Kepala BKP Kementan TinjauKepala BKP Kementan Tinjau Gapoktan Mekar Jaya Gapoktan Mekar Jaya

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 19 Nov, 2017

Views: 176

Bandung, Dalam rangka menjalankan program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Jaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, telah menyuplai beras ke beberapa Toko Tani Indonesia (TTI) daerah di Jawa Barat hingga Jabotabek. Gapoktan yang dibentuk pada tahun 2008 hingga kini, beranggotakan 13 kelompok tani dengan 500 orang petani.

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi, hadirnya Gapoktan yang memasarkan beras melalui TTI bertujuan untuk memutus mata rantai penjualan beras.

"Jadi dengan adanya program ini guna menghindari manipulasi harga yang terjadi di tingkat perantara maupun distributor. Program ini untuk memutus mata rantai penjualan beras," kata Agung, saat meninjau Gapoktan Mekar Jaya di Kampung Rancamanuk RT 02/13 Kelurahan Warga Mekar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu, 19 November 2017.

Agung menuturkan, adanya program PUPM itu sebagai upaya pemerintah untuk menstabilkan harga beras agar bisa dibeli masyarakat dengan harga terjangkau. Melalui program tersebut, masyarakat bisa membeli beras jenis premium seharga Rp8 ribu per kilogram.

"Harga dari Gapoktan Rp7.700. Di TTI bisa dijual Rp8 ribu. Jadi marginnya tetap terjaga, masih ada keuntungan bagi penjual beras," ujar Agung.

Gapoktan yang berada di Kabupaten Bandung memiliki 360 hektare area garapan, dan pada tahun 2017 mendapatkan bantuan sebesar Rp160 juta, yang dialokasikan untuk pembelian gabah Rp100 juta dan biaya operasional Rp60 juta.

Ketua Gapoktan Mekar Jaya Asepullah menuturkan, sejak Mei hingga November 2017 telah membeli gabah sebanyak 75 ton dengan harga rata-rata Rp5 ribu per kilogram. Selanjutnya, gabah diproses menjadi beras dengan rata-rata sebesar 60 persen hingga menghasilkan beras sebanyak 45 ton.

"Beras itu dipasok ke TTI daerah Kota Depok sebanyak 23 ton, dan ke TTI lokal di sini (Kabupaten Bandung) sebanyak 20 ton. Sisa gabah di gudang masih ada enam ton," kata Asep, ditemui di lokasi yang sama. Sumber : metrotvnews.com

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...