Kepala BKP Kementan Jelaskan Strategi Meningkatkan Daya Saing Pertanian

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 13 Sep, 2018

Views: 645

Yogyakarta- Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi menjadi keynote speaker pada acara An International on Food, Agriculture, and Natural Resources Conference (FANRes) yang diselenggaraka di Ballroom Cavinton Hotel, Yogyakarta, Kamis (13/09).


Pelaksanaan FANRes diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan tujuan untuk mengembangkan produk pertanian melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan dan peningkatan daya saing produk pertanian melalui pengembangan agro-technopreneurship.


Mengawali acara, Agung menyampaikan tantangan pangan baik tingkat global maupun nasional. Populasi penduduk global hampir mencapai 2 kali lipat selama 5 dekade terakhir. Jumlahnya diperkirakan mencapai 9,73 milyar pada tahun 2050 dan 11,2 milyar tahun 2100.


"Jika jumlah penduduk dunia meningkat, permintaan pangan akan meningkat. jika masalah ini tidak ditangani dengan benar maka krisis pangan dunia bisa saja terjadi di masa depan," ujar Agung.


Perkembangan jumlah penduduk di Indonesia juga mirip dengan dunia global. Hal ini ditandai dengan meningkatnya populasi penduduk tahun 2010.


Berdasarkan Sensus Nasional jumlah penduduk 2010 mencapai 237 juta atau telah meningkat empat kali lipat selama 3 dekade terakhir dengan diiringi urbanisasi dari desa ke kota.


"Tahun 2010 penduduk yang tinggal di perkotaan 44%, BPS memprediksi pada tahun 2030 akan mencapai 60% lebih. artinya apa, kedepan kecenderungan permintaan pangan olahan dari sumber protein hewani, buah dan sayur akan meningkat. dan konsekuensinya adalah kita harus meningkatkan daya saing produk pertanian," jelas Agung.


Global competitive index tahun 2018 menempatkan Indonesia pada ranking 36 dari 137 Negara, masih diatas Vietnam (55) namun bersaing ketat dengan Thailand (32). Sedangkan  daya saing pertanian nasional berbeda-beda antar wilayah. Wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi memiliki tingkat daya saing paling tinggi di dibandingkan lokasi lainnya.


"Kita lakukan 5 strategi untuk meningkatkan daya saing pertanian. _pertama_:   efisiensi transportasi dan logistik, _kedua_: pemberdayaan kelembagaan petani, _ketiga_: peningkatan efisiensi produksi, _keempat_: perbaikan infrastruktur, dan _kelima_: edukasi sumberdaya manusia". (jelas Agung).


Berbagai upaya terobosan yang telah dilakukan  Kementerian Pertanian untuk Peningkatan Daya Saing rupanya membuahkan hasil positif. Berdasarkan data BPS Ekspor Indonesia tahun 2017 mencapai 168.828 juta dollar, dimana 90,67%-nya berasal dari non migas (pertanian, industri pengolahan, dan pertambangan lainnya). Komoditas pemberi sumbangan terbesar adalah industri minyak sawit dan kopi. Komoditas lain seperti beras, bawang merah, jagung, dan cabai memiliki peluang besar untuk peningkatan ekspor.


Total ekspor pertanian selama tahun 2013-2017 sebesar Rp. 1.875 trilyun atau meningkat 24%. investasi pertanian juga sebesar 14,2% per tahun sejak 2013 hingga 2017.


Dalam konferensi tersebut, Agung yang didampingi Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan juga mengajak seluruh narasumber dan peserta dari Jepang, Korea Selatan, Australia, Inggris, Malaysia, mahasiswa dan perwakilan universitas negeri dan swasta dari berbagai wilayah di Indonesia untuk bersama-sama meningkatkan daya saing pertanian baik lingkup global dan nasional.


"Dengan potensi dan sumberdaya yang dimiliki, saya yakin kita mampu meningkatkan daya saing pertanian kita," pungkas Agung.

Berita Terkait

  • Khawatir Harga Gabah Anjlok, Petani Minta Bulog Lakukan Pembelian Sekarang

    Beberapa daerah sentra produksi beras saat ini sedang panen raya dan mestinya petani bergembira menikmati hasil usahataninya. Namun beberapa petani  mengeluh karena harga jatuh dan Bulog belum bergerak melakukan pembelian.

    Sejumlah petani di daerah sentra produksi yang dihubungi mengeluhkan dan mengharapkan Bulog segera turun tangan melalukan pembelian gabah mereka.

    Lalu Saleh,  petani dari Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat mengeluhkan,  sudah seminggu ini harga gabah menyentuh angka Rp. 4.000/kg gabah kering panen (gkp).

    "Sudah seminggu ini harga gabah mencapai 4.000 dan cenderung turun teru...

  • BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

    Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

    Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan  Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

    Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

    Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningka...

  • Program Kampung Hijau Sejahtera Sebagai Pengembangan KRPL Kementan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

    Pandeglang (BKP) - Jawa Barat.  Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja tahun ini meluncurkan sebuah kegiatan bertajuk Kampung Hijau Sejahtera (Kampung Hijrah) pertama kalinya di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, prorinsi Banten Senin (11/3).

    Kegiatan Kampung Hijrah  bertujuan untuk memanfaatkan dan  menghijaukan pekarangan guna meningkatkan ekonomi produktif keluarga serta pelestarian tanaman lokal.

    Kegiatan ini digagas dan dipelopori oleh OASE KK bidang Lingkungan Hijau (bidang V) yang diketuai oleh Rugaiya Usman Wiranto (Kementerian Koordinator Bidang P...