Kepala BKP Kementan Berikan Motivasi kepada Mahasiswa STPP Untuk Menjadi Petani

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 02 Dec, 2017

Views: 211

Salah satu masalah pembangunan pertanian dan ketahanan pangan kedepan adalah semakin berkurangnya minat generasi muda terjun dibidang pertanian. Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja dan harus dicari solusinya. Salah satu solusi adalah mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa untuk mau terjun menekuni usaha pertanian. "Kalian adalah generasi muda pengganti dan penerus kita, kita yang ada disini 5-10 tahun lagi akan pensiun, " kata Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) ketika memberikan Kuliah Umum dihadapan ratusan mahasiswa/i Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) diauditorium Kementan (30-11). "Siapa lagi yg akan meneruskan perjuangan petani jika tidak kalian. Saya berharap kalian yang akan meneruskannya sehingga petani bisa lebih sejahtera," tambah Agung membakar semangat mahasiswa. Apa yang dikatakan Agung sangat beralasan, karena menurut BPS, penyerapan tenaga kerja pertanian cenderung menurun tajam dan jumlahnya cukup signifikan yaitu 33,51%, disusul perdagangan (22,54%), jasa (16,54%), dan sektor industri (13,12%). Untuk memotivasi generasi muda mau terjun keusaha pertanian, Kementerian Pertanian telah melakukan modernisasi pertanian, antara lain dengan memberikan alat dan mesin pertanian, pembangunan infrastruktur, pembangunan embung dan berbagai fasilitas lainnya. "Kami mengajak anak-anak muda terjun ke usaha pertanian. Dengan pendidikan yang lebih baik dan teknologi yang dikuasai, pertanian kedepan sangat menjanjikan bagi generasi muda," kata Agung bersemangat, memotivasi mahasiswa. Agung juga menjelaskan, dalam upaya mensejahterakan petani, pihaknya telah melakukan berbagai terobosan kebijakan, salah satunya stabilisasi pasokan dan harga bahan pangan melalui program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat, menumbuhkembangkan Toko Tani Indonesia (TTI) dan Toko Tani Indonesia Center (TTIC), menggelar bazar murah, dan operasi pasar bersama Bulog. "Keseluruhan upaya tersebut bertujuan, agar semua pihak yg terlibat dalam pembangunan pertanian, khususnya petani semakin sejahtera," kata Agung. "Dengan cara tersebut, produsen/petani untung, pedagang mendapatkan harga yang wajar,dan konsumen tersenyum," tambah Agung, yang mendapat antusiasme mahasiswa STPP.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...