Kepala BKP dan Atase Pertanian Jepang bahas Isu Ketahanan Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 09 Oct, 2018

Views: 1301

Dalam rangka membahas situasi, kebijakan serta isu-isu pangan dan pertanian di Indonesia, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi menerima kunjungan Atase Pertanian Jepang untuk Indonesia Mr. Yusuke Shimizu di Jakarta (9/10).

Pada kesempatan ini, Kepala BKP menjelaskan tentang upaya-upaya yang telah dan akan dilakukan oleh Kementerian Pertanian untuk menjamin ketersediaan pangan yang cukup dan stabilitas harga pangan.

“Beberapa terobosan yang sudah dilakukan termasuk target capaian adalah kebijakan pengurangan impor 9 komoditas yakni daging sapi, gula tebu, susu sapi, kapas, kedelai, bawang putih, ubi kayu, gandum dan kacang tanah” ungkap Agung.

Agung menambahkan bahwa kebijakan pengurangan impor tersebut dilakukan melalui peningkatan produksi dan produktifitas dalam negeri serta substitusi komoditas impor dengan produk lokal. “Sebagai contoh, salah satu nya adalah mengurangi impor gandum dengan cara mensubstitusi terigu dengan sagu” tambah nya.

Menurutnya, penggunaan substitusi tepung terigu dengan tepung sagu dilakukan karena besarnya potensi sagu di Indonesia.

Lebih lanjut Agung mengungkapkan terkait upaya yang dilakukan dalam menjaga stabilitas harga pangan. “Untuk stabilitas harga pangan, upaya yang dilakukan yakni dengan memotong rantai pasok serta menciptakan pasar bagi petani yang langsung kepada konsumen akhir” jelas nya.

Selain itu Agung juga memaparkan upaya Kementan melalui Badan Ketahanan Pangan untuk memperkuat cadangan pangan di tingkat petani/masyarakat. “Pembangunan lumbung pangan masyarakat merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam mendukung cadangan pangan pemerintah” jelasnya.

Ke depan Agung berharap adanya kerjasama yang saling menguntungkan antara Kementerian Pertanian Indonesia dengan Jepang.

Berita Terkait

  • Serah Terima Jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan

    Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi pimpin serah terima jabatan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan yang batu Andriko Noto Susanto pada Senin pagi ini (18/02).

    Menurut Agung, serah terima jabatan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan yang telah dilaksanakan sebelumnya. 

    "Saya harap pejabat yang baru dapat memahami tugas tugas yang harus segera ditindaklanjuti dan yang menjadi prioritas ditempat baru" tegas nya.

    Dalam kesempatan ini dia berpesan kepada pejabat baru untuk fokus mengidentifikasi dan mengintervensi lokasi rentan rawan pangan.

  • Kementan Sangat Peduli Terhadap Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan

    Dalam rangka penguatan dan pemantapan sistem keamanan dan mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 53 tahun 2018 tentang Keamanan dan Mutu PSAT.

    Secara umum Permentan  ini mengatur mengenai:(1) pengawasan keamanan dan mutu pangan segar asal tumbuhan melalui pendataan, pendaftaran, dan sertifikasi; (2) pembagian kewenangan yang jelas antara pusat, pemerintah propinsi; dan pemerintah kabupaten/kota; (3) merespon pelayanan pendaftaran secara online; (4) mengakomodasi prinsip pengawasan keamanan p...

  • BKP Kementan Kembangkan Industri Pangan Berbasis Tepung Lokal

    Untuk dapat menyediakan tepung berbasis pangan lokal yang dibutuhkan industri pangan,  Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian terus memantapkan persiapan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL), dengan mengundang sejumlah pakar dari berbagai perguruan tinggi.

    Menurut Kepala BKP Agung Hendriadi, kegiatan PIPL  diarahkan untuk memproduksi tepung berbasis pangan lokal guna menyediakan bahan baku alternatif bagi industri olahan pangan.

    "Kami akan memproduksi tepung berbasis pangan lokal dengan kualitas yg baik untuk mendukung industri pangan dalam negeri," jelas Agung dalam pertemuan...