Kepala BKP Kementan didaulat menjadi Anggota FANRes International Network

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 14 Sep, 2018

Views: 1583

Yogyakarta. Dihadapan pengurus *_FANRes Onganization_* dan peserta  konferensi, Kepala Badan Ketahanan Pangan didaulat menjadi Anggota  *Food, Agriculture, and Natural Resources* *_(FANRes)_* di Ballroom Cavinton Hotel,Yogyakarta, Kamis (13/09).


Penobatan Agung sebagai Anggota FANRes dilakukan oleh Prof. Yuli Witono selaku President of FANRes International Network.


Konferensi Internasional tentang Pangan, Pertanian, dan Sumber Daya Alam (FANRes) telah diadakan sebanyak empat kali. Deklarasi International FANRes dimotivasi oleh persepsi dan semangat yang sama untuk mendukung keamanan pangan dunia, terutama universitas atau lembaga penelitian.  


FANRes Pertama kali diadakan di  Universitas Jember tahun 2015, kedua tahu 2016 di Universitas Brawijaya tahun 2016, Ketiga di Universiti Putra Malaysia tahun 2017 dan saat ini di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.


FANRes ke empat yang diadakan sejak tanggal 12-14 September kali ini mengambil tema " *_Elevating Agro-Technopartnership toward Product Competitiveness_*.


Dalam keterangannya, Yuli sangat senang Agung dapat menjadi bagian dari keluarga besar FANRes.


"Semoga kehadiran Bapak Agung Hendriadi dalam FANRes dapat meningkatkan kontribusi bagi pembangunan pertanian global dan nasional," ujar  Yuli.


Agung awalnya sempat  kaget atas tawaran tersebut, sebelum akhirnya didaulat secara resmi oleh President FANRes.


Senada dengan yang disampaikan Yuli, Agung berharap kehadirannya dalam keluarga besar tersebut dapat menguatkan kontribusi FANRes disemua lini secara bersama.


Agung juga menyampaikan bahwa pengembangan agribisnis selain ditopang oleh teknologi dan inovasi harus juga diperkuat oleh jaringan distribusi pemasaran produk.


"Saya kesini membawa Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, beliau ini (Dr. Riwantoro) yang membawahi distribusi pangan di seluruh Indonesia," ujar Agung.


Diakhir acara, Agung mengharapkan agar swasta, perguruan tinggi dan pemerintah dapat bersinergi untuk pengembangan pertanian dan agribisnis di Indonesia.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...