Kepala BKP Kementan : Indonesia Berjuang Meningkatkan Keterwakilan SDM di FAO

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 07 Jun, 2018

Views: 196


Dalam Sidang Dewan FAO hari ketiga Rabu (6/6) di Roma Italia, Delegasi Indonesia  yang dipimpin Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi,  menyuarakan perlunya peningkatan keterwakilan SDM di FAO.


"Grup Asia mengapresiasi FAO atas kemajuan dalam pengelolaan SDM melalui peningkatan peluang lowongan pekerjaan, keseimbangan geografis, dan kesetaraan gender, serta kebijakan baru dalam perekrutan konsultan," ujar Agung yang juga dipercaya mewakili dari Group Asia.


Menurut Agung, Grup Asia terus mendorong FAO agar melanjutkan upaya mewujudkan keseimbangan keterwakilan geografis dan kesetaraan gender dalam organisasi, baik di kantor pusat maupun di kantor perwakilan.


"Dengan perjuangan melalui Grup Asia ini, Indonesia berpeluang meningkatkan keterwakilan SDM Indonesia dalam organisasi FAO dalam menyuarakan kepentingan Indonesia melalui forum internasional," jelas Agung.


Selain itu, menurut Agung, peluang tersebut juga berpotensi meningkatkan kerja sama program Indonesia dengan FAO di sektor pertanian baik dalam bentuk kerja sama teknis, pengiriman tenaga ahli, dan pembuatan standar kualitas produk pertanian yang lebih berpihak pada kepentingan nasional.


Isu lain yang mengemuka dalam sesi ini adalah masalah keuangan, yaitu pembayaran kontribusi dari negara anggota yang tidak tepat waktu, penurunan Dana Umum (General Fund) dari USD 922,2 juta menjadi USD 893,1 juta, dan kekurangan pembayaran kewajiban untuk kesejahteraan staf FAO.

Berita Terkait

  • BKP Kementan Kembangkan Industri Pangan Berbasis Tepung Lokal

    Untuk dapat menyediakan tepung berbasis pangan lokal yang dibutuhkan industri pangan,  Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian terus memantapkan persiapan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL), dengan mengundang sejumlah pakar dari berbagai perguruan tinggi.

    Menurut Kepala BKP Agung Hendriadi, kegiatan PIPL  diarahkan untuk memproduksi tepung berbasis pangan lokal guna menyediakan bahan baku alternatif bagi industri olahan pangan.

    "Kami akan memproduksi tepung berbasis pangan lokal dengan kualitas yg baik untuk mendukung industri pangan dalam negeri," jelas Agung dalam pertemuan...

  • Kepala BKP Kementan Dorong Bulog dan Perpadi Jawa Tengah dan DI. Yogyakarta Serap Gabah Petani

    Untuk meningkatkan genyerapan gabah/beras petani (Sergap), Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sergap di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta di Kota Yogyakarta, Sabtu (9/2/2019).

    Dalam penjelasannya, Agung memperkirakan produksi beras tahun 2019 sangat besar, yaitu mencapai 32,5 juta ton, sedangkan konsumsi masyarakat 111,5 Kg/Kap/Th atau 29,5 juta ton, sehingga akan terjadi surplus sebesar 3 juta ton beras.

    “Tahun ini kita akan surplus, semoga peluang bisnisnya bisa dimanfaatkan BULOG untuk ekspor karena c...

  • Tim Sergap Lampung Kejar Target Serapan 81.358

    Upaya peningkatan serapan gabah/beras petani (Sergap) terus dilakukan. Provinsi Lampung sebagai salah satu dari 12 provinsi sentra produksi beras  memiliki target yang cukup besar untuk dicapai, yakni 81.358 ton hingga Maret 2019. Dalam rapat koordinasi di kantor divre Bulog Lampung, Kamis (7/2) pagi, telah dibahas berbagai kendala dan strategi pencapaian target.

    Upaya mengejar pencapaian target sangat penting, mengingat serapan baru mencapai 157 ton atau sekitar 15,38% dari target di Januari.

    Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertani...