Komisi IV DPR-RI Apresiasi TTI

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 31 May, 2017

Views: 195

Bandung – Jawa Barat (30 Mei 2017), Kehadiran Toko Tani Indonesia (TTI) sebagai inovasi pemasaran komoditas pangan yang digagas Kementerian Pertanian, medapat apresiasi anggota Komisi IV DPR-RI. “Kehadiran TTI di Soreang ini yang dipasok oleh Gapoktan Lestari cukup membantu masyarakat sekitar untuk memperoleh beras murah dan berkualitas langsung dari petani” demikian dikatakan Ketua Komisi IV DPR-RI, Edhy Prabowo saat berkunjung ke TTI Didin Sutiana, di Soreang Cipatik Kelurahan Gajah Mekar, Kecamatan Kutawaringin , Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kunjungan kerja anggota Komisi IV DPR-RI didampingi Plt. Kepala Badan Ketahanan Pangan (Spudnik Sujono), dan Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan (Riwantoro), Bupati Bandung, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kab. Bandung. Dengan adanya TTI yang berada ditempat-tempat strategis, Edhy Prabowo berharap kedepannya TTI dapat memasarkan pangan strategis selain beras di seluruh Indonesia sehingga harga pangan stabil. Sedangkan pemilik TTI Didin Sutiana mengatakan bahwa komoditi yang dijual ditokonya harganya relatif lebih murah dibanding harga-harga dipasaran, karena bahan pangan yang dijual disuplai langsung oleh gabungan Kelompoktani Lestari sebagai mitra kerjanya. “Komoditi yang kami jual jelas lebih murah dibanding dipasaran, misalnya saja beras, saya menjual dengan harga Rp. 7.900,-/kg, sedangkan dipasar harganya mencapai Rp. 10.000,-/kg” kata Didin. Kehadiran TTI dengan tujuan memotong mata rantai distribusi pangan yang panjang, sehingga bisa menjual komoditi pangan yang murah dan berkualitas memang sangat dirasakan manfaatnya baik oleh konsumen maupun petani. Melalui TTI diharapkan ketahanan pangan masyarakat bisa semakin mantap, dan kesejahteraan petani juga bisa meningkat. (Humas Badan Ketahanan Pangan)

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...