Kepala BKP Kementan Kenalkan Produk Pangan ke nagara Denmark

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 01 Sep, 2018

Views: 436

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi menghadiri undangan Duta Besar RI untuk Denmark, Muhammad Ibnu Said di kantor Dubes RI di Copenhagen - Denmark, Kamis (30/8).


Mengawali pertemuan,

Agung yang hadir sebagai peserta  _world food summit_ (WFS) pada 29-31 Agustus menyampaikan, acara WFS dihadiri lebih 50 negara. Pembahasan sudah melangkah jauh kedepan ke arah _food industri_ dan _food healthy_.


Di Denmark 90% bahan pangan sudah diolah, _food processing_ nya sudah maju. Indonesia secara bersamaan juga mengembangkan _food industry_ dan _healthy_, sekaligus meningkatkan produksi pangan

agar target Indonesia menjadi _World Food Basket_/ Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045 dapat terwujud.


Target Indonesia tahun depan swasembada gula konsumsi, 2020 fokus pada bawang putih dan kedelai, 2024 gula industri, 2026 daging sapi, dengan begitu kita yakin mampu _feed the world,_" tambah Agung


"Saya yakin jika kita mampu menghasilkan pangan organik yang beragam, peluang pasar di Denmark semakin lebar," tambah Agung.


Ibnu Said menyampaikan bahwa isu pangan merupakan _international issue_ dan harus dicapai dengan mengacu _Sustainable Development Goals_


"Apapun program saat ini harus selaras dengan SDG's dan dilakukan secara partnership," ujar  Ibnu Said.


Untuk itu, menurut Ibnu Said, apapun yang dihasilkan bangsa dalam memproduksi pangan, harus berkembang dari _food production_ menuju _food manufacture_, sehingga meningkatkan nilai tambah.


Di Denmark pendapatan domestik sebagian besar dihasilkan dari service, hanya 1% dari sektor  pangan dan fokus pada _diary product_ dengan konsep pertanian organik.


Untuk memperkenalkan produk pangan Indonesia ke Denmark,  Dubes RI meminta agar produk-produk pangan yang sudah dihasilkan dapat di display di Denmark.


Merespon permintaan tersebut, Agung berjanji untuk memenuhinya.

"Saya kira ini bagus, nanti akan segera kami kirim produk pertanian dari Indonesia. Dan tentunya ini juga bisa membuka peluang pasar bagi produk pangan kita," ujar Agung


Bahkan Agung berharap, pertemuan dengan dubes Denmark, bisa sebagai batu loncatan untuk mengenalkan pangan Indonesia ke Denmark, dan sekaligus meningkatkan peluang kerjasama pangan kedepan.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...