Kepala BKP Kementan terus Dorong Bulog Serap Gabah Petani

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 11 Jun, 2018

Views: 219



Untuk meningkatkan penyerapan gabah (Sergap) petani  dan mengisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, Senin (11 Juni 2018)  turun langsung kelapangan memimpin sergap  kedaerah-daerah yang masih sangat potensial untuk dilakukan penyerapan gabah, tetapi capaian realisasinya masih rendah dari target yang sudah ditentukan.


Sasaran sergap yang dikunjungi Agung bersama-Tim satgas sergap, Kepala Dinas Pangan, BPTP dan Bulog, adalah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Tapin, Kalimantan Selatan.


"Kalau kita turun langsung kelapangan, masih banyak petani yang melakukan panen. Untuk itu kami mendorong Bulog melakukan percepatan sergab," tambah Agung.


Apa yang dikatakan Agung benar-benar terbukti. Dua lokasi penggilingan padi kecil di kabupaten Kandangan dan satu di kabupaten Tapin  langsung mengadakan transaksi dengan Divre Bulog setempat dengan harga pembelian oleh penggilingan Rp. 4.600,-/kg gabah kering panen (gkp) dan menjualnya dalam bentuk beras ke Divre Bulog dengan harga Rp. 8.030,-/kg.


"Saya mengapresiasi Divre Bulog. Mereka ini hebat.  Walaupun harga Rp. 4.600 per kg gkp, Divre Bulog tetap bisa beli beras Rp. 8.030,- per kg," kata Agung.


"Kok bisa?, karena mereka  turun langsung ke petani/gapoktan dan melakukan penyerapan gabah  kerjasama dengan penggilingan lokal," tambah Agung.


Menurut Agung, mestinya apa yang dilakukan sub divre  Bulog Barabai yang membawahi 6 kabupaten  yaitu Barabai, Tapin, Kandangan, Balangan, Amuntai dan Tabalong bisa diikuti Sub Divre lainnya, sehingga CBP lebih cepat terisi.  


Dari tiga penggilingan yang didatangi Agung, terjadi transaksi pembelian oleh Divre Bulog sebesar 350 ton/perminggu.


Ketiga penggilingan adalah, dua penggiligan di HSS, yaitu Perusahaan Penggilingan Padi "Dua Saputra" di desa Mandala,  kecamatan Telaga Langsat sebesar 150 ton/minggu dan Penggilingan "Suka Bersama" di desa Bamban Utara 100 ton/minggu. Dan penggilingan Lembaga Usaha Pangan Masyararakat binaan BKP di desa Bakarangan, Kec. Bakarangan, Kab. Tapin sebanyak 100 ton/minggu.


Menurut Agung, upaya mengisi CBP ini sangat penting agar CBP kokoh. Untuk itu jajaran BKP Kementan bersama-sama Satgas sergap, Dinas Pangan, BPTP dan Bulog akan terus melakukan percepatan sergap.


Ketua Satgas sergap Dandim 1003 Kandangan Korem 101 Antasari Letkol Suhardi Aji  mengatakan, kegiatan Sergab ini sangat penting dilakukan, agar CBP bisa terisi seperti yang diharapkan, sehingga ketahanan pangan nasional kuat.


Target sergap yang ditetapkan di Kalsel dari Januari sampai Agustus 2018 sebesar 22.000 ton, hingga 12 Juni baru mencapai 4.553 ton (25,82%). Sedangkan target harian 1.014 ton per hari.


Selain dari BKP Kementan, dalam sergal ini juga hadir Satgas sergap Kasiter Letkol Imam Muchtarom, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel Suparno, Dinas Pertanian, BPTP, dan Bulog.

Berita Terkait

  • BKP Kementan Kembangkan Industri Pangan Berbasis Tepung Lokal

    Untuk dapat menyediakan tepung berbasis pangan lokal yang dibutuhkan industri pangan,  Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian terus memantapkan persiapan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL), dengan mengundang sejumlah pakar dari berbagai perguruan tinggi.

    Menurut Kepala BKP Agung Hendriadi, kegiatan PIPL  diarahkan untuk memproduksi tepung berbasis pangan lokal guna menyediakan bahan baku alternatif bagi industri olahan pangan.

    "Kami akan memproduksi tepung berbasis pangan lokal dengan kualitas yg baik untuk mendukung industri pangan dalam negeri," jelas Agung dalam pertemuan...

  • Kepala BKP Kementan Dorong Bulog dan Perpadi Jawa Tengah dan DI. Yogyakarta Serap Gabah Petani

    Untuk meningkatkan genyerapan gabah/beras petani (Sergap), Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sergap di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta di Kota Yogyakarta, Sabtu (9/2/2019).

    Dalam penjelasannya, Agung memperkirakan produksi beras tahun 2019 sangat besar, yaitu mencapai 32,5 juta ton, sedangkan konsumsi masyarakat 111,5 Kg/Kap/Th atau 29,5 juta ton, sehingga akan terjadi surplus sebesar 3 juta ton beras.

    “Tahun ini kita akan surplus, semoga peluang bisnisnya bisa dimanfaatkan BULOG untuk ekspor karena c...

  • Tim Sergap Lampung Kejar Target Serapan 81.358

    Upaya peningkatan serapan gabah/beras petani (Sergap) terus dilakukan. Provinsi Lampung sebagai salah satu dari 12 provinsi sentra produksi beras  memiliki target yang cukup besar untuk dicapai, yakni 81.358 ton hingga Maret 2019. Dalam rapat koordinasi di kantor divre Bulog Lampung, Kamis (7/2) pagi, telah dibahas berbagai kendala dan strategi pencapaian target.

    Upaya mengejar pencapaian target sangat penting, mengingat serapan baru mencapai 157 ton atau sekitar 15,38% dari target di Januari.

    Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertani...