Kepala BKP Kementan, Indonesia Tidak Akan Kekurangan Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 01 Dec, 2018

Views: 94

Pembangunan pertanian dan ketahanan pangan saat ini dan masa mendatang banyak menghadapi berbagai permasalahan diantaranya perubahan iklim, pertambahan penduduk dan penurunan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian.


Namun permasalahan tersebut bisa diatasi, karena Indonesia memiliki sumber daya alam berlimpah, penggunaan teknologi dan iklim yang lebih bersahabat.


"Saya optimis, Indonesia tidak akan kekurangan pangan. Beras kita banyak. Tinggal bagaimana kita mendistribusikan kepada masyarakat," ujar Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi pada Forum Diskusi Pangan Nasional 2018 _"Future Open The Rice"_ di Botani Square Bogor, Sabtu (1/12) yang diselenggarakan oleh Pendidikan Vokasi Institut Pertanian Bogor.


"Sepanjang tahun pangan kita aman. Indonesia ada 8 zona iklim yang tidak pernah sama. Tidak semua banjir dan tidak semua daerah kering. Setiap hari kita ada panen," tambah Agung.


Sedangkan untuk mengatasi tenaga kerja petani yang semakin berkurang, menurut Agung, Kementerian Pertanian selain telah melakukan mekanisasi pertanian, juga telah merubah Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian, sehingga bisa menjawab kebutuhan dan menarik minat generasi muda terjun ke pertanian.


"Untuk menarik anak-anak muda ke pertanian, selain dengan modernisasi pertanian, pembangununan pertanian harus berorientasi kepada Industri Pertanaman, yang dikelola dari hulu sampai hilir, sehingga membuat petani tidak malas bekerja dan lebih bergengsi," ujar Agung


Ekonom Senior Rizal Ramli mengatakan Indonesia semestinya tidak hanya berkutat kepada masalah kecukupan pangan dan swasembada, tetapi sudah berpikir dengan ide-ide besar.


"Sebagai negara besar dan potensi sumberdaya alamnya sangat berlimpah, mestinya kita sudah berpikir bagaimana Indonesia sebagai Lumbung Pangan Asia 10 tahun mendatang," ujar Rizal.


Menurut Rizal Ramli, pemikiran tersebut sangat strategis, karena Indonesia berkelimpahan sinar matahari, hujan juga banyak dan  tenaga kerja tidak kurang.


Direktur Utama Bulog,  Budi Waseso, mengatakan bahwa ketahanan pangan Indonesia akan kuat jika pangan tidak tergantung hanya pada beras.


"Kami berusaha agar ketersediaan beras selalu tercukupi dari dalam negeri," ujar Budi Waseso.


Namun demikian, menurutnya, mestinya pemenuhan pangan bagi masyarakat tidak berorientasi hanya pada beras.


"Tetapi sagu, ubi-ubian, jagung lainnya juga perlu dikembangkan," ujar Budi Waseso.


Guru Besar Faperta IPB, Dwi Andreas Santoso mengatakan untuk memperkuat ketahanan pangan di Indonesia, masalah benih perlu ditingkatkan.


"Dengan benih yang bermutu, akan meningkatkan produksi pangan, sehingga bisa menggairahkan petani, karena lebih menguntungkan," ujar Andreas.


Kepala Balitbang Kemendag, Kasan Muhri mengatakan bahwa kebijakan impor yang dilakukan sifatnya hanya untuk menutupi kekurangan yang ada.


"Kami harus menjaga stabilitasi harga pangan. Kalau harga pangan tinggi, karena produksi kurang, terpaksa dilakukan impor untuk menutupi kekurangan, sehingga masyarakat bisa membelinya," ujar Kasan.


Hadir dalam acara ini selain para dekan, dan dosen, juga para mahasiswa IPB dan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian dan beberapa media.

Berita Terkait

  • Serah Terima Jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan

    Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi pimpin serah terima jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan yang batu Andriko Noto Susanto pada Senin pagi ini (18/02).

    Menurut Agung, serah terima jabatan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan yang telah dilaksanakan sebelumnya. 

    "Saya harap pejabat yang baru dapat memahami tugas tugas yang harus segera ditindaklanjuti dan yang menjadi prioritas ditempat baru" tegas nya.

    Dalam kesempatan ini dia berpesan kepada pejabat baru untuk fokus mengidentifikasi dan mengintervensi lokasi rentan rawan pangan.

  • Kementan Sangat Peduli Terhadap Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan

    Dalam rangka penguatan dan pemantapan sistem keamanan dan mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 53 tahun 2018 tentang Keamanan dan Mutu PSAT.

    Secara umum Permentan  ini mengatur mengenai:(1) pengawasan keamanan dan mutu pangan segar asal tumbuhan melalui pendataan, pendaftaran, dan sertifikasi; (2) pembagian kewenangan yang jelas antara pusat, pemerintah propinsi; dan pemerintah kabupaten/kota; (3) merespon pelayanan pendaftaran secara online; (4) mengakomodasi prinsip pengawasan keamanan p...

  • BKP Kementan Kembangkan Industri Pangan Berbasis Tepung Lokal

    Untuk dapat menyediakan tepung berbasis pangan lokal yang dibutuhkan industri pangan,  Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian terus memantapkan persiapan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL), dengan mengundang sejumlah pakar dari berbagai perguruan tinggi.

    Menurut Kepala BKP Agung Hendriadi, kegiatan PIPL  diarahkan untuk memproduksi tepung berbasis pangan lokal guna menyediakan bahan baku alternatif bagi industri olahan pangan.

    "Kami akan memproduksi tepung berbasis pangan lokal dengan kualitas yg baik untuk mendukung industri pangan dalam negeri," jelas Agung dalam pertemuan...