Konsolidasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Lingkup Badan Ketahanan Pangan

Diterbitkan pada Kegiatan Pada 28 Sep, 2017

Views: 806

Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian menyelenggarakan pertemuan konsolidasai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada tanggal 27 September 2017, di Bogor – Jawa Barat. Pertemuan ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan penyegaran dan pemahaman kembali terhadap penerapan SPIP di Badan Ketahanan Pangan. Pertemuan Konsolidasi SPIP ini dibuka oleh Kepala Bagian Evaluasi dan Pelaporan (Ir. Hasyim Asyari, MM) dan dihadiri oleh Pejabat Struktural Eselon III dan IV serta Pejabat Pengelola Keuangan, dan staf. Sebagai narasumber dalam pertemuan ini adalah Auditor dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian. Dalam pengarahan Sekretaris Badan Ketahanan yang dibacakan oleh Kepala Bagian Evaluasi dan Pelaporan dikatakan bahwa sejak diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, BKP berkomitmen untuk menerapkan SPIP secara terus menerus, baik pada tingkat Pusat maupun di tingkat Daerah. Penerapan SPIP menjadi tanggung jawab bersama tidak hanya pada unit kerja terkecil tetapi sampai kepada masing-masing individu. Hal ini dilakukan agar tercapainya program dan kegiatan BKP secara efektif dan efisien sesuai dengan visi BKPyaitu“Terwujudnya Ketahanan Pangan yang berlandaskan Kedaulatan dan Kemandirian Pangan”. Sejak tahun 2009, Pelaksanaan SPIP dilingkup BKP, baik provinsi dan kabupaten/kota sudah berjalan relatif baik. Hal ini ditunjukkan dari hasil pemetaan sebelumnya terhadap rawan penyimpangan di BKP oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian yang menyatakan bahwa BKP termasuk katagori "putih".Namun demikian, masih terdapat beberapa temuan hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal terhadap beberapa satker lingkup BKP yang disebabkan oleh belum berjalannya SPI secara maksimal.   Pada pertemuan SPIP ini, narasumber dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian memberikan materi singkat tentang SPIP dan dilanjutkan dengan latihan cara menyusun Sistem Pengendalian Intern (SPI) terhadap pelaksanaan kegiatan strategis Badan Ketahanan Pangan, dengan mengambil contoh salah satu kegiatan, yakni kegiatan Pengembangan Usaha Pagan Masyarakat melalui Toko Tani Indonesia (TTI). Dengan adanya pertemuan ini diharapkan meningkatnya pemahaman SPIP bagi pejabat maupun staf dalam penerapan kegiatan strategis di Badan Ketahanan Pangan, sehingga pengelolaan keuangan negara yang efektif,  efisien, transparan, dan akuntabel serta peningkatan kinerja dan pelayanan publik dapat tercapai dengan baik.

Berita Terkait

  • Bangka Belitung Gaungkan Diversifikasi Pangan

    Upaya peningkatan diversifikasi konsumsi pangan masyarakat terus digalakkan pemerintah. Kali ini dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung digaungkan Gerakan Makan Sayuran, Buah, Umbi-umbian, Kacang-kacangan, dan Ayam Merawang atau yang disingkat GEMA SABUK AMANG.


    Launching gerakan resmi dituangkan dalam Peraturan Gubernur Bangka Belitung No.30 Tahun 2018,  disambut antusias aparat daerah dan masyarakat.


    Dalam sambutannya, Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, menghimbau kepada para pimpinan kabupaten/kota se-Bangka Belitung agar menindaklanjuti gerakan ini secara masif di daerah...

  • Kepala BKP Kementan Jelaskan Tantangan Ketahanan Pangan Indonesia


    "Fokus kita saat ini bukan hanya feeding the world, tetapi juga bagaimana mencapai sasaran akhir pembangunan ketahanan pangan, yaitu terwujudnya Sumberdaya Manusia yang tangguh, sehat, aktif dan produktif," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi,

    dihadapan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Fakultas Teknologi Pertanian pada Seminar Teknologi Pertanian Jabodetabek di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BB Mektan) Serpong-Banten, Kamis   (09/08).


    Menurut Agung, beberapa tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia, ...

  • Sagu Indonesia Untuk Dunia


    Sagu telah dikenal sejak lama menjadi salah satu pangan sumber karbohidrat bagi masyarakat Indonesia. Potensi sagu kini tidak hanya dikembangkan di wilayah timur Indonesia saja, akan tetapi telah meluas ke wilayah sumatera khususnya Provinsi Riau.


    Melalui Seminar Sagu Asean ke IV yang dilaksanakan 7-9 Agustus 2018 di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau ingin menyampaikan pesan bahwa, sagu Riau siap menjadi salah satu komoditas pangan strategis di Indonesia bahkan dunia.


    Acara seminar dibuka  Gubernur Riau,  dihadiri  peserta dari seluruh Indonesia dan pembicara dari Jepang dan Mala...