gabah Petani (Sergap) di Kantor Subdivre Jember, Bondowoso. Selasa (9/4/2019).

    Untuk mendorong percepatan sergap, Agung yang didampingi Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Andriko Noto Susanto, berkeliling ke wilayah Jember sampai Bondowoso untuk memantau sergap dan harga yang terjadi di lapanga...

  • Menteri Pertanian Minta Bulog Cegah Anjloknya Harga Gabah

    Saat ini beberapa daerah sentra produksi beras sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil kerja kerasnya. Oleh karena itu tugas dari Pemerintah dalam hal ini Bulog agar secepatnya melakukan penyerapan agar harga tidak anjlok. Menyikapi hal tersebut, Menteri Pertanian meminta Bulog secepatnya menyerap gabah petani.

    "Harga gabah tidak boleh dibawah Rp.4.070. Itu perintah Presiden," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat panen raya padi seluas 150 hektar di desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu Jawa  Barat, Kamis (4/4/2019).

    Indramayu merupakan salah sat...