KRPL Kementan Mampu Suplai Sayuran ke Hotel dan Rumah Makan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 14 Nov, 2018

Views: 357


Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dilaksanakan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian cukup membanggakan. Selain hasilnya dapat untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, dan menghemat belanja pangan, juga bisa meningkatkan pendapatan.


Hal ini sebagaimana dikembangkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari di Kel. Anaiwoi  Kec. Kadia Kota Kendari Sulawesi Tenggara yang merupakan show window KRPL Kota Kendari.


"Saya bangga apa yang sudah dilakukan KRPL ini. Dan harus ditingkatkan terus, agar bisa berkesinambungan," ujar Agung yang berkunjung pada Rabu (14/11) bersama Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Tri Agustin, kelokasi KRPL.


Agung menuturkan kunci keberhasilan kegiatan KRPL sudah ada di kelompok ini, salah satunya yaitu keinginan yang kuat dari anggota serta adanya lokal champion.


Pada kesempatan yang sama, Ketua KWT Mekar Lestari Yustina yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan bahwa dengan adanya kegiatan KRPL, kebutuhan sayur keluarga sudah dapat terpenuhi dari tanaman di pekarangan yang dikembangkan anggota.


Menurutnya, KWT yang beranggota 30 orang itu mampu menjual sayuran selada ke hotel dan juga terong ke rumah makan.


"Dengan KRPL, selain kami bisa masak sayur tanpa pestisida, selada dan terong juga sudah kami jual ke hotel dan rumah makan," tambah Yustina yang mengaku menjual 1 pohon  selada seharga 10 ribu rupiah.


Mendengar penjelasan tersebut, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi merasa bangga.


"KRPL ini sudah mempunyai modal untuk terus berkembang, karena sudah mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, bahkan sebagian sudah dijual," ujar Agung.


Menurut Agung, kalau KRPL mau lestari harus diikuti dengan meningkatkan pendapatan, setelah gizi keluarga tercukupi.


"Untuk mencukupi kebutuhan gizi keluarga, harus tersedia minimal 75 polybag di setiap pekarangan keluarga," tambah Agung.


Agung juga berpesan, untuk meningkatkan kemampuan budidaya tanaman, bisa  dilakukan dengan belajar di BPTP provinsi.


"Untuk meningkatkan ketrampilan bercocok tanam, silahkan berkunjung ke BPTP, karena fasilitasnya lengkap dan sudah ada komitmen utk membantu KRPL," kata Agung.


Sementara itu, Tri Agustin, memaparkan bahwa Kota Kendari mendapat alokasi 4 KRPL pada tahun 2018.


"Saya minta kedepannya, anggota KWT ini tidak hanya 30 orang. Tetapi barus dikembangkan menjadi kawasan kelurahan," ujarnya.


Untuk itu Tri Agustin meminta agar Kebun Bibit Desa dikelola dengan baik dan ditambah tanamannya.


"Tolong terus  semangat menanam, agar terus berkembang karena sudah dapat merasakan manfaatnya," pesan Tri Agustin.


Tri Agustin juga optimis KRPL akan cepat berkembang jika ada Local Championnya.


"Local Champion itu sangat penting, karena dia yang memotivasi, memberi semangat dan mengajak menanam," pungkas Tri.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...