Kepala BKP hadiri Sidang Dewan FAO ke-153 di Roma, Italia

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 04 Dec, 2015

Views: 181

Sering dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap isu pangan, pertanian dan ketahanan panganserta kaitannya dengan perubahan iklim dan masalah gizi, maka pembahasan isu-isu tersebut semakin meningkat khususnya di forum-forum multilateral. Indonesia sebagai salah satu anggota Dewan FAO secara konsisten berpartisipasi aktif padaSidang Dewan FAO. Kehadiran Indonesia pada pertemuan ini memiliki arti khusus bagi Indonesia, mengingat sidang ini adalah sidang pertama setelah Indonesia masuk kembali sebagai anggota Dewan FAO periode 2015-2017.

 

Agenda Pertemuan

Partisipasi aktif Indonesia pada Sidang Dewan FAO ke-153 pada tanggal 30 November – 4 Desember 2015, di Roma, Italia, diketuai oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, dengan anggota Delri terdiri dari wakil Kementerian Pertanian dan Kementerian Luar Negeri, dan unsur KBRI Roma. Unsur Kementerian Pertanian mencakup Pusat Kerja Sama Luar Negeri Setjen Kementerian Pertanian dan Sekretariat Badan Ketahanan Pangan.  

Sebanyak 49 negara anggota Dewan FAO hadir pada sidang dimaksud termasuk 9 negara anggota FAO lainnya dalam kapasitas sebagai peninjau (observer). Pertemuan dibuka oleh Direktur Jenderal FAO, Dr. José Graziano da Silva, dan selanjutnya dipimpin oleh Mr. Wilfred Ngirwa, Independent Chair of the FAO Council. Pertemuan membahas program dan anggaran 2016-2017, restrukturisasi kantor pusat dan desentralisasi FAO, hasil pertemuan Komite Ketahanan Pangan Dunia ke-42 dan agenda lainnya.

Posisi Indonesia dan Hasil Sidang FAO Council 153

Indonesia menyampaikan apresiasi kepada FAO atas penghematan anggaran sebesar 2,7 juta USD, yang dialokasikan untuk mendukung Small Island Developing States (SIDS) Trust Funds.Disisi lain, terkait dengan upaya rasionalisasi struktur pusat FAO, negara anggota meminta agar manajemen FAO dapat melakukan independent assessment kapasitas teknis organisasi baik di kantor pusat maupun di kantor desentralisasi.

Pada pembahasan mengenai hasil kerja Committee on World Food Security, para anggota Council mengapresiasi penyelenggaraan CFS ke 42 yang telah dihadiri oleh 120 negara anggota CFS dan 9 negara anggota non-CFS, meliputi pemerintah, CSO, swasta, organisasi internasional dan regional, termasuk diantaranya 9 Menteri dan 6 Wakil Menteri. Para negara anggota juga menyambut baik terpilihnya H.E Ambasador Amira Daoud Hassan Gornass, Watap Sudan untuk FAO, IFAD, dan WFP, sebagai KetuaCFS yang baru.

Selanjutnya, sidang menyepakati penggunaan State of Food Insecurity in the World (SOFI) sebagai salah satu tools untuk pengukuran pencapaian SDGs poin ke 2 terkait dengan ketahanan pangan. Dokumen rekomendasi kebijakan yang disepakati diantaranya Voluntary Guidelines “Framework for Action for Food Security and Nutrition in Protacted Crises”; “Water for Food Security and Nutrition”;dan fourth version of the Global Strategic Framework for Food Security and Nutrition (GSF). Dewan FAO menyepakati Multi-Year Programme of Work (MYPoW) CFS untuk biennium 2016-2017 dan penetapan Open-Ended Working Group (OEWG) on Nutrition sebagai upaya pengarusutamaan gizi dalam kinerja CFS.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...