Ketersediaan dan Harga Pangan Pokok jelang Natal dan Tahun Baru di Medan Aman Terkendali

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 12 Dec, 2017

Views: 222

Medan, 12-12. Dalam rangka pemantauan ketersediaan dan pengendalian harga pangan menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, pemerintah provinsi Sumatera Utara melakukan rakor pangan di Kantor Wilayah Bank Indonesia yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (12-12).

Rakor dihadiri Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kementerian Perdagangan, wakil dari BULOG, Satgas Pangan, KPPU, para Kepala Dinas baik provinsi maupun kabupaten di Sumatera Utara, serta stakeholder terkait.

Dalam paparannya Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan mengatakan, secara umum ketersediaan komoditas pangan pokok/strategis nasional seperti Beras, Jagung, Minyak Goreng, Bawang Merah, Cabai (Besar dan Rawit), Daging dan Telur Ayam Ras surplus sehingga AMAN, namun terdapat 2 komoditas yang ketersediaan produksinya masih defisit, yaitu Kedelai dan Daging Sapi, sehingga dipenuhi dari Impor.

Ketersediaan produksi Gula Pasir defisit, namun masih bisa dipenuhi dari carry over produksi bulan sebelumnya (surplus) sehingga selama HBKN Natal-Tahun Baru diprediksi AMAN.

"Kekurangan daging sapi sudah diantisipasi dengan penyediaan daging sapi/kerbau sekitar 70,66 ribu ton, terdiri dari sapi siap potong lokal 173,99 ribu ekor setara 29,60 ribu ton, sapi siap potong eks-impor 55,29 ribu ekor setara 11,0 ribu ton, stok daging sapi di 57 gudang importir 11,25 ribu ton, stok daging kerbau di Bulog 18,81 ribu ton," kata Agung.

"Dengan total kebutuhan bulan Desember sekitar 50,5 ribu ton, maka masih terdapat surplus sekitar 20,18 ribu ton," tambah Agung.

Sedangkan Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kemendag, Kasan, mengatakan, perlunya melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan harga pangan, serta hambatan distribusi dan jumkah stok.

"Kita juga perlu memastikan bahwa pelaku usaha tidak menaikan harga secara tidak wajar dan tidak menimbun barang," ujar Kasan.

Untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat, Ketua Satgas Pangan menghimbau agar para pedagang tidak melakukan penimbunan.

"Saya menghimbau kepada pengusaha bahan pangan, agar tidak melakukan penimbunan. Stok barang yang masih ada digudang, minimal 50 persen dikeluarkan ke pasar untuk disalurkan kepada distributor dan pengecer, sehingga harga bisa dikendalikan," kata Togar Panjaitan, dari Satgas Pangan,

Berdasarkan data Bulog, bahwa stok 8 komoditas BULOG yang dikelola, aman, masyarakat tidak perlu khawatir. Khusus untuk komoditas beras BULOG bahkan sudah memiliki stok sebesar 1,1 juta ton, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional, setidaknya untuk sekitar 5 bulan kedepan. Adapun stok Bulog untuk komoditas lainnya yaitu: gula pasir 413,34 ribu ton; jagung 29,35 ribu ton; daging sapi 18 ton; daging kerbau 17,77 ribu ton; bawang merah 30 ton; bawang putih 293 ton; dan minyak goreng 1,18 juta liter.

Berdasarkan informasi dari Dinas Pangan Sumatera Utara, hasil monitoring ketersediaan bahan pangan di Sumatera Utara menjelang HBKN Natal dan Tahun Baru juga sebagian besar aman. Sebagai contoh beras surplus 1,04 juta ton; jagung surplus 19,49 ribu ton; kedelai surplus 3,71 ribu ton; cabe merah surplus 66,98 ribu ton; daging sapi surplus 830 ton; daging ayam ras surplus 8,68 ribu ton.

Namun demikian khusus untuk bawang merah masih terjadi defisit sekitar 403,68 ribu ton sehingga perlu diperhatikan supply/pasokan ke konsumen tidak terganggu.

Berdasarkan pantauan Kementerian Pertanian melalui kegiatan Panel Harga Pangan, kondisi harga pangan di Sumatera Utara sepanjang tahun 2017 sangat stabil (cv < 5%), kecuali cabe merah keriting (cv=32%).

Beberapa harga komoditas pangan tahun 2017 bahkan cenderung turun dibanding tahun 2016, misalnya cabe merah keriting turun 40%, bawang merah turun 26%, terigu turun 12%, gula pasir turun 9%, telur ayam ras turun 8%, bahkan beras juga turun sekitar 2%.

Hal ini menunjukkan tingkat stabilitas pasokan dan harga pangan di Sumatera Utara yang terjaga dengan baik.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...