Kepala BKP Kementan : Optimalkan Serap Gabah Petani

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 24 Jan, 2019

Views: 151

Sinergi dan kemitraan untuk mengoptimalkan serapan gabah dan beras petani di  Januari-Maret, harus dimanfaatkan sebesar-besarnya. Demikian disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi dalam Rapat Koordinasi Serap Gabah Petani (Sergap) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu  (23/1) di Kantor Divre Bulog.


Target Sergap  Bulog Divre Sumsel 2019 adalah sebesar 70.571 ton beras, di mana pada bulan Januari-Maret ditargetkan dapat menyerap 56.514 ton beras.


"Kita harus yakin dan optimis target sergap di Sumsel akan tercapai. Untuk itu Divre dan Sub Divre harus proaktif mencari gabah yang akan dipanen. Bukan menunggu bola," tegas Agung.


Menurut Agung, yang tidak kalah penting adalah sinergitas dari seluruh stakeholder harus diperkuat.


“Perkuat sinergitas dengan seluruh stakeholder, ajak mereka turun ke lapangan bersama-sama," jelas  Agung.


Ka Divre Bulog Sumsel, M. Yusuf, juga menyatakan optimismenya untuk mencapai target serapan tahun ini, dengan cara mempermudah mekanisme terkait dengan perizinan dan uang  jaminan dari mitra kerja.


“Terkait perizinan, saat ini yang bisa memasok beras ke Bulog tidak harus yang sudah berbadan hukum, bahkan perorangan bisa memasok beras ke Bulog tanpa harus ada uang jaminan,” ujar Yusuf.


Dalam kesempatan ini, Tim Sergap TNI AD melalui koordinatornya, Kol. Tjatur menyampaikan komitmennya untuk membantu Bulog dalam merealisasikan target yang sudah ditetapkan.


“Kami berkomitmen kuat untuk membantu menyukseskan program ini, marilah kita bangun keyakinan bahwa target Sergap bisa tercapai melalui peran kita masing-masing”kata Tjatur.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Prov. Sumsel,Taufiq Gunawan

menyebutkan adanya kebijakan Gubernur Sumsel terkait pemberian  berupa beras kepada para ASN lingkup Provinsi Sumsel, sehingga merupakan outlet tersendiri bagi Bulog untuk menyalurkan hasil serapan beras yang ada.


Pada kesempatan itu Agung juga menekankan pentingnya peran serta dari mitra kerja Bulog dalam membantu merealisasikan target Sergap.


“Kepada para mitra kerja saya berharap anda mau menyisihkan sebagian beras yang anda miliki untuk dijual ke Bulog”ujar Agung.


Demikian pula kepada gapoktan penerima bantuan, Agung berpesan agar ikut membantu Bulog dengan menjual sebagian hasil panennya ke Bulog.


Pada bagian lain, Agung meminta Kepala BPTP untuk memberikan pelatihan teknis kepada para anggota TNI agar bisa melakukan identifikasi terhadap mutu beras dari para petani.


Rakor sergap dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Prov. Sumatera Selatan, Kepala Divre Bulog Sumsel, Koordinator Tim Sergab TNI AD untuk Provinsi Sumatera Selatan. Hadir juga dalam rakor tersebut perwakilan Dinas Pertanian Provisi Sumsel, Kepala BPTP Prov. Sumsel, Kepala Balai Karantina Kelas I Palembang, para Komandan Kodim dan undangan lainnya termasuk para mitra kerja Bulog.

Berita Terkait

  • Pada Council Meeting APTERR 7th, Kepala BKP Kementan Usulkan Evaluasi Dampak Bantuan Beras

    Wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur merupakan kawasan cukup rentan terhadap bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, angin topan, dan lainnya yang bisa menyebabkan kerusakan fisik, sampai terjadinya gagal panen. Hal ini bisa menimbulkan kerawanan pangan dan hambatan akses pangan.

    Negara-negara di kawasan ASEAN+3 memiliki _coping strategy_ untuk mengatasi dampak negatif dari bencana setelah terjadi.

    Mekanisme yang dilakukan melalui pembentukan cadangan beras antara negara _ASEAN Plus Three_ (China, Jepang dan Korea), yang dikenal dengan istilah APTERR ( _ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserv...

  • Serah Terima Jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan

    Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi pimpin serah terima jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan yang batu Andriko Noto Susanto pada Senin pagi ini (18/02).

    Menurut Agung, serah terima jabatan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan yang telah dilaksanakan sebelumnya. 

    "Saya harap pejabat yang baru dapat memahami tugas tugas yang harus segera ditindaklanjuti dan yang menjadi prioritas ditempat baru" tegas nya.

    Dalam kesempatan ini dia berpesan kepada pejabat baru untuk fokus mengidentifikasi dan mengintervensi lokasi rentan rawan pangan.

  • Kementan Sangat Peduli Terhadap Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan

    Dalam rangka penguatan dan pemantapan sistem keamanan dan mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 53 tahun 2018 tentang Keamanan dan Mutu PSAT.

    Secara umum Permentan  ini mengatur mengenai:(1) pengawasan keamanan dan mutu pangan segar asal tumbuhan melalui pendataan, pendaftaran, dan sertifikasi; (2) pembagian kewenangan yang jelas antara pusat, pemerintah propinsi; dan pemerintah kabupaten/kota; (3) merespon pelayanan pendaftaran secara online; (4) mengakomodasi prinsip pengawasan keamanan p...