Kepala BKP Kementan "Stok Jagung Melimpah, Masalah Komunikasi dan Distribusi Perlu dibenahi

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 11 Nov, 2018

Views: 253

*Kepala BKP Kementan "Stok Jagung Melimpah, Masalah Komunikasi dan Distribusi Perlu dibenahi"*


Secara serentak Kementerian Pertanian melakukan safari panen jagung di 7 kabupaten di Jawa Timur (Tuban, Lamongan, Lumajang, Jember, Kediri, Mojokerto dan Pasuruan) pada hari ini,  pada areal 5.000 hektar ladang jagung.


"Panen yang kita lakukan hari ini menunjukan bahwa stok jagung melimpah dan kita memang surplus," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi

seusai melakukan panen raya di Lumajang dan Jember, Sabtu (10/11).


Dari ketujuh daerah yang panen,  terbesar terdapat di Jenggawah, Jember seluas 2.901 hektar dan Kecamatan Kraton, Pasuruan seluas 1.496 hektar dengan produktivitas rata-rata 7-10 ton per hektar.


Saat ini harga jagung pipil kering di tingkat petani di Jatim berkisar antara Rp 5.100-Rp 5.200 per kilogram.


"Panen raya ini sekaligus membuktikan bahwa petani sangat mampu memenuhi kebutuhan pakan jagung untuk peternak mandiri," tambah Agung.


Menurut Agung, masalah kesulitan peternak dalam memenuhi kebutuhan pakan hanya masalah komunikasi dan distribusi.


"Kalau saya lihat, salah satu masalah kesulitan peternak  adalah, karena tersumbatnya komunikasi," ujar Agung.


Apa yang dikatakan Agung sangat beralasan, karena produksi jagung banyak, tapi distribusinya tidak merata, sehingga ada yang berlebih dan ada yang kurang.


Untuk mengatasi masalah ini, Agung memediasi langsung antara peternak dan petani jagung.


"Coba kesini peternak dan petani jagung. Nah.. kalau sudah ketemu begini kan semunya jadi mudah, karena peternak bisa terpenuhi kebutuhannya, petani juga bisa menjual jagung dengan harga menguntungkan.

Semuanya jadi sama-sama untung," ujar Agung.


Melihat keberhasilan mediasi yang dilakukan Agung,  yaitu terpenuhinya kebutuhan peternak sebanyak 10 ton yang dipasok petani jagung setempat dengan harga Rp.52.000,- Agung meminta agar dibentuk Forum Komunikasi Peternak dan Petani Jagung.


"Tolong pemerintah daerah dapat memediasi dan memfasilitasi forum ini," ujar Agung, yang didampingi Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Riwantoro.


Ide Agung yang berhasil mempertemukan antara peternak dan petani, tidak hanya disambut gembira kedua pihak, tetapi Bupati Lumajang, Torikqul Haq langsung meresponnya.


"Saya sangat senang pada hari ini, karena kita akan segera bentuk Forum Komunikasi Peternak dan Petani Jagung," ujar Bupati Lumajang, Torikqul Haq.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...