Kepala BKP Kementan Pimpin Delegasi RI dalam Sidang FAO KE-159 di Roma

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 06 Jun, 2018

Views: 67

Sumber daya pangan lokal merupakan solusi untuk mengatasi tiga masalah gizi buruk. Demikian disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi dalam forun Sidang Dewan FAO ke-159 di Roma Italia, Senin (4/6).


Seperti diketahui, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia/ _Food and Agriculture Organization of The United Nations (FAO)_  ini berlangsung sejak 4-8 Juni 2018 di Roma.


Delegasi Republik Indonesia dipimpin Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi dengan anggota dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian Pertanian.


“Ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap FAO untuk meningkatkan peranan sumber bahan pangan yang sehat dan berkualitas, namun tetap terjangkau oleh masyarakat luas,” ujar Agung.


Agung menerangkan, saat ini FAO sedang melakukan pekerjaan analitis dalam mencari solusi atas tiga beban malnutrisi yang terjadi di Asia dan Pasifik, yang terdiri dari: i) kejadian rendah nutrisi, ii) kekurangan nutrisi mikro, dan iii) kelebihan berat badan dan kegemukan.


Pekerjaan menurut Agung, dapat meningkatkan kinerja tim nasional ketahanan pangan (Dewan Ketahanan Pangan) yang saat ini sedang dikerjakan oleh BKP di Indonesia.


Masih menurut Agung, Indonesia juga mengusulkan untuk meningkatkan kerjasama dalam penelitian dan pengembangan terhadap bahan pangan lokal mulai dari industri hulu sampai dengan industri hilir.


“Indonesia juga menggarisbawahi pentingnya peran petani skala kecil, termasuk nelayan, dalam pengentasan kemiskinan mengingat kemiskinan terkonsentrasi di wilayah pedesaan,” terang Agung.


Tema diatas diambil berdasarkan hasil diskusi dengan tema _‘Improving Small-scale Farmers Welfare’_ yang diadakan di sela-sela Konferensi Regional FAO Asia Pasifik ke-34 di Fiji pada 8-13 April 2018 lalu.


Pemerintah berkeyakinan bahwa perhatian yang cukup untuk petani skala kecil dari masyarakat internasional dapat menghilangkan kemiskinan dalam segala bentuknya sebagaimana tertuang dalam kesepakatan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030.


Upaya peningkatan pendapatan di wilayah pedesaan juga mendapat perhatian dari anggota Dewan FAO termasuk Indonesia. Salah satu upaya yang saat ini sedang dilakukan oleh FAO adalah mempromosikan lokasi _Globally Important Agriculture Heritage System (GIAHS)_ sebagai lokasi wisata pertanian yang berwawasan lingkungan.


“Bersama dengan negara lainnya, Indonesia memandang program GIAHS FAO merupakan salah satu solusi berkelanjutan dalam mengembangkan wilayah pedesaan baik dari segi perolehan pendapatan maupun konservasi lingkungan dari kegiatan pertanian. Hal ini ibarat pepatah, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui,” jelas Agung.


Selain isu substansi di atas, pengelolaan internal organisasi FAO yang lebih berkeadilan juga mendapat sorotan anggota Dewan FAO.


Negara anggota Dewan FAO mengusulkan perlunya keseimbangan keterwakilan negara anggota sebagai bagian dari perjuangan negara-negara berkembang dalam meningkatkan keterwakilannya dalam struktur organisasi FAO yang selama ini masih didominasi oleh sumber daya manusia dari negara maju khususnya dari Eropa.


Peningkatan keseimbangan keterwakilan tersebut merupakan salah satu mandat FAO untuk meningkatkan kapasitas negara anggotanya.

Berita Terkait

  • Semangat Lebaran, Sergap Idul Fitri Terus Digiatkan

    Kegiatan Serap Gabah/Beras Petani (Sergap) yang dilakukan Tim Sergap Kementerian Pertanian, TNI-AD, dan Perum Bulog terus diintensifkan sejak H+2 Lebaran. Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, Sergap Idul Fitri dilaksanakan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mendorong realisasi kerja sama kemitraan antara Perum Bulog dengan Gapoktan dan perusahaan penggilingan padi.


    Dalam kesempatan ini Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengatakan "Keberadaan Tim Sergap sangat penting dalam mendukung kedaulatan pangan, utamanya dalam pemenuh...

  • Libur Lebaran: BKP Kementan realisasikan kontrak sergap Sub Divre Surakarta di 6 Kabupaten


    Untuk mengisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Bulog dan satgas sergap terus mempercepat pencapaian target penyerapan gabah (Sergap) di Propinsi Jawa Tengah.


    Seperti hari ini, Selasa (19/6) telah dilakukan penandatangan Order Pembelian (OP) antara Bulog dengan para mitra, termasuk Perpadi di Subdivre Surakarta yang  disaksikan langsung oleh Kepala BKP, Agung Hendriadi.


    "Jajaran Kementerian Pertanian dan Satgas Sergap terus bekerja saat libur lebaran ini, dan hari ini Kita menyaksikan penandatangan OP, kontrak menc...

  • Dari Pantauan BKP Kementan, Pasca Lebaran Stok dan Harga Pangan Stabil


    Dari hasil pantauan Tim P2H (Pemantau Pasokan dan Harga Pangan) Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian di sejumlah pasar di beberapa provinsi 3 hari pasca lebaran idulfitri, stok dan harga pangan stabil bahkan cenderung turun.


    Hal ini bisa dilihat dari hasil pantauan kepasar-pasar yang dilakukan pada tanggal 17 Juni 2018 sebagaimana dilaporkan berikut ini.


    Di Pasar Tamanan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pasokan pangan aman dan harga stabil, bahkan menurut para pedagang cenderung turun dibanding sebelum Idul Fitri, terutama telur ayam ras turun dari Rp. 20.500,-...