Kepala BKP Dorong Percepatan Sergap Bulog di Jatim

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 20 Aug, 2018

Views: 890

Untuk mempercepat penyerapan gabah/beras petani, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, memimpin rapat koordinasi (rakor) di Kantor Divre Bulog Jawa Timur, Senin, (20/8).


Tujuan rakor untuk mengkonsolidasikan percepatan serap gabah/beras oleh Bulog Divre Jawa Timur,  yang menurun cukup tajam.


"Jawa Timur sebagai barometer nasional harus betul-betul dikawal, dan dijaga agar serapan untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap aman," ujar Agung.


Agung yang juga Ketua I Sergap Kementan menyinggung pentingnya CBP. "Meskipun saat ini CBP sudah mencapai 1,9 juta ton, atau sudah melebihi CBP ideal sekitar 1,5 juta ton, namun untuk menjaga ketahanan pangan CBP perlu dinaikan menjadi 2,5 juta ton," tegas Agung.


Menurut Agung, untuk mencapai tambahan target CBP, Kementerian Pertanian telah membuat target baru meningkatkan serapan beras di Divre yang besar dan potensial.


"Dari 6 Divre utama, ditargetkan sekitar 550 ribu ton selama Agustus-September, yaitu Divre Sumselbabel dan Kalsel masing-masing 50 ribu ton, Divre Jabar, Jateng dan Jatim masing-masing 100 ribu ton, dan Divre Sulselbar sekitar 150 ribu ton," jelas Agung.


Menurut Agung, tahun ini, Divre Jatim ditargetkan menyerap  beras 697 ribu ton, namun sampai 19 Agustus,  baru mencapai 365,46 ribu ton atau 53,40%. Sedangkan serapan beras  ditargetkan 2.250 ton per hari.


"Untuk meningkatkan serapan, perlu upaya khusus dan keterlibatan semua stakeholder mengejar sisa target yang masih tinggi," Tegas Agung.


Saat ini sudah memasuki panen gadu, diperkirakan pada bulan Agustus-September masih ada potensi panen sekitar 252 ribu Ha atau produksi beras mencapai 750 ribu ton.


Dengan estimasi kebutuhan beras masyarakat Jatim sekitar 350 ribu ton selama Agustus-September, masih ada surplus sekitar 400 ribu ton.


Agung juga mengapresiasi kepada Mitra Kerja Bulog, yang sudah membantu Pemerintah menjual gabah/beras ke Bulog untuk menjadi CBP.


"Untuk mencapai target serapan, perlu kebersamaan semua pihak, baik Bulog, Mitra Kerja Bulog, TNI AD, Dinas Pertanian, Dinas Pangan, Perpadi, dan yang lainnya," kata Agung.


"Mari bersama-sama kita bergandengan tangan memenuhi CBP untuk menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional," ajak Agung


Rakor dihadiri Kepala Divre, Kepala BPTP, Kasubdivre se Jatim, perwakilan Danrem se Jawa Timur, Dinas Pertanian dan/ atau Dinas Pangan Propinsi dan Kab/Kota di Jawa Timur, dan para Mitra Kerja Bulog masing-masing Subdivre.

Berita Terkait

  • Kementan Gandeng Pemprov Sumut Gelar OP Bawang Putih

    Medan - Untuk meredam melonjaknya harga bawang putih di Sumatera Utara (Sumut) yang sempat menyentuh harga Rp.90.000/kg, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan Operasi Pasar.

    Sebanyak 5 container  masing-masing 29 ton bawang putih impor yang tiba  di Belawan Rabu, (13/4) langsung disebar di berbagai pasar di kota Medan.

    "Operasi pasar ini kami lakukan untuk menstabilkan harga bawang putih di tingkat konsumen yang mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir," ujar  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan Riwantoro saat mel...

  • Kementan Pastikan Pasokan Pangan Pokok Aman Selama Ramadhan dan Iedul Fitri

    Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementan yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

    "Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Iedul Fitri," terang Agung, dalam acara bertajuk 'Pengendalian Harga Pangan' tersebut di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

  • Harga Cabai Jatuh, Kementan Gerak Cepat Bantu Petani Tuban

    Memasuki panen raya, harga berbagai jenis cabai di Kabupaten Tuban Jawa Timur, khususnya di Kecamatan Grabagan jatuh. Laporan petugas pencatat harga,  Sabtu (11/5), harga cabai rawit merah (CRM) sekitar 4.500/kg dan cabai merah keriting (CMK) Rp 5.500/kg, dari harga seminggu sebelumnya yang berkisar Rp 10.000/kg.

    Merespon kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bergerak cepat turun lapangan membeli cabai  petani dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp. 8.000/kg untuk mencegah kerugian petani sekaligus  memberi semangat agar petani tetap menanam pada musim berikutnya.

    "Kami bersama-sama turun k...