Kepala BKP dan Atase Pertanian Jepang bahas Isu Ketahanan Pangan

Diterbitkan pada Berita Umum Pada 09 Oct, 2018

Views: 1144

Dalam rangka membahas situasi, kebijakan serta isu-isu pangan dan pertanian di Indonesia, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi menerima kunjungan Atase Pertanian Jepang untuk Indonesia Mr. Yusuke Shimizu di Jakarta (9/10).

Pada kesempatan ini, Kepala BKP menjelaskan tentang upaya-upaya yang telah dan akan dilakukan oleh Kementerian Pertanian untuk menjamin ketersediaan pangan yang cukup dan stabilitas harga pangan.

“Beberapa terobosan yang sudah dilakukan termasuk target capaian adalah kebijakan pengurangan impor 9 komoditas yakni daging sapi, gula tebu, susu sapi, kapas, kedelai, bawang putih, ubi kayu, gandum dan kacang tanah” ungkap Agung.

Agung menambahkan bahwa kebijakan pengurangan impor tersebut dilakukan melalui peningkatan produksi dan produktifitas dalam negeri serta substitusi komoditas impor dengan produk lokal. “Sebagai contoh, salah satu nya adalah mengurangi impor gandum dengan cara mensubstitusi terigu dengan sagu” tambah nya.

Menurutnya, penggunaan substitusi tepung terigu dengan tepung sagu dilakukan karena besarnya potensi sagu di Indonesia.

Lebih lanjut Agung mengungkapkan terkait upaya yang dilakukan dalam menjaga stabilitas harga pangan. “Untuk stabilitas harga pangan, upaya yang dilakukan yakni dengan memotong rantai pasok serta menciptakan pasar bagi petani yang langsung kepada konsumen akhir” jelas nya.

Selain itu Agung juga memaparkan upaya Kementan melalui Badan Ketahanan Pangan untuk memperkuat cadangan pangan di tingkat petani/masyarakat. “Pembangunan lumbung pangan masyarakat merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam mendukung cadangan pangan pemerintah” jelasnya.

Ke depan Agung berharap adanya kerjasama yang saling menguntungkan antara Kementerian Pertanian Indonesia dengan Jepang.

Berita Terkait

  • Kepala BKP Kementan "Kembangkan Obor Pangan Lestari di seluruh Indonesia

    Ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan rumah tangga,  karena itu sangat penting bagi setiap rumahtangga dapat mengakses pangan dengan mudah.


    "Jadikan dan manfaatkan lahan pekarangan sebagai sumberdaya atau aset yang keluarga, untuk memenuhi kebutuhan pangan," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi saat mengunjungi program Obor Pangan Lestari (OPAL) Minggu (16/12) di Sulawesi Selatan.


    Menurut Agung, dengan memanfaatkan lahan pekarangan,  pangan dapat tersedia setiap saat untuk memenuhi kebutuhan keluarga.  


    "Manfaatkan lahan pekarang...

  • Kementan Gelar Telur Murah, Jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019

    Menjelang natal 2018 dan tahun baru 2019, sebagaimana tren yang sering terjadi tahun-tahun sebelumnya, beberapa bahan pangan pokok cenderung mengalami kenaikan harga.


    Mengantisipasi hal tersebut, berbagai upaya dan langkah strategis telah dilakukan Pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Pertanian telah  meningkatkan produksi pangan, sehingga ketersediaan dan stok pangan tercukupi.


    Khusus komoditas Telur Ayam Ras yang akhir-akhir ini mengalami  tren kenaikan harga, karena beberapa hal,  antara lain faktor kenaikan konsumsi masyarakat memperoleh telur untuk membuat kue, makanan dan se...

  • Kabadan BKP Kunjungi Korporasi Petani Sorghum di Mataram

    Di sela-sela menghadiri Seminar Nasional di Mataram, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengunjungi perusahaan UMKM yang bergerak di Industri Pangan Lokal, yaitu _CV. Yant Sorghum_, Kamis (13/12).


    Perusahaan yang diinisasi Yanti,  membudidayakan tanaman sorghum pada areal 50 hektar dengan petani binaan 200 orang, dengan konsep korporasi petani.


    "Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan dan dikembangkan ibu yanti  dalam pengembangan tanaman sorghum dengan konsep korporasi petani," kata Agung.


    Korporasi petani adalah model bisnis yang dikem...