KRPL Kementan Mampu Suplai Sayuran ke Hotel dan Rumah Makan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 14 Nov, 2018

Views: 402


Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dilaksanakan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian cukup membanggakan. Selain hasilnya dapat untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, dan menghemat belanja pangan, juga bisa meningkatkan pendapatan.


Hal ini sebagaimana dikembangkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari di Kel. Anaiwoi  Kec. Kadia Kota Kendari Sulawesi Tenggara yang merupakan show window KRPL Kota Kendari.


"Saya bangga apa yang sudah dilakukan KRPL ini. Dan harus ditingkatkan terus, agar bisa berkesinambungan," ujar Agung yang berkunjung pada Rabu (14/11) bersama Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Tri Agustin, kelokasi KRPL.


Agung menuturkan kunci keberhasilan kegiatan KRPL sudah ada di kelompok ini, salah satunya yaitu keinginan yang kuat dari anggota serta adanya lokal champion.


Pada kesempatan yang sama, Ketua KWT Mekar Lestari Yustina yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan bahwa dengan adanya kegiatan KRPL, kebutuhan sayur keluarga sudah dapat terpenuhi dari tanaman di pekarangan yang dikembangkan anggota.


Menurutnya, KWT yang beranggota 30 orang itu mampu menjual sayuran selada ke hotel dan juga terong ke rumah makan.


"Dengan KRPL, selain kami bisa masak sayur tanpa pestisida, selada dan terong juga sudah kami jual ke hotel dan rumah makan," tambah Yustina yang mengaku menjual 1 pohon  selada seharga 10 ribu rupiah.


Mendengar penjelasan tersebut, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi merasa bangga.


"KRPL ini sudah mempunyai modal untuk terus berkembang, karena sudah mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, bahkan sebagian sudah dijual," ujar Agung.


Menurut Agung, kalau KRPL mau lestari harus diikuti dengan meningkatkan pendapatan, setelah gizi keluarga tercukupi.


"Untuk mencukupi kebutuhan gizi keluarga, harus tersedia minimal 75 polybag di setiap pekarangan keluarga," tambah Agung.


Agung juga berpesan, untuk meningkatkan kemampuan budidaya tanaman, bisa  dilakukan dengan belajar di BPTP provinsi.


"Untuk meningkatkan ketrampilan bercocok tanam, silahkan berkunjung ke BPTP, karena fasilitasnya lengkap dan sudah ada komitmen utk membantu KRPL," kata Agung.


Sementara itu, Tri Agustin, memaparkan bahwa Kota Kendari mendapat alokasi 4 KRPL pada tahun 2018.


"Saya minta kedepannya, anggota KWT ini tidak hanya 30 orang. Tetapi barus dikembangkan menjadi kawasan kelurahan," ujarnya.


Untuk itu Tri Agustin meminta agar Kebun Bibit Desa dikelola dengan baik dan ditambah tanamannya.


"Tolong terus  semangat menanam, agar terus berkembang karena sudah dapat merasakan manfaatnya," pesan Tri Agustin.


Tri Agustin juga optimis KRPL akan cepat berkembang jika ada Local Championnya.


"Local Champion itu sangat penting, karena dia yang memotivasi, memberi semangat dan mengajak menanam," pungkas Tri.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...