KRPL Kementan Mendapat Perhatian Ibu Iriana Joko Widodo

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 28 Jan, 2019

Views: 272

Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi PAUD Muslimat Khodijah 157 Rogojampi Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (28/1). Dia didampingi Mufidah Jusuf Kalla dan ibu-ibu anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK).

Begitu sampai di PAUD, Ibu Iriana dan rombongan disambut tarian gandrung. Kemudian, bersama anak-anak PAUD melakukan senam penerapan hidup bersih dan sehat.


Ibu Iriana dan Mufidah Kalla, serta rombongan juga menanam tanaman hidroponik di dalam pot, dan membuat lubang biopori untuk penyerapan air. Kemudian, melakukan praktik cuci tangan dan sosialisasi gemar makan ikan bersama anak-anak PAUD.


Ketika mengunjungi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, Ibu Negara juga menyaksikan tayangan video yang salah satunya tentang Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dikembangkan Kementerian Pertanian.


Kunjungan Ibu Negara ke Sekolah PAUD ini tentu saja sangat menggembirakan, karena mampu memotivasi para guru dan orang tua siswa yang juga hadir di lokasi PAUD.


"Kami sangat senang dengan kehadiran Ibu Negara dan rombongan," ujar  Kepala Sekolah PAUD Faridatul Hasanah.


"Disekolah ini, kami mengenalkan sejak usia dini tentang pentingnya memanfaatkan pekarangan sebagai sumber gizi keluarga," tambah Faridatul.


Menurut Faridatul, di sekolahnya, anak-anak diperkenalkan mulai menanam baik benih maupun bibit, sampai tanaman yang akan dipanen.


"Melalui pengenalan cara bercocok tanam ini, anak-anak akan mengetahui proses bagaimana makanan tersedia di meja makan, mulai dari menanam, memelihara, hingga memanen, sampai makanan tersedia di meja makan,  dari hasil budidaya sendiri," ujarnya.


Menurutnya, apabila makanan yang di beli, anak-anak tidak tahu kondisi makanan tersebut, apakah sudah tercemar atau tidak? "Tapi, kalau menanam dan memelihara sendiri anak-anak akan mengetahui kondisi makanan, karena terjamin keamanan pangannya," ujar Faridatul.


Ditambahkan Faridatul, anak didik disekolahnya yang berkisar 100 siswa harus tahu, bahwa lahan pertanian khususnya sawah ladang akan berkurang, karena bersaing dengan penggunaan perumahan dan industri, sedangkan lahan pekarangan akan terus bertambah seiring bertambahanya perumahan.


Pekarangan dalam arti luas tidak hanya lahan tanah di sekitar rumah, tetapi bisa memanfaatkan teknik budidaya hidroponik, vertikultur, aeroponik, dan lain sebagainya yang memanfaatkan media lain selain tanah.


Pada kesempatan ini juga dilakukan menggiatkan kembali pemanfaatan lahan pekarangan melalui KRPL untuk meningkatkan pangan, gizi dan pendapatan. Setelah pangan dan gizi tercukupi, maka hasil dari pekarangan dapat diupayakan untuk meningkatkan pendapatan dengan cara sebagian hasilnya di jual ke pasar.

Berita Terkait

  • Pada Council Meeting APTERR 7th, Kepala BKP Kementan Usulkan Evaluasi Dampak Bantuan Beras

    Wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur merupakan kawasan cukup rentan terhadap bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, angin topan, dan lainnya yang bisa menyebabkan kerusakan fisik, sampai terjadinya gagal panen. Hal ini bisa menimbulkan kerawanan pangan dan hambatan akses pangan.

    Negara-negara di kawasan ASEAN+3 memiliki _coping strategy_ untuk mengatasi dampak negatif dari bencana setelah terjadi.

    Mekanisme yang dilakukan melalui pembentukan cadangan beras antara negara _ASEAN Plus Three_ (China, Jepang dan Korea), yang dikenal dengan istilah APTERR ( _ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserv...

  • Serah Terima Jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan

    Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi pimpin serah terima jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan yang batu Andriko Noto Susanto pada Senin pagi ini (18/02).

    Menurut Agung, serah terima jabatan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan yang telah dilaksanakan sebelumnya. 

    "Saya harap pejabat yang baru dapat memahami tugas tugas yang harus segera ditindaklanjuti dan yang menjadi prioritas ditempat baru" tegas nya.

    Dalam kesempatan ini dia berpesan kepada pejabat baru untuk fokus mengidentifikasi dan mengintervensi lokasi rentan rawan pangan.

  • Kementan Sangat Peduli Terhadap Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan

    Dalam rangka penguatan dan pemantapan sistem keamanan dan mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 53 tahun 2018 tentang Keamanan dan Mutu PSAT.

    Secara umum Permentan  ini mengatur mengenai:(1) pengawasan keamanan dan mutu pangan segar asal tumbuhan melalui pendataan, pendaftaran, dan sertifikasi; (2) pembagian kewenangan yang jelas antara pusat, pemerintah propinsi; dan pemerintah kabupaten/kota; (3) merespon pelayanan pendaftaran secara online; (4) mengakomodasi prinsip pengawasan keamanan p...