Kepala BKP Kementan : Pemerintah Hadir Untuk Stabilkan Harga Telur

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 28 Dec, 2018

Views: 318

Harga telur ayam ras di DKI selama satu bulan terakhir menunjukkan tren kenaikan. Di beberapa lokasi, harga telur sudah mencapai Rp 27.000 - 28.000 per kg. Hal ini antara lain disebabkan, meningkatnya konsumsi telur karena memasuki natal dan tahun baru untuk membuat kue,  dan makanan.

Untuk merespon hal tersebut, Badan Ketahanan Pangan (BKP)  Kementerian Pertanian kembali mengadakan Gelar Telur Murah (GTM), sebagai upaya turut menstabilkan harga  telur menghadapi Tahun Baru 2019. Kegiatan ini bekerjasama dengan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, PT. Food Station, PD.Pasar Jaya, PT.Puri Farm, PT.Atung Farm,  UD.Rejeki Baru, Intan Telur, PINSAR Indonesia, dan Paguyuban Peternak Rakyat Nasional.

“Melalui Gelar Telur Murah yang kami lakukan bersama-sama perusahaan dan produsen peternakan/telur, kami harapkan harga telur bisa stabil kembali”, ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi, di TTIC, Jumat (28/12) saat melepas 11 mobil untuk mendistribusikan telur ke 11 lokasi di DKI Jakarta.

Pelepasan distribusi telur  dihadiri perwakilan dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, PT Food Station, PD.Pasar Jaya, PT.Puri Farm, PT.Atung Farm, PINSAR Indonesia, dan Paguyuban Peternak Rakyat Nasional.

"Harga telur yang tinggi tidak boleh dibiarkan.  Karena itu saatnya pemerintah hadir mengamankan harga bersama produsen telur untuk mengembalikan harga sesuai acuan pemerintah 23 ribu/kg," tambah Agung.

Gelar Telur Murah yang dijual dengan harga Rp. 23.000/kg tersebar di 11 lokasi yaitu: Toko Tani Indonesia Centre, Taman Bona Indah, Pasar Pulogadung, Pasar Tebet Barat, Pasar Grogol, Pasar Cijantung, Pasar Mampang, Kecamatan Mampang, Pasar Jatinegara, Pasar Cibubur, Pasar Lenteng Agung. Adapun jumlah telur yang digelontorkan sebanyak 21,5 ton.

“Acara ini juga untuk semakin mengenalkan kepada masyarakat bahwa Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) sangat peduli terhadap akses pangan masyarakat, karena itu kami memiliki instrumen untuk menstabilkan harga,” tambah Agung.

Menurut Agung, Toko Tani Indonesia Center (TTIC) yang dibentuk BKP berfungsi sebagai Distribution Center yang memiliki aktivitas menyalurkan bahan pangan pokok ke konsumen langsung ataupun melalui Toko Tani Indonesia (TTI) dengan harga murah di bawah harga pasar karena barangnya langsung dari produsen, namun dengan kualitas yang tetap terjaga.

"Melalui GTM, TTIC juga berperan aktif menstabilkan harga telur dan bahan pangan pokok lainnya, yang pada akhirnya berkontribusi menurunkan inflasi,” pungkas Agung.

Berita Terkait

  • Kepala BKP Kementan : KRPL Harus Berkelanjutan!

    BALI - Untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga sejak tahun 2015 Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di seluruh Indonesia.


    "KRPL ini sangat strategis tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, tetapi juga bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi, saat mengunjungi KRPL di Taro kecamatan Tegallalang, Gianyar Bali, Sabtu (22/6/2019).


    Lebih lanjut Agung mengatakan bahwa keberlanjutan KRPL sangat penting, karena itu Kebun Bibit Desa (KBD) harus terus dikem...

  • Geliat Pengembangan Koorporasi Usahatani BKP Kementan di Kab. Gianyar Bali

    Dalam upaya meningkatkan kemandirian pangan dan  kesejahteraan petani, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan kegiatan Pengembangan Korporasi Usahatani (PKU). Kegiatan ini merupakan intervensi kebijakan untuk meningkatkan level Indeks Ketahanan Pangan yang dianalisis berdasarkan Food Security and Vulnerability Atlas. Intervensi dilakukan pada komponen on farm dan off farm termasuk kelembagaan, regulasi  dan pasar lintas sektor secara terintegrasi.


    "Kegiatan PKU ini tidak saja bertujuan meningkatkan produktivitas komoditas tapi juga harus menghasilkan prod...

  • BKP Kementan Gandeng Dinas Ketahanan Pangan Jambi Stabilkan Harga Cabe

    Dalam upaya menjaga stok dan stabilitasi harga pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) tidak hanya fokus pada pengendalian harga di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), tetapi juga dibeberapa daerah lainnya, misalnya di provinsi Jambi yang baru-baru ini dilakukan.


    "Untuk mengendalikan harga cabe di Jambi, kami melakukan stabilitasi harga bersama-sama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi. Jadi, kami tidak fokus hanya di Jabodetabek," ujar Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Risfaheri yang ditemui dikantornya.


    Menur...