Ketersediaan dan Harga sembako di Papua Barat Aman Terkendali

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 18 Dec, 2017

Views: 266

Ketersediaan bahan pokok harus dikendalikan agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. "Harapan kita agar terwujud kestabilan harga pangan dan kebutuhan pokok tersedia dengan cukup dan aman," demikian disampaikan Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani saat memimpin rakor pangan menjelang Natal dan tahun baru 2018 di Kantor Gubernur Papua, Manokwari (18/12). “Untuk itu perlu terus lakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan harga pangan, serta hambatan distribusi dan jumlah stok pangan” tegas nya Berdasarkan pantauan Kementerian Pertanian kondisi harga pangan di Papua Barat sepanjang tahun 2017 sangat stabil antara lain: jagung, kedelai, bawang merah, cabai merah keriting, daging sapi murni, dan gula pasir. Beberapa harga komoditas pangan tahun 2017 bahkan cenderung turun dibanding tahun 2016, misalnya: bawang merah turun 1,95%, daging ayam ras 7,72%, terigu 3,98%, gula pasir 7,75%, bahkan telur ayam turun sekitar 15,4%. Hal tersebut menunjukkan tingkat stabilitas pasokan dan harga pangan di Papua Barat terjaga dengan baik. Pada kesempatan ini, Kepala Bidang Distribusi BKP Kementerian Pertanian Liek Irianti menerangkan secara umum ketersediaan komoditas pangan pokok/ strategis nasional seperti Beras, Jagung, Minyak Goreng, Bawang Merah, Cabai (Besar dan Rawit), Daging dan Telur Ayam Ras surplus sehingga aman, namun terdapat 2 komoditas yang ketersediaan produksinya masih defisit, yaitu Kedelai dan Daging Sapi, sehingga dipenuhi dari Impor. Ketersediaan produksi Gula Pasir defisit, namun masih bisa dipenuhi dari carry over produksi bulan sebelumnya (surplus) sehingga selama HBKN Natal-Tahun Baru diprediksi aman. "Kekurangan daging sapi sudah diantisipasi dengan penyediaan daging sapi/kerbau sekitar 70,66 ribu ton, terdiri dari sapi siap potong lokal 173,99 ribu ekor setara 29,60 ribu ton, sapi siap potong eks-impor 55,29 ribu ekor setara 11,0 ribu ton, stok daging sapi di 57 gudang importir 11,25 ribu ton, stok daging kerbau di Bulog 18,81 ribu ton," kata Irianti. "Dengan total kebutuhan bulan Desember sekitar 50,5 ribu ton, maka masih terdapat surplus sekitar 20,18 ribu ton," tambah Irianti. Ketua Satgas Pangan Papua Barat, Fredrik Tuasela menegaskan bahwa untuk menjaga ketersediaan pangan, masyarakat diharap untuk tidak menimbun bahan pangan. "Penindakan akan dilakukan bagi pelaku usaha pangan yang melakukan penyelewengan, ini adalah langkah terakhir yang akan kami lakukan" lanjut Fredrik. Berdasarkan data Bulog, bahwa stok 8 komoditas BULOG yang dikelola, aman, masyarakat tidak perlu khawatir. Khusus untuk komoditas beras BULOG bahkan sudah memiliki stok sebesar 1,1 juta ton, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional, setidaknya untuk sekitar 5 bulan kedepan. Adapun stok Bulog untuk komoditas lainnya yaitu: gula pasir 413,34 ribu ton; jagung 29,35 ribu ton; daging sapi 18 ton; daging kerbau 17,77 ribu ton; bawang merah 30 ton; bawang putih 293 ton; dan minyak goreng 1,18 juta liter. Turut hadir dalam rakor pangan perwakilan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, wakil dari BULOG, Satgas Pangan, Bank Indonesia, Dinas Perdagangan, Pelindo, para Kepala Dinas baik provinsi maupun kabupaten di Papua Barat, serta pemangku kepentingan terkait.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...