Kepala BKP dan Atase Pertanian Jepang bahas Isu Ketahanan Pangan

Dalam rangka membahas situasi, kebijakan serta isu-isu pangan dan pertanian di Indonesia, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi menerima kunjungan Atase Pertanian Jepang untuk Indonesia Mr. Yusuke Shimizu di Jakarta (9/10).

Pada kesempatan ini, Kepala BKP menjelaskan tentang upaya-upaya yang telah dan akan dilakukan oleh Kementerian Pertanian untuk menjamin ketersediaan pangan yang cukup dan stabilitas harga pangan.

“Beberapa terobosan yang sudah dilakukan termasuk target capaian adalah kebijakan pengurangan impor 9 komoditas yakni daging sapi, gula tebu, susu sapi, kapas, kedelai, bawang putih, ubi kayu, gandum dan kacang tanah” ungkap Agung.

Agung menambahkan bahwa kebijakan pengurangan impor tersebut dilakukan melalui peningkatan produksi dan produktifitas dalam negeri serta substitusi komoditas impor dengan produk lokal. “Sebagai contoh, salah satu nya adalah mengurangi impor gandum dengan cara mensubstitusi terigu dengan sagu” tambah nya.

Menurutnya, penggunaan substitusi tepung terigu dengan tepung sagu dilakukan karena besarnya potensi sagu di Indonesia.

Lebih lanjut Agung mengungkapkan terkait upaya yang dilakukan dalam menjaga stabilitas harga pangan. “Untuk stabilitas harga pangan, upaya yang dilakukan yakni dengan memotong rantai pasok serta menciptakan pasar bagi petani yang langsung kepada konsumen akhir” jelas nya.

Selain itu Agung juga memaparkan upaya Kementan melalui Badan Ketahanan Pangan untuk memperkuat cadangan pangan di tingkat petani/masyarakat. “Pembangunan lumbung pangan masyarakat merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam mendukung cadangan pangan pemerintah” jelasnya.

Ke depan Agung berharap adanya kerjasama yang saling menguntungkan antara Kementerian Pertanian Indonesia dengan Jepang.