Kepala BKP Kementan "Stok Jagung Melimpah, Masalah Komunikasi dan Distribusi Perlu dibenahi

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 11 Nov, 2018

Views: 222

*Kepala BKP Kementan "Stok Jagung Melimpah, Masalah Komunikasi dan Distribusi Perlu dibenahi"*


Secara serentak Kementerian Pertanian melakukan safari panen jagung di 7 kabupaten di Jawa Timur (Tuban, Lamongan, Lumajang, Jember, Kediri, Mojokerto dan Pasuruan) pada hari ini,  pada areal 5.000 hektar ladang jagung.


"Panen yang kita lakukan hari ini menunjukan bahwa stok jagung melimpah dan kita memang surplus," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi

seusai melakukan panen raya di Lumajang dan Jember, Sabtu (10/11).


Dari ketujuh daerah yang panen,  terbesar terdapat di Jenggawah, Jember seluas 2.901 hektar dan Kecamatan Kraton, Pasuruan seluas 1.496 hektar dengan produktivitas rata-rata 7-10 ton per hektar.


Saat ini harga jagung pipil kering di tingkat petani di Jatim berkisar antara Rp 5.100-Rp 5.200 per kilogram.


"Panen raya ini sekaligus membuktikan bahwa petani sangat mampu memenuhi kebutuhan pakan jagung untuk peternak mandiri," tambah Agung.


Menurut Agung, masalah kesulitan peternak dalam memenuhi kebutuhan pakan hanya masalah komunikasi dan distribusi.


"Kalau saya lihat, salah satu masalah kesulitan peternak  adalah, karena tersumbatnya komunikasi," ujar Agung.


Apa yang dikatakan Agung sangat beralasan, karena produksi jagung banyak, tapi distribusinya tidak merata, sehingga ada yang berlebih dan ada yang kurang.


Untuk mengatasi masalah ini, Agung memediasi langsung antara peternak dan petani jagung.


"Coba kesini peternak dan petani jagung. Nah.. kalau sudah ketemu begini kan semunya jadi mudah, karena peternak bisa terpenuhi kebutuhannya, petani juga bisa menjual jagung dengan harga menguntungkan.

Semuanya jadi sama-sama untung," ujar Agung.


Melihat keberhasilan mediasi yang dilakukan Agung,  yaitu terpenuhinya kebutuhan peternak sebanyak 10 ton yang dipasok petani jagung setempat dengan harga Rp.52.000,- Agung meminta agar dibentuk Forum Komunikasi Peternak dan Petani Jagung.


"Tolong pemerintah daerah dapat memediasi dan memfasilitasi forum ini," ujar Agung, yang didampingi Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Riwantoro.


Ide Agung yang berhasil mempertemukan antara peternak dan petani, tidak hanya disambut gembira kedua pihak, tetapi Bupati Lumajang, Torikqul Haq langsung meresponnya.


"Saya sangat senang pada hari ini, karena kita akan segera bentuk Forum Komunikasi Peternak dan Petani Jagung," ujar Bupati Lumajang, Torikqul Haq.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...