Kepala BKP Kementan Pantau Stok dan Harga Pangan Pokok di Pasar Bersehati Manado

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 21 Dec, 2018

Views: 226

Untuk mengetahui perkembangan stok dan harga pangan pokok di Sulawesi Utara,   Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian,  Agung Hendriadi

turun langsung melihat perdagangan di Pasar Bersehati Kota Manado Jum'at (21/12/2018).


"Dari pengamatan kita hari ini, yang mengalami kenaikan adalah telur. Seharusnya harga normalnya 23 ribu, tapi menjelang natal ini harganya naik 26 sampai 28 ribu. Sedangkan daging ayam seharus 33 ribu, hari ini mengalami kenaikan menjadi 35 ribu/kg. Sedangkan beras harganya bermacam-macam, ads juga betas bulog yang dijual sesuai HET, tinggal tergantung masyarakat memilihnya," tambah Agung.


Dalam pemantauan ini, Agung didampingi Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP Tri Agustin Satriani dan Kepala Dinas Pangan Daerah Sulut Sandra Moniaga dan instansi terkait lainnya.


"Kenaikan harga bahan pokok menjelang natal dan tahun baru merupakan hal yang wajar, karena ada kenaikan permintaan," jelas Agung.


Yang penting tambah Agung, kita harus bisa mengendalikannya jangan sampai melambung terlalu tinggi.


"Kalau harga sudah melampaui batas toleransi tentunya kita akan melakukan operasi pasar, seperti yang ada di kota lain di Indonesia," tegas Agung.


Menurut Agung, sampai saat ini untuk Sulut, stok pangan masih tersedia dan tercukupi.


"Jadi masyarakat tidak perlu kuatir karena stok masih tersedia hingga beberapa minggu kedepan," jelasnya.


Menurut Direktur Utama Pasar Bersehati Alwin, kenaikan harga juga dipengaruhi faktor cuaca.


"Faktor cuaca yang memasuki musim hujan juga berpengaruh, karena kelancaran distribusi sedikit terhambat," ujar Alwin.


Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulut Sandra Moniaga mengatakan  sejumlah bahan pokok pangan mengalami kenaikan, tapi tidak terlalu tinggi.


"Ketersedian pangan pokok masih cukup  menjelang natal dan tahun baru ini. Untuk itu masyarakat di daerah ini lebih khusus umat kristen yang akan merayakan natal dan tahun baru tidak perlu kuatir karena stok pangan beberapa hari kedepan masih dinyatakan aman," ujar Sandra.


Monik, salah satu konsumen yang membeli telur tidak keberatan dengan harga naik.


"Wajarlah kalau harganya naik. Naiknya kan nga begitu banyak. Seperti telur ini saya beli 26 ribu. Ya.. naik sedikit. Dan itu wajar-wajar saja. Nanti juga turun lagi," tuturnya.

Berita Terkait

  • Kepala BKP Kementan: Dengan bersinergi, Target Sergap 1,5 juta Ton akan Tercapai

    Jakarta – Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Serapan Gabah/Beras Petani (Sergap) tahun 2019 di Kantor Perum BULOG, Senin (7/1). Rakor bertujuan untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Sergap tahun 2019, khususnya dalam menghadapi puncak musim panen yang diperkirakan pada Maret hingga April 2019.


    "Pada bulan Januari hingga Maret 2019 terdapat potensi produksi beras sebesar 12,5 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi masyarakat untuk tiga bulan  hanya sebesar 7,5 juta ton, sehingga diperkirakan akan ada surplus beras...

  • Peran Sektor Pertanian Dalam Pengendalian Inflasi

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi dan andil kelompok pengeluaran bahan makanan dalam empat tahun terakhir mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada tahun 2017 merupakan tingkat inflasi terendah sepanjang sejarah yaitu 1,26%.

    Sedangkan andil pengeluaran bahan makanan terhadap inflasi di tahun yang sama terendah sepanjang 2014-2018 yaitu 0,26%.


    "Hal ini tentunya tidak terlepas dari peran sektor pertanian dalam upaya pengendalian inflasi," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, pada acara Bincang Asyik Pertanian Indonesia

    di Kementerian Pe...

  • Kepala BKP Kementan : Pemerintah Hadir Untuk Stabilkan Harga Telur

    Harga telur ayam ras di DKI selama satu bulan terakhir menunjukkan tren kenaikan. Di beberapa lokasi, harga telur sudah mencapai Rp 27.000 - 28.000 per kg. Hal ini antara lain disebabkan, meningkatnya konsumsi telur karena memasuki natal dan tahun baru untuk membuat kue,  dan makanan.

    Untuk merespon hal tersebut, Badan Ketahanan Pangan (BKP)  Kementerian Pertanian kembali mengadakan Gelar Telur Murah (GTM), sebagai upaya turut menstabilkan harga  telur menghadapi Tahun Baru 2019. Kegiatan ini bekerjasama dengan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, PT. Food Station, PD.Pasar Jaya, PT.Puri Far...