Kepala BKP Kementan Sidak ke Pasar Sukaramai Pekanbaru

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 07 May, 2018

Views: 243

Dalam kunjungan kerjanya ke provinsi Pekanbaru, selain melaunching TTIC (Toko Tani Indonesia Center), Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi juga melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Pusat Sukaramai, Pekanbaru, Senin (7/5).

Dalam Sidak yang dilakukan sekitar jam 07.15, Agung didampingi Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan pangan, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau.


Dipilihnya pasar Sukaramai, karena pasar yang berada di jalan Jend Sudirman ini menjadi barometer harga pangan di Pekanbaru.


Sidak ini diperlukan karena pemerintah memandang penting upaya menjaga stabilisasi harga pangan dan pasokan sebagai bagian dalam pembangunan ketahanan pangan.


Ketika Sidak dilakukan, pasar yang mulai ramai dengan aktifitas jual beli dari jam 03.00 sampai jam 17.00 ini terlihat sibuk.


"Kita ingin tahu kondisi harga pangan saat ini di Pekanbaru, utamanya persiapan menghadapi puasa dan idul fithri" ujar Agung.


Begitu tiba di pasar Sukaramai, Agung langsung menanyai beberapa pedagang di pasar.


"Berapa harga bawang dan cabai pak?," tanya Agung kepada Dati, salah satu penjual bawang dan cabai.


"Harga bawang normal pak 18.000 untuk Askip dan 15.000 untuk bawang biasa. Kalau harga cabai keriting 30 ribu, rawit 35.000," kata Dati.


"Kalau bawang putih?," lanjut  Agung.


"15.000 per kilo pak,"kata Dati, singkat.


"Oh..Masih stabil ini harganya," ujar Agung.


Selang beberapa  menit Agung beranjak ke pedagang sembako lainnya dan menanyakan harga beras, dan minyak goreng. Kali ini toko Loni milik H Bagindo Zaidil yang jadi target.


"Beras dan Minyak berapa pak haji," tanya Agung


"Kalau ini (sambil menunjuk beras premiun) harganya 12 ribu pak, kalau beras Bulog kita jual 9.500-9.600. Kalau beras yg paling laris disini beras Bulog, karena selain harganya paling murah, kualitasnya juga bagus",

jawab H Bahindo Zaidil.


"Kalau minyak dan gula?", tanya balik Agung.


"Harga minyak masih 11.000/liter, kalau Gula  12.000 per kilo. Disini harga menjelang puasa dan saat puasa alhamdulillah stabil", pungkas H. Bagindo.


Dari sidak yang dilakukan, terpantau sebagian besar bahan kebutuhan pangan di Pasar Pusat Sukaramai masih stabil. Harga telor 22.000/kg, daging ayam 27.000, daging sapi kualitas bagus 110.000/kg, dan kualitas biasa 92.000-100.000/kg.


Senada dengan yang disampaikan pedagang, Kadis Pangan Prov Riau, Dharmansyah mengatakan, harga  masih terkendali.


"Kita upayakan harga terkendali, pedagang dan konsumen jangan khawatir", ujar Dharmansyah.


Masih di tempat yang sama, Agung menambahkan, masyarakat diminta jangan resah, kita akan jamin pasokan dan harga pangan tdk mengalami lonjakan.


"Kalau kita lihat harga cenderung masih stabil ya, hanya daging ayam yang naik 1.000 dari pekan sebelumnya, itupun tidak semua naik, di lokasi yang sama harga masih sama dengan pekan-pekan sebelumnya," ujar Agung.


"Harga beras juga masih terkendali dibawah HET. Beras medium dijual 9.500-9.600 (HET 9.950) dan premium 12.000 (HET 13.300)." pungkas Agung.

Berita Terkait

  • BKP Kementan Kembangkan Industri Pangan Berbasis Tepung Lokal

    Untuk dapat menyediakan tepung berbasis pangan lokal yang dibutuhkan industri pangan,  Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian terus memantapkan persiapan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL), dengan mengundang sejumlah pakar dari berbagai perguruan tinggi.

    Menurut Kepala BKP Agung Hendriadi, kegiatan PIPL  diarahkan untuk memproduksi tepung berbasis pangan lokal guna menyediakan bahan baku alternatif bagi industri olahan pangan.

    "Kami akan memproduksi tepung berbasis pangan lokal dengan kualitas yg baik untuk mendukung industri pangan dalam negeri," jelas Agung dalam pertemuan...

  • Kepala BKP Kementan Dorong Bulog dan Perpadi Jawa Tengah dan DI. Yogyakarta Serap Gabah Petani

    Untuk meningkatkan genyerapan gabah/beras petani (Sergap), Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sergap di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta di Kota Yogyakarta, Sabtu (9/2/2019).

    Dalam penjelasannya, Agung memperkirakan produksi beras tahun 2019 sangat besar, yaitu mencapai 32,5 juta ton, sedangkan konsumsi masyarakat 111,5 Kg/Kap/Th atau 29,5 juta ton, sehingga akan terjadi surplus sebesar 3 juta ton beras.

    “Tahun ini kita akan surplus, semoga peluang bisnisnya bisa dimanfaatkan BULOG untuk ekspor karena c...

  • Tim Sergap Lampung Kejar Target Serapan 81.358

    Upaya peningkatan serapan gabah/beras petani (Sergap) terus dilakukan. Provinsi Lampung sebagai salah satu dari 12 provinsi sentra produksi beras  memiliki target yang cukup besar untuk dicapai, yakni 81.358 ton hingga Maret 2019. Dalam rapat koordinasi di kantor divre Bulog Lampung, Kamis (7/2) pagi, telah dibahas berbagai kendala dan strategi pencapaian target.

    Upaya mengejar pencapaian target sangat penting, mengingat serapan baru mencapai 157 ton atau sekitar 15,38% dari target di Januari.

    Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertani...