KOMPETISI ANTAR NEGARA AKAN REBUTKAN PANGAN

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 31 Oct, 2016

Views: 109

Boyolali, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pangan merupakan salah satu dari tiga hal yang akan diperebutkan dalam era kompetisi antar negara, selain air dan energi. Oleh karenanya, setiap negara harus terus mempersiapkan kedaulatan persediaan pangan nasional dengan baik, termasuk Indonesia yang merupakan negara subur namun masih memerlukan impor sejumlah bahan pangan dari negara lain. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam acara pucak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 36 Tingkat Nasional Tahun 2016, yang digelar pada Sabtu, 29 Oktober 2016, di Alun-Alun Kabupaten Boyolali. “ Negara Kita negara besar. Negara subur tapi kita harus bebrbicara apa adanya. Tahun lalu beras, kedelai, jagung, buah-buahan, gula maih impor,” ujar Presiden Joko Widodo. Namun Presiden Joko Widodo optimis bahwa dengan kerja keras dan semangat perubahan yang tinggi, maka kedaulatan persediaan pagan nasional akan terwujud apalagi setelah melihat langsung kondisi di lapangan dalam kegiatan panen raya dan pameran gelar Inovasi Teknologi. “Tapi melihat tadi yang ada di lapangan dipamerkan, saya optimis insya Allah kalau semua kerja keras, selesai,” imbuhnya. Dalam kesempatan tersebut , Presiden Joko Widodo juga menyatakan pentingnya strategi ke depan guna meningkatkan semangat para petani untuk terus menanam. Terutama tanaman jagung yang saat ini masih impor dari negara lain, walaupun sudah menurun sekitar 60 persen. “Jagung turun sampai 60 persen, karena tahun lalu waktu saya ke Jawa Timur dan Dompu, semua petani mengeluh karena harga jagung Cuma Rp. 1.500 per kg. Mentan minta Perpres tentukan harga. Kalau di bawah itu, Bulog keluarkan jurus,” ucap Presiden Joko Widodo. (Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...